(30) NURUL 'A'YUN

34 Karya Tulis Nur Amin Bin Abdurrahman:
(1) Kitab Tawassulan Washolatan, (2) Kitab Fawaidurratib Alhaddad, (3) Kitab Wasilatul Fudlola', (4) Kitab Nurul Widad, (5) Kitab Ru'yah Ilal Habib Luthfi bin Yahya, (6) Kitab Manaqib Assayyid Thoyyib Thohir, (7) Kitab Manaqib Assyaikh KH.Syamsuri Menagon, (8) Kitab Sholawat Qur'aniyyah “Annurul Amin”, (9) Kitab al Adillatul Athhar wal Ahyar, (10) Kitab Allu'lu'ul Maknun, (11) Kitab Assirojul Amani, (12) Kitab Nurun Washul, (13) Kitab al Anwarullathifah, (14) Kitab Syajarotul Ashlin Nuroniyyah, (15) Kitab Atthoyyibun Nuroni, (16) Kitab al 'Umdatul Usaro majmu' kitab nikah wal warotsah, (17) Kitab Afdlolul Kholiqotil Insaniyyahala silsilatis sadatil alawiyyah, (18) Kitab al Anwarussathi'ahala silsilatin nasabiyyah, (19) Kitab Nurul Alam ala aqidatil awam (20) Kitab Nurul Muqtafafi washiyyatil musthofa.(21) KITAB QA'IDUL GHURRIL MUCHAJJALIN FI TASHAWWUFIS SHOLIHIN,(22) SHOLAWAT TARBIYAH,(23) TARJAMAH SHOLAWAT ASNAWIYYAH,(24) SYA'IR USTADZ J.ABDURRAHMAN,(25) KITAB NURUSSYAWA'IR(26) KITAB AL IDHOFIYYAH FI TAKALLUMIL ARABIYYAH(27) PENGOBATAN ALTERNATIF(28) KITAB TASHDIRUL MUROD ILAL MURID FI JAUHARUTITTAUHID (29) KITAB NURUL ALIM FI ADABIL ALIM WAL MUTAALLIM (30) NURUL 'A'YUN ALA QURRATIL UYUN (31) NURUL MUQODDAS FI RATIBIL ATTAS (32) INTISARI & HIKMAH RATIB ATTAS (33) NURUL MUMAJJAD fimanaqibi Al Habib Ahmad Al Kaff. (34) MAMLAKAH 1-25 (35) TOMBO TEKO LORO LUNGO. (36) GARAP SARI

Senin, 23 Juli 2012

SEJARAH PENAGON NALUMSARI JEPARA


NUR AMIN BIN ABDURRAHMAN

                             ASSAYYID THOYYIB THOHIR & KH. SYAMSURI





 














                                                                                                               PENAGON   NALUMSARI   JEPARA JATENG


NUR AMIN BIN ABDURRAHMAN

ASSAYYID THOYYIB THOHIR & KH. SYAMSURI







Cetakan pertama akhir tahun 2009
Dilarang memperbanyak atau mengcopy isi buku ini kecuali dengan izin tertulis dari penerbit atau penyusun.


1. MUQADDIMAH
      BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM 

         Dengan mengucap Alhamdulillah was syukru lillah ala ni’amillah kami panjatkan kehadlirat Allah swt atas hidayah, taufiq, inayah dan I’anahnya serta ridlonya. pada kesempatan ini telah dapat kami persembahkan sebuah tulisan tentang manaqib (sejarah) ”ASSAYYID THOYYIB THOHIR DAN KH. SYAMSURI PENAGON” buku kecil ini tersusun atas dorongan dari sebagian kaum muslimin masyarakat setempat terutama para muhibbin (pecinta habaib dan ulama’) . meskipun secara ringkas akhirnya terwujudlah harapan kami melayaninya pada mereka yang menerimanya. buku ini sengaja kami susun dengan bahasa yang sangat sederhana dengan tujuan agar para pembaca lebih mudah dalam memahami nya. berhubung terbatasnya bahan-bahan inspirasi dan catatan-catatan berupa laporan kesejarahan tentang hal ihwal Assayyid Thoyyib Thohir dan KH. Syamsuri penagon, karena itu dengan penuh kerendahan hati dan atas dasar keyakinan bahwa buku kecil ini masih terasa banyak kekurangan , kehilafan , dan jauh dari sempurna. Oleh karena itu kepada para pembaca sudilah memberikan koreksi sepenuhnya sebagai bahan masukan untuk kesempurnaan buku berikutnya. kami ingat dawuh guru kami “ Maulana Habib Luthfi pekalongan ” bahwa sejarah wali / sholihin itu bagaikan obor yang bisa menerangi, membentengi dan menggugah hati semakin cinta kepada Allah dan Rasulnya. Demikian akhirnya hanya kepada Allah kami memohan semoga buku ini berkah dan manfa’at  dunia dan akhirat. amin yarabbal alamin. jepara 31 Desember 2009                                                                                                                               2. NAMA  CIKAL  BAKAL                                                                    Cikal bakal adalah orang pertama yang menghuni dan menempati suatu daerah dimana asal muasal daerah tersebut masih berupa ilalang perimbunan atau hutan belantara yang biasanya masih dihuni mahluq halus (jin). dengan usaha lahir bathin (spiritual) agar seseorang bisa menempati daerah tersebut maka harus bisa mengalahkan atau memindahkan jin atau dayang penunggu daerah tersebut, dengan kata lain “babat alas” dengan maksud, anak turunnya nanti terhindar dari gangguan , musibah , bala’ dan malapetaka. Datanglah seorang yang punya wibawa besar yang punya kekuatan supranatural (bathin) yang luar biasa (keramat) yang mampu menghadirkan dan menyuguhkan suatu daerah yang sejuk nan damai. Dengan jerih payah upaya beliau mendapat tempat untuk berteduh, berkholwat, bermunajah, bertawajjuh, bermujahadah, beribadah secara istiqomah (konsisten) menuju akhir hayat husnul khotimah. beliau adalah ”Assayyid thoyyib thohir” yang berhasil memperoleh tempat dengan izin Allah. usaha yang serius bahasa jawanya “NGEPEN” tempat bahasa jawanya “ENGGON“ dua kata tersebut diringkas menjadi satu kata menjadi nama “PENAGON“ ini tersirat dalam ayat alqur’an وَاَنْ لَوِاسْتَقَامُوْاعَلَى الطّرِيْقَةِ َلأَسْقَيْنَاهُمْ مَآء ًغَدَقًا  (الجن    /16/ 29        artinya: dan bahwasanya jikalau mereka tetap berjalan lurus diatas jalan itu(islam)maka benar-benar akan kami  beri air yang segar(rizqi yang halal banyak & berkah)  اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا الله ُثمُ َّاسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ اْلمَلاَئِكَةُ اَلاَّ تخَاَفوُاْ وَلاَتحَْزَنوُاْ وَاَبْشِرُوْا باِلْجَنَّةِ الَّتيِْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ (فصلت 24/30)               artinya: sesungguhnya orang-orang yang mengatakan tuhan kami adalah Allah kemudian meneguhkan pendiriannya maka malaikat akan turun kepadanya: janganlah kamu merasa takut dan jangan merasa sedih dan bergembiralah dengan surga yang telah di janjikan Allah kepadamu.
      Tempat yang berada di daerah jepara bagian timur perbatasan kudus ikut kecamatan Nalumsari desa Nalumsari bagian barat tepatnya “Dukuh Penagon”
                         DENAH LOKASI


                        
                                                                                                                                                                                                                                                                                       



                     



                      

3. SIAPA ASSAYYID THOYYIB THOHIR 
        Menurut sesepuh setempat bahwa Assayyid Thoyyib Thohir adalah pendatang yang berkelana berjuang menyebarkan agama islam di bagian utara, setelah lelah beliau singgah di suatu tempat (penagon) sampai menjadi peristirahatan terakhir penduduk setempat memanggil dengan sebutan ” Mbah Ndoro Sayyid Thoyyib Thohir Tunjungsari ”konon Tunjungsari adalah predikat yang disandang sebagai prajurit penting zaman perjuangan melawan penjajah. ada lagi yang menyebutkan tunjungsari adalah kelompok nama pejuang seperti nama-nama cikal bakal yang ada disekitar penagon (Nalumsari, Muryolobo, Ngetuk, Gemiring dll) ada yang mengatakan Tunjungsari adalah nama istri beliau. menurut almarhum KH. ANWAR PEDAK bahwa Assayyid Thoyyib Thohir seorang pejuang Diponegoro yang bertugas di daerah bagian utara keterangannya diambil dari buku pejuang diponegoro yang telah diambil belanda di daerah pedak klumpit kaliwungu kudus kala itu. karena belanda sangat anti kepada para kyai, ulama’, apalagi dengan orang-orang arab, mendegar nama arab saja sangat benci dan memusuhinya karena itu orang-orang arab dulu menyembunyikan namanya dengan mengganti nama jawa ala keraton dan lain sebagainya. menurut Habib Ahmad Aljufri Assayyid Thoyyib Thohir adalah dari daerah tuban jawa timur berkawan dengan dengan KI BANTEN yang makamnya ada di mejobo kudus. konon menurut mbah kyai Sulhan loireng sayung demak beliau adalah seorang habib dari jawa timur. menurut KH. MA’RUF ASNAWI KUDUS beliau adalah dari sidogiri periparan dengan kyai nawawi sidogiri tapi di lain pertemuan mbah ma’ruf asnawi pernah mengatakan” Mbah Sayyid Thoyyib Thohir iku teko sidogiri nggon gawe jamu air mancur (wonogiri). menurut AL HABIB ALI MAYONG Assayyid Thoyyib Thohir adalah seorang habib keturunan arab (ba’alawi) sampai rasulullah saw. kita bisa memahami dengan namanya yang banyak memberi arti. tapi istilah assayyid di jawa khusus nya identik dengan keturunan rasulullah saw. kalau thoyyib artinya bagus thohir artinya suci bersih lahir bathinnya. paling tidak cinta suasana lingkungan yang indah dan bersih menjadi suri tauladan kepada anak cucu dan pecintanya. dalam ayat sudah sebutkan:
اِنَّ اللهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ اْلمُتَطَهِّرِيْنَ (البقرة 2/222) وقال : وَالْبَلَدُ الطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهُ بِإِذْنِ رَبِّهِ (الاعراف8/58)
         4. SEMASA  HIDUPNYA                di samping beliau sering berkelana, berjuang,beribadah, berkholwat kehadlirat Allah swt beliau adalah seorang humanis punya integritas yang tinggi mudah beradaptasi dengan semua kalangan dilihat dari pakaian yang di kenakan seperti kangjeng sunan kalijaga memakai kemben dan blangkon sebagai tutup kepala pakaian para demang atau punggawa keraton tampan sekali ini diakui oleh beberapa orang yang pernah ketemu baik melalui ru’yah (mimpi) atau yaqodloh (langsung) seperti : bapak Abdurrahman penagon, habib ali mayong, KH. Ma’ruf asnawi kudus, mbah kyai Isma’il bin Umar penagon,mbah Kardi bin Sarmo Moreso bin Singowijoyo penagon, bapak Hariyo penagon dll. juga sangat dimungkinkan bahwa beliau seorang yang kaya pernah seseorang yang ru’yah disekitar makam beliau melihat banyak sekali pakaian semua jenis dan warna mengelilingi batu nisannya ada jubah serban tasbih dll. dan dilihat sedekahnya paling sedikit adalah satu ayam ingkung  seperti orang-orang yang ziarah dengan hajatnya masing - masing semakin besar hajatnya semakin besar pula sedekahnya.                                                                                      
           5. PERJUANGANNYA.
       Menurut KH. Anwar pedak mbah sayyid adalah teman seperjuangan Pangeran Diponegoro (Sayyid Abdul Hamid bin Hamengku Buwono) teman-teman yang lain diantara nya adalah : mbah Sayyad pedak, mbah Bunggoro, mbah Zaenal Abidin padurenan, mbah Klisat mijen, mbah Tunggul dll. Dengan perjuangannya disertai ahlak yang mulia (bil hikmah wal mauidhotil hasanah) halus budi tutur kata yang merasuk kerona hati terpancar sifat - sifat keluhuran dan kewibawaan (haibah / kharismatik) sehingga perjuangannya mudah diterima masyarakat jawa yang masih kedalam (kolot). semua mengikuti jejak perjuangan para wali songo mengikuti adat istiadat yang berlaku tidak mudah menghapus tapi mengisi dan menerapkan adat yang kurang pas dalam syari’at islam menjadi yang islami contoh sajen yang di persembahkan orang-orang dulu untuk jin atau dayang atau kibuyut penunggu daerah, diganti dengan bersedekah dipunden untuk mengirim arwah para leluhur mereka (ahli qubur) dan memberi istilah wajib kepada tukang kebersihan qubur yang menjaga dan membersihkan makam sebagai sedekah sunnah. inilah perjuangan tanpa menyinggung perasaan orang lain tapi mengena sasaran yang perlu di jaga dan di lestarikan para anak cucu yang ditinggalkan.
Dengan memakai pakaian adat jawa mbah Sayyid mudah bergaul dengan orang jawa desa kalau dengan pakaian orang arab maka bisa jadi orang desa itu kaget atau asing  menerimanya. dengan sifat luhur budi dan pakaian adat jawa sekaligus menutupi maqom wilayahnya (kewalian) sebagai orang yang punya keramat beliau mengasihi dan menjaga kepada orang awam supaya tidak ada pengkultusan terhadap beliau yang umumnya orang awam kalau sudah meliahat keanehan-keanehan (khowariqul adat) dari seseorang itu cepat kaget dan bisa timbul fitnah biasanya yang semula ada niat ikhlas untuk bertemu silaturrahim tapi bisa berubah niat menjadi kepingin bertemu dengan keanehan - keanehan tersebut. karena itu para auliya’ Allah dengan dasar mengasihi orang awam, tidak gampang atau sembrono mengeluarkan suatu keramat kalaupun tidak sengaja keluar beliau cepat-cepat menutupinya terkadang dengan melakukan kemakruhan - kemakruhan seperti merokok dan semisalnya yang pernah di tuturkan oleh MAULANA ABAH HABIB LUTHFI BIN ALI BIN HASYIM BIN UMAR BIN THOHA BIN YAHYA PEKALONGAN. Selanjutnya apabila perjuangan Assayyid Thoyyib Thohir itu satu kurun (masa) dengan Pangeran Diponegoro (Sayyid Abdul Hamid) maka kira-kira hidup perjuangannya tahun 1825-1830 m. dengan itu lahirnya pun kira-kira tahun 1700 san dan wafat nya pun bisa tahun 1830 m atau lebih. Kalau Pangeran Diponegoro lahir 11-11-1785 m. Wafat 8-1-1855 m.
     6. KAROMAH-KAROMAHNYA.
    Karomah wali itu seperti halnya mu’jizat yang di berikan Allah kepada para nabi yang tidak bisa kita pungkiri lagi adanya karena telah di terangkan dalam alqur’an yang jumlahnya banyak sekali dan keluarnya tidak serentak tapi menurut kebutuhan dan kejadihan masa kemasa (muqtadlol hal / relevan) disini sebagian dari karomah / keramat Assayyid Thoyyib Thohir disebutkan secara ringkas agar bisa difaham dimengerti dan dihayati secara mudah antara lain: berkat beliau, daerah penagon menjadi daerah sejuk, damai dan aman (kondusif) ada seseorang yang latar belakangnya nakal, galak kalau sudah masuk daerah penagon maka mereka menjadi lunak, pernah dahulu kala ada tetangga desa dengan tetangga desa lain akan bertikai (gemiring lor dengan tunggul lor) mereka melewati jalan penagon yang akhirnya tidak jadi bertikai malah damai ini menandakan bila mbah Sayyid Thoyyib Thohir tidak suka orang-orang yang takabbur mengandalkan kekuatannya secara fisik, mental maupun sepiritual apa lagi mengandal harta bendanya . dilihat dari penduduknya yang rata-rata bisa tidak terlalu kaya atau miskin tapi kecukupan semuanya. alhasil orang penagon biasa dan sederhana saja kalau over mungkin bisa keluar dari daerah tersebut atau meninggal. (sesepuh)
  Keramat berikutnya adalah ketika orang-orang punya hajat penting bernadzar kalau berhasil maka akan selamatan (manganan nggone mbah buyut) maka banyak mereka yang berhasil. konon mbah Sayyid Thoyyib Thohir pernah mengatakan “kalau kamu punya hajat maka datanglah kepadaku“ ini seperti yang pernah di ucapkan syaikh abdul qadir aljilani RA : فَإذَا سَألْتُمُوااللهَ تَعَالىَ فَاسْئَلُوْهُ بِيْ  Artinya: Maka ketika kamu semua minta kepada Allah maka berwasilahlah kepadaku. Dan ini juga pernah di ucapkan syaikh abil hasan assyadzili RA: اِذَا عُرضَتْ لَكَ حَاجَة ٌاِلىَ اللهِ فَاَقْسِمْ عَلَيْهِ بِيْ    Artinya ketika kamu ingin kesampaian hajatmu / kebutuhanmu di kabulkan allah maka berwasilah lah melalui aku.
      Keramat berikut adalah ketika di alam barzakh sering kali menemui orang-orang yang di cintainya seperti menemui mbah KH. Syamsuri dengan berkata: wahai Syamsuri aku di buatkan tempat“ seraya mbah Sayyid menunjukkan tempat pojok selatan timur desa (tenggara) setelah mbah Syamsuri membersihkan tempat yang di maksud  yaitu tempat di bawah pohon grumbul (krasak dan kesambi) maka di temukan patok atau batu disitu pertama di temukan makam ”ASSAYYID THOYYIB THOHIR‘’ Keramat berikutnya adalah beliau mampu mengangkat mbah Syamsuri menjadi kyai di PENAGON seraya berkata : Hai Syamsuri kamu harus tinggal di penagon kalau kamu tidak ingin orang-orang penagon menjadi budha yang mulanya orang-orangnya kolot dan keras, zaman dulu daerah setempat kalau ada yang punya hajat atau kawin maka terus kesebuah pohon besar dengan ijab dan qabul sendiri terus memukul pohon tersebut dan kawinnya sudah di anggap syah. dengan kedatangan mbah Sayyid mereka menjadi lunak sehingga tahu syari’at islam. Keramat berikutnya pernah beliau menemui habib Ali mayong ketika mbah Sayyid keluar dari maqam menuju  pasar kliwon membeli buah jeruk buat silaturrahim kerumah habib Ali mayong  sesampai di rumah habib Ali, habib ali tanya “gerangan dari mana mbah?....awal mbah Sayyid tidak mengaku ketika di desak akhirnya mengaku dan menjawab: aku tinggal di sebelah utara syamsuri. Ketika di tanya namamu siapa mbah? beliau menjawab: “Aku Thoyyib Thohir” mendengar itu seketika habib Ali jatuh dan sungkem kepada mbah Sayyid Thoyyib Thohir,  habib Ali tahu bahwa beliau adalah orang besar (ref: KH. Ma’ruf Asnawi). malah menurut habib Abdullah al hinduwan (menantu Habib Ali) bahwa mbah Sayyid adalah termasuk WALI  QUTUB. mbah Syamsuri dan habib Ali adalah dua sosok penting yang sering memperingati khaul dan membacakan fatehah usai sholat kepada mbah Sayyid Thoyyib Thohir. Keramat berikutnya adalah ketika mbah Abdurrahman hajat ingin nikah beliau bingung mana dan siapa yang cocok untuk mendapingi hidupnya, beliau terus ziarah ke makam mbah Sayyid, usai membaca dzikir dan tahlil seraya tidur di samping nya diantara tidur dan terjaga mbah sayyid keluar dari makamnya menemui mbah Abdurrahman dengan pakaian seperti pamong desa zaman dulu dengan memberi syahadah atau perizinan kepada mbah Abdurrahman siapa bakal calon istrinya sampai terjadi menikah. jadi mbah sayyid Thoyyib Thohir mau menemui kepada orang-orang yang mencintai dan di cintainya. 
   7. MAKAM MBAH SAYYID THOYYIB THOHIR  
       Setelah di tinggal pangeran Diponegoro mbah Sayyid suatu hari sakit yang menyebabkan dan menjadikan beliau wafat pulang ke rahmatillah mbah Sayyid tidak meninggalkan apa-apa hanya sebuah daerah kecil yang sejuk indah nan damai (kondusif) yang perlu di jaga dan di lestarikan oleh anak cucu yang merasa ditinggalinya jasa beliau yang berupa tanah, adat istiadat, maupun budaya. Dan adat istiadat  suatu daerah tidak lepas dan tidak jauh beda dari kebiasaan cikal bakal tersebut.
      Adapun makam atau batu nisan yang ada di sebelah timur nya ada yang mengatakan itu istrinya ada yang mengatakan batur / teman nisan mbah Sayyid, ada yang mengatakan makam anak kecil, menurut habib Hasan bin Ali mayong makam itu adalah makam seorang putri yang pernah kena banjir bandang di sungai sebelahnya dan di temukan mbah Syamsuri walau sudah meninggal mayat putri tadi bisa di tanya oleh mbah Syamsuri (atas keramat mbah Syamsuri) dan si putri tadi ingin di makamkan disamping mbah sayyid Thoyyib Thohir. Suatu ketika pernah ada orang (mbah shobirin) yang riyadloh di makam mbah Sayyid, dikala  dia tidur merasa di temui putri cantik , apa itu khadam apa putri tersebut wallahu a’lam. Masalah khadam itu ada dua bisa dari malaikat bisa dari jin. dimakam mbah Sayyid ada yang mengatakan ada macannya, ada ular yang besar. Suatu hari pernah terjadi mbah giyadi melihat ular yang panjang sekali sampai terlihat kaki dan cengger kepalanya sampai mbah giyadi takut, padahal cerita orang terdahulu bahwa itu isyarat siapa yang tidak takut atau bisa menaklukkan ular tersebut maka kehidupannya tidak akan kekurangan entah apa maksud isyarat kalimat itu. mungkin ini isyarat siapa yang kuat dalam tirakat atau riyadloh maka berhasillah cita-citanya. konon lagi di sebelah timur makam ada pohon asem besar yang dilingkari ular besar dan panjang suatu hari tetangga desa (tunggul) mengairi sawah air dari atas deras tapi sampai bawah kecil sekali terus di urus-urus tiba-tiba di aliran kalen sebelah pohon asem tadi ada ular yang menghalangi air (nyumbat) orang tadi lalu ingat bahwa di daerah kuburan itu ceritanya ada ular besarnya. konon lagi di bawah pohon grumbul ada banyak pusakanya seperti batu akik, keris dan lain-lain. ada yang menceritakan keris yang ada di bawah pohon tadi sesekali keluar ketika malam   JUMU’AH WAGE siapa yang bisa menagkapnya maka akan sukses hajatnya keris keluar dengan sinar yang terang lalu naik lalu kembali lagi. kalau akik yang di sekitar pohon itu katanya banyak sekali bisa di ambil hanya dengan tenaga dalam, di telik atau disedot itupun caranya harus dari jarak jauh dengan alasan kalau dari dekat tidak kuat karena kena sinar makam mbah Sayyid Thoyyib Thohir dan di dalam makam mbah Sayyid pun banyak sekali barang-barang antik yang tidak mudah untuk memilikinya atau mengambilnya kalau tidak ada izin dari mbah Sayyid sendiri. Suatu hari habib Ahmad aljufri mengatakan bahwa makam mbah Sayyid Thoyyib Thohir ada tasbih dan sandal tekleknya (gamparan atau tlumpah) habib Ahmad berkata kepada kami apakah kamu mau tasbih dan tlumpahnya mbah Sayyid? Jawab kami terserah Abah silahkan Abah kalau menginginkan njenengan kan sama-sama bangsanya, kalau saya apabila tidak ada izin dari mbah Sayyid  maka saya tidak bisa menanggungnya, terus Abah Ahmad tersenyum. peristiwa ini ketika rame-rame nya dalam pencarian nama cikal bakal Nalumsari.
            8. PEMUGARAN MAKAM
      Makam mbah Sayyid mengalami beberapa kali pemugaran, semula di temukan oleh mbah Syamsuri setelah setelah diberi patok kayu yang sampai sekarang masih ada terus diberi atap payon berupa welit terbuat dari anyaman pohon kesulo (daunya). pada suatu hari sekitar tahun 1940 an ada kejadian angin puyuh(lesus)menghancurkan atap makam ,pada periode mbah Kardi menjadi bekel (kamituwo) dibangun dengan baik lagi kokoh beliau bangun sekitar tahun 1961 an,mengungat tulisan yang ada di dalam pintu makam 23-10-1961 (senin pahing). dan ada perbaikan lagi pada tahun 1963 an mengingat tulisan yang ada di atas pintu makam 10-6-1963 (senin pahing) dan di perbaiki lagi seperti ada lantai jobin atap genteng dan ada pagar atau beteng mengelilinginya  di bangun sekitar tahun 78 an mengingat tulisan yang ada di bawah pintu makam 11-11-1978 (sabtu kliwon) dan ada perbaikan secara segnifikan(total) oleh sebagian masyarakat yang di motori oleh H. Zubaidi bin hadi bin H. abdul syukur. sekitar tahun 2002. Keterangan mbah kardi (kamituwo) semasa hidup al hamdulillah kami sempat bertanya masalah sekitar mbah Sayyid atau mbah Buyut. beliau berkata : kang mbangun, mageri, mbentengi makam mbah buyut iku aku sak jobine, aku dadi tukang kunci iku disik iku turun temurun songko mak tuwo singo (singo wijoyo) kunci sing siji tak wehno wak Muji tak kon besik-besik kubur, saiki kunci  kang tak gowo wes tak wehno paaem mergo teko mak tuwo singo” kami bertanya: nopo mbah singo menangi mbah Sayyid mbah  ?....jawabnya: pertama  kang ngrumat mbah buyut iku mak tuwo singo,kunci angger gowo nik ziarah angger di sapon-saponi. enggeh mbah……”sebelum saya pulang mbah Kardi sempat memberi wasiat masalah kunci makam dan memberi uang Rp 24.000 sebagai amalnya untuk dibelikan yasin kecil-kecil dan majmu’ syarif atau majmu’ lathif untuk di taruh di makam mbah Sayyid Thoyyib Thohir. dulu di buatkan tempat dari kayu lama kelamaan habis di makan rayap. dan beliau masih memberi sebuah al qur’an pojok (yang buat membaca atau menghafal Al Qur’an) sebelum meninggal beliau mamberi luwur makam dan aktif tepat waktu dalam beramal dan beribadah terutama pergi sholat jum’at beliau paling pagi dan disiplin. Yang jelas kita semua belum tahu secara pasti (wallahu a’lam) kapan datang dan lahirnya, sejarah di atas adalah hanya mendekati kebenaran menurut sumber-sumber para sesepuh yang tanpa tulisan yang ada siapa Assayyid Thoyyib Thohir apakah beliau memang kurun pangeran diponegoro apa walisongo apa lainnya. adanya beliau keturunan ba’alawi ini diperkuat oleh al marhum habib Ali  mayong (shohibul karomah) yang tidak di ragukan lagi kewaliannya. Menurut mbah Maimun Zubair sarang, ahli bait nabi itu memang ada yang di perlihatkan Allah dan ada yang di rahasiakan Allah seperti adanya para wali songo yang semuanya ahli bait nabi bagaikan kapal nabi nuh penyelamat ketika terjadi banjir bandang (bencana, musibah, balak) karena itu beliau maqam derajatnya beda-beda ada yang dilihatkan Allah ada yang disembunyikan Allah termasuk nasabnya karena itu kalau maqamnya di rahasiakan maka tidak usah dilihat-lihat kan malah keliru. Menurut ABAH HABIB LUTHFI dzurriyyat belum tentu habib kalau habib pasti dzurriyyat bedanya kalau habib itu nasabnya tidak putus sampai sayyidatina Fatimah RA dari jalur laki-laki. kalau dzurriyyat bisa jadi putus karena perempuan akan tetapi semuanya adalah keluarga satu jalur apabila salaman mushafahah dengan sayyidatina Fatimah tidak membatalkan wudlu’. habaib walau tidak mengaku habib dan wajahnya tidak seperti habib pasti akhirnya ketahuan, dan kalau tidak habaib ngaku-ngaku habib walaupun wajahnya tampِan pasti akhirnya juga ketahuan. كُلُّ سَبَبٍ وَنَسَبٍ مُنْقَطِعٌ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ اِلاَّسَبَبِيْ وَنَسَبِيْ (رَوَاهُ السُّيُوْطِيْ فِى اْلجَامِعِ وَصَحَّحَهُ)  
            Kenapa ِِِِِAssayyid Thoyyib Thohir tidak Nampak marganya di belakang namanya? begini dalam kitab-kitab nasab dan silsilah seperti aljunaidi, syamsud dhahirah fi khidmatil asyirah dan lain-lain, marga yang terkenal itu dari keturunan al faqihil muqaddam adapun dari amulfaqih (sayyid alwi) ini tidak kentara padahal semua ada dan tidak mengurangi kesayyidannya sebagai cucu Rasulullah saw seperti marga azmat khan عظمت خان (sayyid Abdullah khan) walaupun tidak semua sebutan khan itu habaib. dari keturunan sayyid Abdullah bin abdul malik bin alwi inilah lahir sayyid jamaluddin Husain menurunkan sayyid Ibrahim Asmaraqandi dan menurunkan penyebar islam seluruh tanah jawa yang terkenal wali songo yang semua marga azmat khan. Dari wali songo inilah banyak sekali keturunan yang tersebar menjadi paku bumi yang tidak kentara baik marga maupun wajahnya dikarenakan wali songo sendiri berkolaborasi (nikah) dengan pribumi mereka terkenal dengan sebutan syaikh, kyai, gus, mas, raden, nganten, teungku dan lain-lain. Perlu di ingat bahwa   mereka semua adalah termasuk maqam zakat (tidak menerima zakat) menurut Abah Habib Luthfi” walaupun ayahnya ajam ibunya syarifah itu termasuk maqam zakat alasannya ovum syarifah lebih kuat daripada sperma orang ajam. jadi yang menjadi adalah dari ovum tersebut. disinilah para ba’alawi mengharamkan orang ajam menikahi syarifah bukan karena tidak ada alasan. ini berbeda dengan pendapat para fuqaha’ dengan alasan atau dalil-dalil yang telah di ungkapkan. maka dari itu mbah Sayyid Thoyyib Thohir itu keturunan dari al faqihil muqaddam atau dari amul faqih, wallahu ‘alam. Cukup mbah Syamsuri dan Habib Ali mayong yang mejadi saksi bukti sejarah dalam kesayyidannya mbah Sayyid Thoyyib Thohir. itu yang paling selamat diikuti orang-orang dulu yang sudah berlangsung adanya dalam dawuh dan sejarahnya. Walaupun meninggalnya  mbah Sayyid secara pasti kami tidak tahu sekali lagi tidak adanya hitam diatas putih (keterangan secara tertulis) tapi yang dilakukan sesepuh pertama (mbah kyai Syamsuri dan Habib Ali mayong sering mengadakan khaul pada setiap 10 syuro / muharram. sampai sekarang adapun kalau di adakan pengajian dalam rangka khaul bisa di laksanakan setelah tanggal 10 syuro / muharram dengan ta’dhiman waikroman kepada mbah Sunan Kudus yang pada tanggal itu juga mantu (buka luwur)  atas saran dari mbah Ma’ruf Asnawi (mbah taskin) bin abdurrahman bin Aisyah binti Ahmad bin sayyid Ibrahim (sunan puger) sebagai sesepuh ulama kudus dan khalifah tarekat syadzaliyyah (habib luthfi) dan syahadatain (abah Umar bin Ismail bin Yahya panguragan Cirebon) konon memegang tarekat Syatoriyah juga. Dahulu kala ada orang yang berziarah kepada para ahli quburnya tanpa ziarah kepada mbah Sayyid Thoyyib Thohir orang itu langsung di ingatkan melalui mimpi untuk mendahulukan ziarah mbah Sayyid baru ke ahli quburnya. banyak orang yang ziarah ke makam mbah Sayyid wasilah atas hajatnya lalu berhasil apalagi dibarengi dengan nadzar (ingin cepat sehat, mantu, bepergian dan sebagainya) dengan manganan di punden (sedekahan) dan sebelumnya ada acara atur-atur (njawab) kepada mbah Sayyid atas hajatnya, menabur bunga dan tahlilan secukupnya. biasanya shohibul hajat membawa wajib” yang di sedekahkan kepada juru kunci dan juru kunci membagikan bunga yang di bawa shohibul hajat kemakam mbah Sayyid dan makam mbah syamsuri ketika yang juru kunci nya masih mbah Muji bin Kastowijoyo.
Dikisahkan zaman dahulu penagon dibagi dua yang timur jalan namanya KENANGA dan barat jalan namanya PENAGON, dikatakan kenanga konon istri mbah Sayyid senang sekali dengan bunga kenanga dulu bunga itu tumbuh di pintu masuk makam. wallahu a’lam. Setelah tenggang waktu yang cukup lama pada waktu kepemimpinan masjid di pegang oleh mbah kyai Ismail bin Umar sekitar tahun 1957 khaul diteruskan oleh beliau dan itupun kecil- kecilan di masjid bersamaan dengan acara 10 syuro (syuronan) itupun tidak lama karena mbah kyai Ismail mengundurkan diri dari kepemimpinan karena sakit terus menerus konon tidak kuat karena penagon lebih kuat dipegang oleh pendatang seperti mbah Sayyid dan mbah Syamsuri. kongkritnya setelah keluar dari kepemimpinan beliau sehat. setelah itu kepemimpinan di pegang oleh mbah Kyai yusak sampai wafat sekitar tahun 2006. awal kemimpinan atas inisiatif mbah kardi waktu itu yang menjabat menjadi kamituwo penagon. dalam masalah khaul juga dijadikan satu dengan selamatan 10 syuro di masjid penagon dan begitu pula mbah kyai yusak juga mengadakan khaul khusus mbah Syamsuri setiap tanggal 11 bakda mulud/ Rabiul akhir. Sekitar tahun 1993 terjadi perubahan yang segnifikan khaul diadakan oleh masyarakat dengan mengadakan pengajian umum inipun mendapat tantangan keras oleh sebagian masyarakat yang kontra pada waktu itu akan tetapi usaha keras dari para pemuda dan dudukungan oleh para sesepuh walaupun hanya sebagian saja Alhamdulillah terlaksanalah pengajian tersebut dan beberapa kali TPQ Darul Falah  juga ikut andil berpartisipasi dalam acara Khotmil Qur’an. Adapun dalam acara khaul juga mendatangkan muballigh / pembicara yang tercatat dalam agenda adalah: tahun 1993 oleh KH. Nur Arif welahan. Tahun 1994 oleh KH. Ma’ruf Irsyad kudus.Tahun 1995 oleh KH. Abdul wahid anwar semarang.Tahun 1996 oleh KH. Hamzah asnawi / badalnya kudus. Tahun 1997 oleh Alhabib Umar Al muthohar semarang. Tahun 1998 oleh KH. Nur Arif welahan. di tahun ini dalam ziarah makam mendatangan para habaib diantaranya : Habib Abdullah alhinduwan habib Hasan bin Ali mayong habib Ahmad bin Hasan aljufri Nalumsari habib Ahmad bin Ali alkaf karang randu pecangaan jepara. Tahun 1999 oleh KH. Abdul wahid bate gede. mulai tahun ini terkena gejolak politik akan tetapi bisa dilalui dengan aman dan baik-baik saja walaupun itu semua memerlukan waktu dan ujian yang tidak sedikit dengan kata lain ”TERGODOK DALAM KAWAH CONDRO DI MUKO” Tahun 2000 oleh jama’ah alkhidmah (di masjid). Tahun 2001 oleh jama’ah alkhidmah (di musholla Nurul Hidayah). Tahun 2002 oleh Habib Umar al Muthohar (musholla) Tahun 2003 oleh Habib Ali Zaenal Abidin (banyuwangi) Tahun 2004 oleh Habib Alwi bin hasan alydrus (solo). Tahun 2005 oleh KH. khoiruzzad dan KH. Ahmad Asnawi kudus. Dalam peringatan ini ada kejadian yang menakjubkan yaitu ada sinar bulan di tengah-tengah maulid berlangsung bukan rekayasa kejadian ini ada saksi hidup yaitu seorang wanita tua bernama mbah Wasi melihat dengan dua mata kepala ketika duduk di rumah shohibul bait (mbah Abdurrahman) beliau melihat bulan itu dari arah timur dalam rumah berjalan kebarat saat itu mbah wasi tidak bisa bicara apa-apa melihat kejadian itu sinar bulan terus berjalan sampai di panggung tengah maulid saat itu juga bertepatan dengan pemotret (selamet khoiri bin munjari) terjadilah masuk ke film foto bisa diabadikan sampai sekarang. dan anehnya lagi teman duduk mbah wasi (mbah Suri) juga tidak bisa melihat padahal sudah di isyaratkan kepadanya oleh tangan mbah Wasi. Tahun 2006 oleh KH. makin pecangaan jepara. ini juga ada kejadian yang luar biasa yaitu banjir besar sebab hujan yang lama  turun. Tahun 2007 oleh KH. Noor Halim ma’ruf kudus. Tahun 2008 KH. Mahfudh Ma’ruf kudus. Tahun 2009 oleh KH. Ahmad Asnawi kudus. Akhir Tahun 2009 oleh KH. Khoiruzzad kudus. Tahun 2010 oleh Habib Umar Almuthohar semarang. Tahun 2011 oleh Habib umar al muthohar tapi tidak hadir karena ke wali sepuh (mbah kyai telingsing dan mbah sunan muria) sehingga tidak muat waktunya. dan di gantikan oleh habib Abdullah alhinduwan yang setiap khaulnya mbah sayyid sebagai pembaca manaqibnya. Semasa kami mendatangkan KH. Khoiruzzad  Turaichan Ajhuri es syarofi (Tajussyarof) yang masih keturunan Kangjeng Sunan Kudus. ada dua keindahan dan keajaiban tahun 2005 yaitu ada sebuah bulan lebih besar sedikit terkena kamera foto disini ada saksi mata namanya mbah Wasinah ketika mengikuti acara khaul beliau melihat bulan dirumah kami berjalan dari arah timur ke barat kemudian sampai ketengah-tengah maulid semua orang tidak melihat sampai teman sampingnya pun tidak melihatnya. ketahuan foto bulan tersebut setelah di cuci dan kami seleksi. Saat itu banyak orang memberi firasat dan isyarat juga pendapat yang berbeda-beda. Menurut Habib Abdullah bulan itu adalah ilmu penerang dari shohibul khaul yaitu mbah Sayyid Thoyyib Thohir dan mbah Syamsuri. Menurut KH. Khoiruzzad yang telah di tanyakan kepada ahlinya bulan itu adalah sinar datangnya Rasulullah Muhammad saw. dengan alasan dalam acara maulid dan khaul ini tidak tercampur dengan yang berbau maksiat. menurut pendapat kalangan banyak adalah Rasulullah saw. Kedua pada tahun 2009 akhir tepatnya pada malam selasa legi 12 Muharram 1431/28 Desember 2009 satu hari setelah khaul yaitu hari rabu sore”Inna lillahi Wainna Ilaihi Rajiuun Hadlratussyaikh KH.Abdurrahman wahid (Gus Dur) meninggal dunia. beliau cucu pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari. mantan presiden ke 4, ketua PBNU pusat, presiden dunia lintas agama, presiden rakyat, Bapak bangsa dan segudang predikat yang beliau sandang tetapi tidak satupun yang beliau tuju ataupun menempel di hati beliau, tujuan beliau adalah Ridlo Allah swt(اِلَهِىْ اَنْتَ مَقْصُوْدِيْ وَرِضَاكَ مَطْلُوْبِيْ) beliau rela mengabdi atau khidmah kepada bangsanya, masyarakatnya yang tidak sedikit cobaan dan godaannya yang justru beliau terangkat derajatnya melebihi semuanya karena ketabahan dan kesabarannya itu yang tidak di miliki kebanyakan orang-orang pada umumnya. Beliau sering mengumandangkan sholawat burdah, I’tiraf, dan dzikir sufi. akhir sebelum wafat beliau sering bersenandungاِلَهِىْ لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ اَهْلاً وَلاَاَقْوَى عَلىَ النَّارِالْجَحِيْمِ فَهَبْ لِيْ تَوْبَةً وَاغْفِرْذُنُوْبِيْ فَإِنَّكَ غَافِرُ الذَّنْبِ اْلعَظِيْمِ "                         Ini semua yang telah pernah di lakukan Assayyid Thoyyib Thohir semasa hidupnya sebagai bagian Ibadillahis Sholihin yang terkasih di Haribaan Allah swt dan sebagai pengikut serta pendamba Rasulullah saw. Mari kita baca fatihah khusus untuk beliau (Alfatihah….. ) Demikian sejarah Assayyid Thoyyib Thohir masalah kebenarannya Wallahu a’lam pepatah mengatakan “historis is historis” sejarah adalah sejarah dengan itu semua, paling tidak kita semua ada sedikit tambahan wawasan untuk memperkaya dan mendalami serta menghayati indahnya ciptaan Allah swt yang telah terjadi dalam berputarnya roda kehidupan yang tidak begitu jauh mulai awal kehidupannya sampai akhir wafatnya walaupun berbeda episode dan judulnya. Orang-Orang yang tau apa itu sejarah mereka tidak gampang melupakan asal-usulnya (lali weton) dari mana, untuk apa, kemana, apa tujuannya, untuk siapa dia hidup yang ada adalah berhati-hati dalam semua yang akan di lakukan untuk mencari Ridlo Allah swt. di dalam membaca sejarah ini kami suguhkan para priyagung yang menjadi perantara untuk mempermudah tercapainya hajat dengan niat supaya bermanfaat dan berkah. kami kumpulkan beberapa bait dengan dalam sebuah bahar rojaz : 
   Muammadun abdul qadir thoyyib thohir
   Wali songo syamsuri musa khodlir
           Raden fatah syadzali mutamakkin
           Subakir mahfudh abdul jalil yasin
   Sewo negoro ahmad dipo kusumo
   Abdul kohhar syaikh kholil suryo kusumo
          Ja’far shodiq umar sai’d amir hasan
          Abu syamsuddin auliya irrahman
   Washollallah sayyidina mahammadin
   Waalihi wasahbihi wattabi’in
          Infa’na bil barakah warrahmah
          Natlu ilaiha wabisirril fatihah
   Liridlo illah wabisyafa ati rosuliilah saw syaiun lillah lana walahu walahumul fatihah……..(baca alfatihah).
         9. NAMA KH. SYAMSURI
        Untuk nama Syamsuri ini nama asli pemberian dari orang tuanya (kyai Muhammad rais). dalam bahasa arab bila satu kalimat maka belum ditemukan artinya bila dua kalimat syamsu-ri maka berarti matahari dan melihat kalau diterjamahkan secara bebas adalah melihat sinar yang terang benderang atau sinar yang terlihat jelas. mungkin dengan nama ini orang tua beliau menginginkan anaknya supaya menjadi orang yang terang dan menerangi segalanya dengan ilmu dan hikmah yang diberikan Allah kepadanya. Ketika beliau usai menunaikan ibadah haji beliau tabarrukan nama yaitu ”Muhammad Nur Hasan Thoyyib” yang artinya seorang yang terpuji yang punya cahaya bagus nan indah. Dengan nama ini beliau semakin masyhur dalam ketokohannya baik dari ulama’nya thabibnya’ dan kesufiannya. Ada lagi beliau terkenal Dengan sebutan WALI NGISOR GUNUNG TORENGGOmaksudnya dengan ketenaran beliau sebagai orang besar yang bermukim (domisili) di daerah kecil yaitu penagon daerah itu kalau dilihat dari selatan persis bagaikan dibawah Gunung Sapto renggo dengan segala keindahannya padahal sebelah utaranya masih ada beberapa desa menuju gunung sapto renggo seperti bendan pete, ngetuk (kaki gunung) dan bate gede (lereng gunung) sampai sreni. kalau dilihat dari arah selatan gundukan gunung sapto renggo adalah yang paling tinggi dan besar disitu terkenal adanya puncak songo likur (29) istilah puncak tertinggi. dan di daerah tersebut masih banyak pertapa-pertapa yang bersemedi dengan Begawan-begawannya. dan di daerah itu masih rawan binatang-binatang hutan seperti kera , macan ular dan lain sebagainya dan daerah sebelah timurnya terkenal dengan gunung muria yang di situ tinggal sebuah makam dari pada wali songo yaitu “Raden Umar Said (sunan muria) bin Raden Syahid (sunan Kali Jaga). di sinilah keindahan sapto renggo dan muria sebagai deretan dan gabungan gunung indah sebagai paku bumi dan ayat-ayat Allah swt.
         10. SIAPA KH. SYAMSURI
        Mbah Syamsuri adalah pendatang dari daerah jabal khair (jebol) Beliau datang ke penagon ada yang mengatakan ketika kecil sampai dewasa sering ikut ayahnya berdagang sampai ke penagon. Dilihat ada haibah atau kewibawaan yang keluar dari wajah mbah Syamsuri ada tokoh masyarakat yang bernama ”Mbah joyo wongso” carik penagon saat itu ceritanya yang menjabat petingginya adalah mbah H.abdul syukur. selanjutnya mbah joyo wongso meminang mbah Syamsuri muda untuk menjadi suami putrinya “mur” yang akhirnya mbah Syamsuri menikah dengan mbah mur dan bermukim menjadi orang penagon. Habib Hasan bin Ali assyihab mayong mengatakan bahwa mbah Syamsuri ke penagon sampai menetap di penagon semata-mata perintah dari mbah Sayyid Thoyyib Thohir untuk mensyi’arkan agama atau menerapkan syari’at islam yang masa itu masih terbelakang. mbah Syamsuri adalah seorang keturunan darah biru dari mataram putra kyai m. Rais putra kyai Abdul ghoni putra kyai haji Hasan bisri (akal bakal desa jabal khair) keturunan nglau, bunggoro, pati mupusan, pasir negaren demak. mbah buyut pasir dari mataram. nenek beliau yaitu istri mbah Hasan bisri dari padurenan keturunan dari  candi eyang singopadon.
        11. SEMASA HIDUPNYA.
       Sewaktu usia muda mbah syamsuri tergolong anak yang cerdas, terampil, pemberani, berjiwa besar, santun lemah lembut serta berwibawa (kharismatik) beliau sayang terhadap masyarakat belas kasihan terhadap fakir miskin mencintai anak kecil menghormati dan menghargai yang lebih dewasa atau tua. walau beliau keturunan darah biru beliau tidak tertutup hatinya dengan nasab dan derajatnya untuk menghargai orang lain beliau sangat tahu orang yang menyombongkan keturunannya maka akan terhalang (hijab) berkah orang-orang yang  telah di sombongkan atau para leluhurnya. Mbah Syamsuri kalau dengan habaib atau para syarifah sangat ta’dzim sekali dan patuh apa yang di perintahkan nya beliau kalau memanggil habib dengan sebutan “NDORO” kalau syarifah dengan sebutan “WAN” suatu ketika dimintai sebuah radio oleh Alhabib Abdullah bin Umar Alkaf kudus yang makamnya di mujannah makam khusus para cucu rasulullah saw di selatan madrasah ma’ahid sebelah timur makam sedio luhur krapyak  kudus. Radio diberikan padahal waktu itu harganya cukup mahal karena tidak semua orang punya radio. itupun di serahkan kepada habib Abdullah alkaf. Suatu ketika Habib Abdullah menguji lagi supaya mbah Syamsuri berlari kekanan kekiri diatas rel kereta api jurusan mayong-kudus tidak boleh berhenti kalau tidak disuruh berhenti dan mbah Syamsuri pun melaksanakannya dengan khidmah. setelah itu mbah syamsuri disuruh habib Abdullah ziarah makam mbah buyutnya yaitu mbah Hasan bisri jebol disana mbah Syamsuri dijumpai mbahnya tersebut dan bersabda serta mendoakannya  “Hai Syamsuri olehmu taat lan nglayani habib saiki hasil hajatmu lan kabeh ilmu kuwe ngerti (futuh). dari saat itulah mbah Syamsuri menjadi faqih Allamah dan waskitha (kasyaf) padahal beliau tidak sekolah sampai kemana-mana kalau ditanyai masalah agama terus dijawab dan ditunjukkan ma’khodz kitabnya (refrensinya). Beliau adalah guru ilmu alat seperti Nahwu alfiyah ibnu malik. diantara muridnya adalah mbah Syarbini penagon dan didalam ilmu shorof diantara muridnya adalah mbah KH. Ali Mansur Nalumsari (misananya). mbah syamsuri juga guru tauhid termasuk syarah hikam diantara muridnya adalah mbah KH. Basyari penggung balekambang seorang pecinta dan penganut jama’ah Assyahadatain ABAH UMAR CIREBON sekaligus teman HABIB ALI MAYONG yang katanya mbah ma’ruf asnawi kudus bahwa mbah Basyari punya kelebihan ketika pulang dari bepergian lewat sungai sebelahnya yang lagi banjir mbah Basyari memejamkan mata bertawasul kepada Abah umar tiba-tiba sudah berada dirumah. kembali mbah Syamsuri beliau adalah guru ilmu tauhid kalangan bawah (awam) mengajarkan mu’taqad seket (50) kepada masyarakat juga Alqur’an Alif Ba Ta. beliau juga menerbitkan kitab tauhid karangannya sendiri yang bernama” USHULUDDIN FI ILMITTAUHID ALA TAQRIRI FAHMIL ‘AQAID tidak mengenal usia walaupun sudah tua masih sempat ngaji kepada satu ulama kudus yaitu MBAH UMAR  Wergu kulon yaitu ngaji kitab Dasuqi ala ummil barohin, belajar tahlil kepada Habib AQIL Mayong, belajar tarekat sampai menjadi Mursyid Tarekat khalwatiyah samaniyyah. kata habib Abdullah  alhinduwan, habib hasan mayong juga mbah ma’ruf asnawi kudus bahwa mbah Syamsuri tarekatnya adalah syathariyyah dari syaikh Muhammad jenamin kuwanyar mayong. setelah beliau menjadi mursyid tarekat / thoriqoh beliau punya murid yaitu Habib Ali Mayong bin syihab ketika kemursyidannya akan diturunkan kepada habib Ali, habib Ali tidak sanggup. yang kala itu tarekat tersebut termasuk minoritas sedikit pengikutnya cara pembaiatannya tidak banyak-banyak malah bisa guru dengan satu murid ditempat sunyi malah ada yang ditengah sawah dan lain-lain.
        12. PERJUANGANNYA 
       Setelah menetap di penagon mayong jepara beliau menerapkan taktik perjuangannya sebagai sentral adalah membangun masjid yang dulunya hanya sebatas seperti langgar kecil lama kelamaan masyarakat antausias berbondang-bondong pergi kemasjid untuk beribadah walaupun tidak menutup kemungkinan ada yang sebatas pergi kemasjid untuk tidur dan langsung pulang. Dengan berkembangnya  zaman masyarakat tambah meningkat imannya rajin sholat dan ibadah lainnya usai jamaah diadakan ngaji Al Qur’an sorogan dan tauhid wujud qidam baqa’ (mu’taqad seket) lebih-lebih kalau masuk bulan Ramadlan masjid sangat ramai untuk mengisi kegiatan islami seperti darusan, tarkhiman, medalin, sholat tarawih yang pada saat itu di mulai paling awal jam 9 malam bisa jam 10 atau jam 11 sampai waktu tarkhim karena menunggu mbah yai Syamsuri dari istirahatnya. walaupun begitu para santri atau masyarakat tetap antaosias menunggunya. Mbah yai senang mauludan terutama maulid alberzanji beliau meninggalkan maulid kepada murid-muridnya terutama qasidah-qasidah klasik dan terbang papat yang masih eksis sampai sekarang yang dulu nya di masjid lalu zaman kepimpinan Bp. Wardoyo dilaksanakan dirumah-rumah sebagai jam’iyyah mauludan malam selasanan yang diketuai oleh Bp. Abdurrahman sekretaris oleh Bp. muslih merangkap protokol Bendahara oleh Bp. Zubaidi dan diisi santapan rohani oleh Bp. wardoyo (fathul qarib). Bp.zubaidi (riyadhus sholihin) .Bp. Ahmad Kuwat (uqudullijain). Bp. fadloli (bulughul marom). Bp. Muslih (sullam taufiq). Dan qori oleh ustadz Masykur, Sulikan, Nur amin, Ahmadi, Hanif.  kegiatan dimulai ba’da isya’ sampai jam 12 atau jam 1 malam. Ini berlangsung sampai tahun 1999 dan facum sebelumnya tahun 1997 sampai 1998 karena terkena imbas panasnya politik dan tahun 2000 maulid pindah kemasjid tentu ada nuansa politik secara paksa yang di pelopori sebagian orang yang akhirnya taslim atau insaf” Alhamdulillah mauludan masih berjalan sampai sekarang di masjid pada malam senin. dan di musholla kami Nurul hidayah juga diadakan multi maulid (Barzanji, Simthut duror, Dziba’, Qasidah Burdah) pada malam kamis yang sebelum ada musholla di adakan dirumah kami untuk mengikuti zaman maulid sekarang yang serba modern demi merangkul anak-anak sekarang supaya tetap cinta maulid Rasul saw.  
Kembali ke sejarah mbah KH. Syamsuri penagon beliau juga cinta tahlilan, khaul dan melestarikan adat pendahulu yang tidak melanggar syari’at islam. beliau pernah dimintai datang untuk merestui acara Maulid Nabi saw peresmian madrasah Diniyyah Sabilul Huda Nalumsari. dan beliau sering mendatangi buka luwur kangjeng sunan kudus yang juga menepati 10 muharram khaulnya mbah Sayyid Thoyyib Thohir. mbah Syamsuri pun mengadakan khaul yang diawali acara membuat barokah kembang lamzau yang khasiatnya untuk kekebalan dan lain-lain. Mbah Syamsuri mengadakan khaul didanai sendiri disamping memang beliau itu tajir kaya raya beliau juga khawatir kalau dibuat system iuran masyarakat khawatir kalau shohibul khaul tidak ridlo dan sebaiknya ala kadarnya saja. beliau kala itu punya  mobil yang masa itu orang masih bisa dihitung jari seperti niti semito kudus, bupati, dan mbah Syamsuri sendiri beliau tuan tanah punya pabrik rokok jambu kletuk dan lain-lain semua untuk perjuangan dan khidmah kepada para Habaib Dzurriyyah Nabi saw. Perjuangan beliau memang bukan dari segi harta benda saja yang di keluarkan tapi tenaga fikiran dan sepiritual yang kala itu butuh banyak kesabaran dan kebijaksanaan seperti para wali songo menghadapi masyarakat yang prural dalam kejawennya. tidak berhenti itu saja mbah Syamsuri membangun pondokan - pondokan untuk para santri yang ngaji, masa berkembang orang- orang yang ngaji tambah banyak tidak hanya orang sekitar akan tetapi dari luar daerah juga banyak bahkan ada yang dari tuban jawa timur (seorang habib). dari Cirebon (mbah syamsuri keramat) karena ketika sebelum jamaah wudlu dilihat antri mbah syamsuri Cirebon minta izin kepada mbah yai syamsuri penagon untuk wudlu pulang ke Cirebon dan sesaat sudah sampai di penagon untuk sholat berjamaah. semua yang ngaji diberi makan ceritanya setiap hari selasa perlu diingat apalagi kalau yang datang itu habaib atau syarifah penghormatannya pasti istimewa. Banyak para murid daerah seperti kudus (mbah Asrup) kerjasan yang sudah jadi sebeh karena tamunya banyak khususnya dari kalangan pejabat. seperti lagi mbah Qarnain kudus juga sampai sekarang masih ditemui mbah Syamsuri ketika ada masalah-masalah penting. dan banyak lagi seperti mbah Sahil sinanggul mlonggo yamg menjadi saksi sifat kedermawanan nya dan keramatnya mbah Syamsuri penagon.
     13. KERAMAT-KERAMAT NYA
     Keramat adalah suatu kemuliaan yang diberikan Allah swt kepada wali-wali Allah seperti mu’jizat yang diberikan kepada nabi-nabinya. Banyak ayat-ayat al qur’an yang menerangkan tentang waliyullah:
اِنَّ وَلِيَّ الله ُالَّذِيْ نَزَّلَ اْلكِتَابَ وَهُوَ َيتَوَلىَّ الصَّالِحِيْنَ   (الاَعْراَف ْ جزء 9  اية 196)                           Artinya: sesungguhnya pelindungku adalah Allah yang menurunkan Al qur’an dan dia melindungi orang-orang yang shaleh.
اَلاَ اِنَّ اَوْلِياَءَ اللهِ لاَخَوْفٌ عَليَهِمْ وَلاَهُمْ يَحْزَنوُنَ  (يونس جزء 11 اية 65)
     Artinya: ingatlah sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak ada rasa sedih.
نحَنُ اَوْلِياَءُكُمْ فِى اْلحَياَةِ الدُّنْياَ وَفِى الاَخِرَةِ (فُصِّلَتْ جزء 24 اية 31)
Artinya: Kami adalah pelindungmu didunia dan di akhirat.
اَلوَلِيُّ مَنْ يَتَوَلَّى جَمِيْعَ اَوَامِرِ اللهِ حَتَّى يَتَوَلَّى الله ُجمَيِْعَ اُمُوْرِهِ
Artinya: Wali adalah orang yang bisa menguasai (menjalani)  semua   perintah-peritah Allah sehingga Allah menguasai (menuruti) semua urusan-urusannya.  Selanjutnya pengertian keramat adalah sesuatu yang luar biasa (khowariqul adat) yang diberikan Allah kepada wali-wali atau kekasihnya seperti Allah memberikan mu’jizat kepada nabi-nabinya bedanya kalau mu’jizat tidak bisa di kasab (dicari) tapi kalau keramat sebagian ulama’ ada yang mengatakan bisa diusahakan dan ada yang tidak bisa diusahakan seperti yang diterangkan dalam kitab tuhfatul murid syarah jauhar tauhid. dan keramat  bisa keluar dengan sendirinya tanpa di sadari wali itu sendiri dan ada yang memang dikeluarkan sang wali menurut kejadian dan kebutuhan (muqtadlol hal) tentu semua dengan izin Allah swt. Perlu diingat keluarnya keramat bukan menjadi tujuan apalagi kebanggaan, tujuan beliau adalah mencari Ridlo Allah swt karena itu para wali sekiranya keramatnya keluar sendiri, beliau cepat-cepat menutupinya  karena khawatir terjadinya fitnah sekaligus menjaga kepada orang awam (mastur). selanjutnya beliau takut kepada Allah swt akan terjadi apa yang namanya ISTIDROJ (kejadian luar biasa yang keluar dari kaum fasiq).
وصاحب الكرامة لايستأنس بها بل يشتد خوفه ان ذلك استدراجا
ِِArtinya: wali itu tidak tidak membanggakan keramatnya akan tetapi dia sangat khawatir sesungguhya bila itu istidraj (jw: penglulu). Alhasil wali adalah hamba Allah yang shaleh taat semua perintah Allah dan Rasulnya melakukan semua kewajiban dan mampu mengaplikasikan secara total kesunatan -kesunatan secara istiqamah (konsisten). adanya keramat itu semata-mata fadlol dari Allah swt bila nabi itu ma’shum (terhindar dari dosa) kalau wali itu mahfudh (terjaga tidak melakukan dosa) Artinya ma’shum ialah: tidak akan dan tidak mungkin melakukan dosa dan kemakruhan kalaupun pernah melakukan kemakruhan itu sebatas masyru’ah atau perintah yang lihatkan dan diberitahukan ummat bahwa itu makruh kalau dilakukan tidak medapat pahala kalau di tinggalkan mendapat pahala alhasil khusus nabi melakukan kemakruhan seperti itu malah mendapat pahala kalau tidak diberi tahukan maka ummat tidak tahu apa itu makruh. Artinya Mahfudh: terjaga tidak melakukan dosa kalaupun terjadi pasti tanpa sengaja beliaupun cepat-cepat minta ampun (taubat) jadi seperti tidak melakukan dosa karena sudah terampuninya. kalaupun ada wali sampai melakukan dosa besar hingga mati itupun jarang sekali paling sebatas contoh dan menjadi hak prerogative Allah yang punya sifat jaiz yaitu fi’lu kulli mumkinin autarkuhu. Atau sifat qadrat iradat Allah yang ta’alluq kepada mumkinat jadi terserah Allah (la yus alu amma yuf’alu wahum yus alun) seperti kyai Barseso, Bal’an bin Baurroh dan lain sabagainya.
      Adapun kewalian mbah Syamsuri sudah masyhur dan diakui khalayak banyak termasuk habib Ali mayong. Diantara keramat-keramat beliau adalah:                                                                                 1* Bisa bertemu mbah Sayyid Thohir                                                         2* Mbah Sayyid menyebut namanya ketika   bertemu Habib Ali mayong.                                                                                                          3* Shufi, wara’, zuhud sampai mencapai ma’rifatullah.                                                            4* Mursyid Tarekat Khalwatiyyah samaniyyah dan Syathariyyah.                                                                    5* Puasa 9 tahun tanpa makan yang ada nyawanya.                                                                          6* Memberi makan ratusan santri dengan hanya satu wakul nasi (seperempat kilo gram beras rojo lele).                                                            7* Kaya dan zuhud seperti imam syadzili.                                                8* Ada orang yang selingkuh tiba-tiba kemaluan istrinya buntet atau tertutup dia bingung karena tidak bisa mengumpuli istrinya lantas sowan kepada mbah Syamsuri padahal mbah Syamsuri sudah tahu apa yang terjadi pada orang itu yaitu berdosa karena selingkuh wanita lain. setelah dia taubat, lalu mbah Syamsuri menyobek sepotong kain bersamaan sobeknya kain, sobeklah kemaluan istrinya alias sembuh.                                                              9* Faqih dan Allamah bisa beberapa bahasa walaupun tanpa sekolah kemana-mana ketika ditanyai hukum terus dijawab beserta dalil dan kitabnya.                                                                                                       10* Ngerti sebelum winarah (waskitha) Ma’rifat dan kasyaf tahu gerak-gerik Habib Ali mayong.                                                                            11* Mengetahui Habib Ali belum cebok Usai buang air kecil padahal Habib Ali sebatas pingin tahu keramat Mbah Syamsuri.                                                     12*Baiat tarekatnya di jabal qabis makkah.                                             13* Tarekatnya bisa menghalangi belanda ketika dicari dan digledah di rumahnya padahal mbah Syamsuri baru wudlu di masjid belanda tidak tahu sehingga selamat.                                                                    14* Bisa melihat penjuru arah empat yang jauh menjadi dekat ini terjadi ketika mbah kyai Ismail (keponakan dari istrinya) ingin mendapat ilmu seperti mbah Syamsuri lalu mbah Syamsuri mengajak ke masjid dan mengambil sorot atau senter kemudian di suruh menghidupkan dan melihat arah empat tapi mbah Isma’il tidak melihat apa-apa. ini menandakan beliau belum bisa berhasil. mbah Syamsuri berkata : Kuwe durung kuwat kuwe tak wenehi Sholawat lan Lahaula wala quwwata illa billahil aliyyil adhiim X 100 woco bar sholat ferdlu mengko ono dewe” maksudnya suatu ketika ada yang seperti mbah syamsuri ilmunya.                                                               15* Diberi tahlil oleh habib Aqil mayong sampai waskitha.                                                      16* Ketemu mbah buyutnya (mbah Hasan bisri) yang sudah wafat.                                           17* Disuruh minum arak tapi disabda menjadi limun.                                                                    18* ketika ada orang yang mencuri kacangnya lalu dilempari krikil batu punggungnya terus sakit membusuk sampai mati.                                                19* Ada orang yang mencuri padinya terus mbah Syamsuri terus mbah yamsuri berdoa setelah dilapori orang yang mencuri padinya“ ya Allah mboten pingin dilapuri” seketika orang itu aboh membesar badannya penuh padi.                                                                                                  20* Ada orang yang mencuri kelapanya yang masih ada dipohon seketika orang itu tangannya kaku tidak bisa digerakkan setelah minta maaf baru sembuh.                                                                                     21* Dulu saat sore-sore mbah Syamsuri duduk-duduk diteras masjid pada waktu itu juga orang - orang sama ngucul( memandikan kerbaunya kesungai) setiap sampai di depan masjid biasanya sama turun ada yang tidak turun ketahuan mbah Syamsuri beliau berkata: lho kok ora medun engko yen tutuk kidul lheh tibo” tiba-tiba orang itu jatuh beneran.                                                                                              22* Pergi haji pernah menaiki bluluk (buah kelapa yang tanpa isi).                                     23* Pernah dua kali foto mbah Syamsuri di afdruk orang lain tidak bisa.                                                                                                               24* membuat air bunga lamzau yang harum setiap 10 muharram siapa yang minum maka badannya bisa kebal dari benda tajam.                                                  25* ketika mbah Syamsuri ngaji kitab Dasuqi ala ummil barohin kepada mbah kyai Umar wergu kulon kudus (keturunan padurenan), sebelum mbah Syamsuri datang  mbah kyai memulai ngajinya akan tetapi tidak bisa membaca kitabnya entah kenapa tiba-tiba mbah Syamsuri datang mbah umar berkata : “iki opo sing marahi ora teko - teko” sesampainya mbah Syamsuri datang barulah mbah umar bisa meneruskan bacaannya.                                                                             26* Guru ngaji kitab hikam ibnu athaillah assakandary, antara lain muridnya adalah mbah KH. Basyari penggung balekambang gemiring lor seorang tokoh sufi penganut syahadatain ABAH UMAR BIN ISMA’IL BIN YAHYA PANGURAGAN CIREBON beliau pernah mengatakan mbah Syamsuri ketika berjalan ditengah hujan anehnya tidak kehujanan dengan menggenggam jari jempolnya.                                                     27* Sebagai muallif kitab ushuluddin fi fahmil aqaid.                                                                           28* Terjadi angin besar saat di talqin oleh mbah Kholil gemiring kidul sehingga mengurungkan niat untuk tidak menaqilnya terus mbah SHOLEH GLEGET MAYONG menceletus omongan” wong cah cilik marahi wong tuwo” terjadilah adu mulut kecil memang mbah Sholeh benar Cuma mbah Kholil merasa di ingatkan tidak pada tempatnya sehingga merasa malu dihadapan para pentakziyah yang waktu itu banyak dihadiri ulama’ kudus. tiba-tiba habib Ali mayong datang melerahi pertengkaran tersebut dengan berkata : wong tuwo-towo kok podo tukaran gowo rene tak talqine” kemudian akhirnya ditalqin habib Ali mayong.                                                                                       29* Berkah Ijazah Sholawat dan Lachaula wala quwwata illa billahil aliyyil adhim, ketika di baca mbah kyai Ismail diwaktu ada gencatan senjata belanda di kudus mbah Ismail selamat.                                        30* mempunyai gelar “wali ngisor gunung thorenggo”.                                                            31* Diangkat sebagai KYAI oleh mbah Sayyid Thoyyib Thohir padahal mbah Sayyid di alam barzakh.                                                                    32* Mbah qornain langgar dalem kudus mantan pejuang 45 juga sebagai modin dan masih keturunan sunan kudus pernah nyantri kepada mbah Syamsuri, sampai sekarang kalau ada masalah mbah Syamsuri masih mendatangi nya.                                                             33* Salamnya  mbah Syamsuri sampai kepada mbah Fuadi (seorang wali sepuh asal jumutan kudus) padahal mbah Fuadi lama sudah meninggal makamnya di krapyak kudus dibawah pohon pace (mengkudu) sebelah barat tanya tukang kubur” ceritanya KH. Choiruzzad : ketika itu habib Muhammad ba’aqil kudus akan menunaikan haji beliau silaturrahim kepada mbah Syamsuri untuk minta doa malah mbah Syamsuri titip salam kepada habib Muhammad untuk mbah Fuadi dengan berkata: Ndoro kulo titip salam kagem mbah Fuadi piyambake manggen ing lawang mekkah tandane mbeto sandal teklek. setelah sampai di pintu makkah benar ketemu mbah Fuadi persis dengan ciri-ciri yang disampaikan anehnya mbah Fuadi menjawab salam titipan lebih dahulu sebelum  disampaikannya.               ”walaikumussalam sampeyan entuk titipan salam mbah Syamsuri kanggo aku ra”.                                                                                                  34* Mbah Syamsuri berhasil mendidik murid-muridnya hingga berhasil dengan beberapa cara (methode) walaupun kelihatannya pelajarannya rendah malah terkadang pelajarannya kelihatannya tidak ngaji padahal melebihi ngaji karena dasar pokok semua ngaji yaitu ngajar alif ba’ ta’ jabar jir wujud qidam pijetan atau edak-edakan. dengan pijetan memijat mbah Syamsuri inilah yang dimaksud ngaji diatas ngaji sebab kulit si murid bisa menempel langsung melihat langsung sedekat-dekatnya dengan sang guru (mursyid).                                                           35* sifat zuhudnya sampai mobil jip nya di kubur diselatan masjid waktu itu yang punya mobil hanya mbah Syamsuri, rokok delima, rokok jambu kletuk, bupati dan niti semito.                                                          36* masjid mbah syamsuri yang kelihatannya kecil tetapi muat tidak kurang dari 500 santri tiap hari ada yang ngaji terutama hari senin dan kamis.                                                                                                            37* Ada orang yang sakit budek (tuli) ditiup telinganya oleh mbah Syamsuri langsung sembuh gara-gara dia mengganggu istri orang lain.                                                                                38* Ada orang minta obat disuruh mengambil degan hijau yang pohonnya doyong kebarat utara (barat laut) dan kembang kuburan menjadi isyarat yang di mintakan obat akan meninggal dan benar mereka meninggal dunia.                                                                          39* Wafatnya mbah Syamsuri di ta’ziyahi lautan manusia terutama para kyai ulama’ dan habaib sekitar tahun 1956 m.                                  40* mbah Syamsuri kalau mengobati pasien dengan membaca syahadat.                                                                                                      41* Beliau berkata: kalau ingin hidup bahagia memperbanyaklah sujud syukur sebelum shubuh dengan niat a. terima kasih atas ni’mat. b. minta ampun atas segala dosa. c. minta hajatnya di Kabul kan Allah swt.                                                                                                                    42* Wasiat mbah Syamsuri kalau kita ingin cepat naik haji maka kita harus senang membantu orang-orang yang berangkat haji (rewang-rewang). Kalau kita pingin punya anak timanglah anak orang dalam hati minta Allah supaya cepat di beri keturunan. Dan lain-lain.                                                                               43* mbah Qarnain berkata: Aku naliko haji numpak kapal mlebu ora mbayar ono kang nyegat nakoni tapi selamet sebab dituntun mbah Syamsuri (khodam).                                                                                     44* Cincin mbah Syamsuri ketika ditaruh di blumbang belakang masjid seketika air blumbang menjadi merah semua.                                            45* Cincin mbah Syamsuri keluar dari makamnya di posisi atas utara nisannya.                                                                                                      46* Pakaian mbah Syamsuri adalah serban jubah putih (pakaian para mursyid).                                                                                                      47* Foto mbah Syamsuri di tempelkan dinding dan lainnya tanpa di restui maka akan jatuh konon dulu kalau di foto tidak bisa kalau pun bisa hanya sebatas foto persyaratan administrasi haji.                                                      48* Orang jepara (dung cino) ketika akan membangun masjid sowan ke mbah Syamsuri sekaligus akan ziarah ke sunan muria setelah sampai ke mbah Syamsuri mereka di beri pesan supaya tiyang-tiyang masjid nanti di tutup atas dan bawahnya dan kamu ke muria nanti akan bisa cepat. terjadilah masjid itu dan orang-orang yang lewat berkata “masjid wali iku” itu masjid wali. Dan mereka sampai ke muria dengan waktu yang sangat singkat (thoyyul ardl).                                                            49* Mbah Syamsuri bisa masuk kedalam pohon seperti nabi Zakariyya.                                     50* Menurut naskah kyai Minhaj jebol bahwa mbah Syamsuri adalah keturunan kyai Nur Hadi (sunan pupusan pati) sampai Raden Fatah dari jalur sultan trenggono demak.   
   14. MAKAM&PEMAKAMANNYA
         Makam mbah Syamsuri bertempat di sebelah selatan mbah Sayyid Thoyyib Thohir beliau wafat menurut mbah Karni (mantan istri beliau) adalah hari kamis wage sore malam jumu’ah kliwon 12 ba’da mulud 1376 / 15 Nofember 1956. Banyak pelayat dan penta’ziayah yang mengikuti acara meninggalnya tokoh ulama’ dan waliyullah itu “inna lillahi wainna ilaihi rajiun“ beliau tidak meninggalkan keturunan hanya meninggalkan murid– murid dan orang – orang yang mencintainya kita semua merasa sangat kehilangan seorang tokoh yang menjadi tonggak kebesaran, naungan dan perlindungan dikala nestapa kita patut bersedih matinya agama matinya ilmu hilangnya ilmu adalah wafatnya ulama’ Rasulullah saw bersabda : مَنْ لَمْ يحَْزَنْ بِمَوْتِ اْلعَاِلم فَهُوَ مُنَافِقٌ  Artinya: Barang siapa tidak merasa sedih atas meninggalnya orang alim maka dia adalah munafiq . Kita tidak tahu bagaimana kehidupan setelah di tinggal beliau apakah semakin baik atau sebaliknya. Kapan dan akankah  mbah Syamsuri mbah Syamsuri muncul lagi ditengah – tengah kita kewajiban kita yang di tinggal dan yang merasa cinta kepada beliau adalah menjaga dan melestarikan kesenangan kebiasaan peninggalan  beliau dan lain sebagainya. Seperti kata maqalah : اَلمُْحَافَظَةُ عَلىَ اْلقَدِيْمِ الصَّالِحِ وَاْلاَخْذُ بِالْجَدِيْدِ اْلاَصْلَحِ   Artinya : Melestarikan amalan baik yang dilakukan ulama’ pendahulu dan mengambil yang baru  yang lebih baik.                                          Kita haturkan hadiah fatihah kepada beliau dengan niat tabarrukan wa ta’dhiman serta ikraman semoga beliau de tempat kan di dalam ridlo Allah setinggi-tingginya yaitu di dalam surganya Amin (Alfatihah……) dan semoga kita keturunan kita keluarga kita  pecinta- pecinta mbah Syamsuri  semua  diberi berkah Allah lewat asrornya berkahnya Nurnya ilmunya dan keramatnya dunia sampai akhirat amin ya rabbal alamin. Dalam acara pemakaman di hadliri para kyai masyayikh dan habaib. Ada kejadian yang sangat unik yaitu ketika mbah Syamsuri sudah dimakamkan tibalah waktu talqin awalnya yang menalqin adalah mbah Kholil gemiring kidul tiba-tiba ada sindiran ringan dari mbah Sholeh gleget mayong dengan berkata : wong cah cilik kok marahi wong tuwo“ seketika suasana menjadi hangat mbah Kholil yang tingkatannya kyai malah ada yang mengatakan wali, mendengarnya terus sedikit emosi merasa malu di ingatkan di depan orang banyak walaupun perkataan mbah Sholeh itu tidak salah cuman kurang pas saja penempatannya. waktu itu sebelum terjadi perselisihan dan perdebatan kecil, orang-orang sama tercengang hebat tiba-tiba ada angin besar sehingga kitab talqin mbah Kholil sampai bertebaran. Tibalah habib Ali mayong yang melerahi mendamaikan perselisihan tersebut dengan berkata: Wong kyai-kyai kok koyo cah cilik gowo rene tak talqine“ dan penalqin di alihkan kepada Habib Ali mayong. Selanjutnya di sebelah barat mbah Syamsuri ada makam menurut mbah Syarbini itu adalah makam Muhammad Rais ayah mbah Syamsuri sendiri dalam satu cungkup dan yang mencungkupnya adalah mbah Kardi ada yang mengatakan mbah kyai yusak bersama masyarakat.     pembangunan cungkup pertama sekitar tahun kejayaan mbah Syamsuri karena  menurut tokoh masyarakat bahwa cungkup sudah ada sejak mbah Syamsuri. Rehaban pertama pada hari selasa pon 17 - 9 -1991. Rehaban kedua pada tahun 2008 oleh bapak siroj .
      15. MAKAM BERNISAN BESAR
       Makam besar bernisan karang itu ada 12 empat didalam lingkaran bata merah. Empat berada di selatan lingkaran bata merah. Satu berada di pojok selatan (barat daya) lingkaran. Satu lagi berada di sebelah barat mbah Syamsuri dan dua di sebelah timur canggah singowijoyo. Semuanya belum diketahui siapa shahibul maqam konon yang ada di dalam lingkaran adalah keluarganya mbah mantri atau sekarang mbah muji bin kastowijoyo wallahu a’lam. Makam bercungkup ada 2. 1- makam mbah Sayyid Thoyyib Thohir. 2- makam mbah kyai Syamsuri dan ayahnya. Makam bernisan karang kecil ada 4. Dua keluarga mbah Midi dan dua keluarga mbah Idris.
16. RANDU ALAS KROPAK & PINTU MASUK
       Randu alas adalah pohon yang hidup entah berapa ratus tahun hidupnya dua pohon yang besar diapit anaknya yang kecil yang tumbuh indah di kanan kiri pintu masuk makam jalan yang utara. Pohon itu sebagai lambang kebesaran dua tokoh besar yang kuat, rindang melindungi bawahan patok-patok kecil, pohon sebagai hunian burung-burung manyar serta singgahan burung-burung besar perkutut, derkuku, gagak, platuk bawang dan lain-lain. Sungguh indah dan mengasyikkan suasana yang sejuk di terpa angin sepoi–sepoi (semilir). Pohon yang mengingatkan kita akan kematian mengingatkan desa kita tempat kembali kepada sang khaliq bila kita di tempat yang jauh kita tetap bisa melihat lambang desa kita itu (pohon randu alas) dengan jelas. Ditambah lagi dengan pohon kropak  (siwalan) yang indah apa lagi kalau diterpa angin dengan batang yang tinggi semampai. Akhir–akhir masa pohon kropak di sambar petir suatu hari randu alas selatan disambar petir suatu hari randu alas itu tumbang memporak– porandakan bagian pagar lingkar bata merah dan beberapa patok kuburan yang ada di sekitarnya tumbangnya kearah timur laut samping mbah Sayyid Thoyyib Thohir usai tumbang pohon itu di tinggalkan tidak di urusi begitu lama lambang isyarat ini ada pertanda apa ? penduduk yang menyaksikan pasti mengerti jawabannya. masa terus berlanjut selang beberapa waktu tiba–tiba sebagian masyarakat merasa membutuhkannya tidak hanya yang tumbang yang di ambil tapi semua randu alas yang lain juga di ambil di babat habis. Kita mengambil tapi kita tidak terbayang untuk menanam. Kita memanfaatkan tapi kita tidak ingat anak cucu kita untuk menghayati dan mempelajari peninggalan leluhur kita. Kita kehilangan pamor suci penggugah hati dikala sunyi peredam jiwa dikala nelangsa perekat bathin dikala terpana mengharap sentuhan dan tetesan embun kasih yang maha kuasa Allah swt.  وَضَرَبَ لَنَا مَثَلاً وَنَسِيَ خَلْقَهُ قَالَ مَنْ يُحْيِى اْلعِظَامَ وَهِيَ رَمِيْمٌ قُلْ يُحْيِيْهَا الَّذِيْ اَنْشََأهَا اَوَّلَ مَرَّةٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ (يس)    Artinya : Dan dia membuat perumpamaan bagi kami dan dia lupa kepada kejadian nya ia berkata : siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh, katakanlah ia akan dihidupkan oleh Allah yang menciptakan pertama dia maha mengetahui segala mahluk.  
    Pintu makam berdiri pada hari senin kliwon 5 sya’ban 1393 / 3 september 1973. Adapun beteng pagar pintu masuk makam itu mempunyai filosofi penting para leluhur kita sudah membuktikan secara fakta dan realita bahwa ketekunan keuletan dan ketelitiannya sangat luar biasa di banding kita. kita tahu beberapa candi di jawa gapura masjid atau pintu masuk makam para wali garapannya sangat bagus dan halus profilnya indah sekali. Dan tidak kalah pentingnya lagi kenapa Rasulullah saw setiap kali masuk pintu supaya berdo’a baik rumah, toilet, akan makan dan lain sebagainya dengan do’a yang berbeda–beda. Semua perintah Rasul saw baik yang wajib maupun yang sunnah pasti mengandung hikmah dan rahasia. Kalau kita ingkar juga juga pasti akan mendapat akibatnya . maka dari itu inilah rahasianya makam atau kuburan di balik perintah Rasulullah saw yang terdapat pada pintu-pintu makam dengan mengucapkan salam :  الَسَّّلاَمُ عَلَيْكُمْ يَادَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِيْنَ وَاِنَّااِنْشَاءَاللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ   Alkisah, Wali songo semua adalah berpredikat qutub (poros) artinya menjadi naungan oleh kaum dari segala penjuru. Dari wali songo sendiri ada porosnya poros (quthbul aqthob) atau yang di anggap sebagai ketua atau rajanya sebenarnya yang menjadi quthbul aqthob wali songo adalah MAULANA SYARIF HIDAYATULLAH (SUNAN GUNUNG JATI) akan tetapi beliau merasa ada yang lebih tua yang menjadi ketua yaitu raden Rahmatullah (sunan Ampel) kemudian mandatnya yang di amanatkan para wali songo kepada sanan gunung jati diserahkan kepada sunan ampel sampai wafatnya kemudian Sunan Gunung Jati baru menerima mandat semula menjadi Quthbul Aqthob. Sunan Gunung Jati pernah menyuguhkan Syahadat manunggal dari gurunya yaitu Syaikh DZATUL KAHFI dari RASULULLAH  SAW kepada para wali songo dan di ikuti para bangsa halus (jin). Setelah para wali songo meninggal dunia para jin berjanji akan menjaga gerbang atau pintu para wali tersebut sebagai khadam yang menghantarkan penziarah kehadapan para wali tersebut dengan cara mengucap salam dan membaca “SYAHADAT MANUNGGAL“ itupun kalau mereka punya syahadat lebih-lebih syahadat dari sunan gunung jati yaitu :  اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّالله ُوَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ  اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسلَّمْ*2 وَسَلِّمْ                                       
16. TOKOH & PENGIKUTNYA
         Tokoh adalah orang yang bisa mengemban masyarakat dengan segala kebijaksanaan dan cinta kasih sehingga terpancar pada diri orang tersebut mungkin dari ilmunya atau keturunannya terlebih dari akhlaqul karimahnya menjadi suri tauladan (uswatun hasanah) bagi semuanya jadilah orang tersebut disegani bukan ditakuti dengan kata lain mempunyai jiwa kharismatik (haibah atau kewibawaan) Allah berfirman: لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو الله َوَاْليَوْمَ اْلاَخِرَ وَذَكَرَ الله َكَثِيْرًا    Artinya : Sungguh telah ada bagi kamu semua utusan Allah yang menjadi suri tauladan bagi orang-orang yang mengharap kan Ridlo Allah dan percaya hari akhir dan selalu mengingat kepada Allah. (Al ahzab). Pengikut dan pecinta ada dua kalimat yang hubungannya sangat erat satu qadliyah yang tidak bisa dipisahkan namun namanya manusia terkadang kurang faham dan menjadi salah faham karena tidak mau mencari kefahaman tersebut dengan memahami Ayat:َ قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ الله فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ الله ُوَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ  Artinya : katakanlah (nabi Muhammad) jikalau kamu semua cinta kepada Allah maka Allah akan cinta kepada kamu semua dan memberi ampun dosa-dosamu. Maka dari itu kekurang fahaman menghayati ayat ini seseorang gampang memisah tanpa mengaplikasikan sehingga tidak bisa  berjalan secara sinkron dan bersinergis. Contohnya gampang kalau mengaku cinta kepada Allah tapi tidak mau sholat atau mau sholat tapi tidak ada rasa cinta sehingga melakukan dengan keadaan terpaksa maka tidak ada atsar di dalamnya. Contoh lagi mengaku cinta kepada Rasulullah Allah tapi tidak mau mengikuti sunnahnya baik ucapannya perbuatannya dan taqrirohnya atau lagi sering mendatangi maulid tetapi gampang menghina orang yang di cintai rasul (ulama’ para wali dan keturunannya nabi) . Contoh lagi mengaku cinta Allah tanpa cinta Rasulullah atau cinta Rasulullah tapi mengesampingkan Allah (muludan terus ora tau sholat) atau sebaliknya (jamaah sregep muludan geting)  Padahal kita tahu tanpa Rasulullah kita tidak kenal Allah misalnya mengucapkan apa-apa sing penting Allah aturan syariat diterjang semua anggapannya semua Allah sholat ditinggalkan mereka merasa hatinya sudah sholat di makkah terus bilang kepada orang lain bahwa dia sudah sholat di makkah dalam jangkauan satu dua langkah sampai makkah. Pengakuan orang akhi-akhir ini semakin merebak dan malah kelihatannya mempesona (menipu) anehnya sama-sama diikuti. mereka tidak puasa secara syariat kalau ditanya kenapa tidak puasa? Mereka menjawab yang penting hatinya puasa kan tidak perut saja yang pentig tidak mengganggu dan merugika orang lain, sebaliknya katanya puasa tapi malah ma’siat yang tak ada henti-hentinya. Jawaban ini menggiurkan apalagi ditambah ucapan sholatmu puasamu sudah di tanggung oleh sang guru maka tidak usah melakukannya tidak apa-apa pasti masuk surga. Dan sekarang ini banyak aliran-aliran seperti itu. Ini semua mereka tidak faham agama islam secara benar dan keseluruhan. Contoh kecintaan kepada Allah dan Rasulnya harus bersamaan tanpa mengesampingkan salah satu seperti anak mencintai dan menghormati orang tua serta merta harus menghormati kakek alasannya kita ada karena ada orang tua kita kenal kakek karena dikenalkan orang  tua dan kita punya orang tua tanpa adanya kakek pasti mustahil terlahir didunia karena itu keduanya sama-sama kita hormati dan kita cintai (semoga faham) contoh terakhir : kita semua pasti tahu kita bisa kenal dan cinta kepada mbah SAYYID THOYYIB THOHIR siapa yang mengenalkan? tanpa menafikan dan memungkiri sejarah yang menuntun kita adalah mbah KH. SYAMSURI jadi kalau kita merasa cinta kepada mbah Sayyid maka cintailah mbah Symsuri tanpa paksaan kalau tidak mau berarti cinta fiktif (bohong). Kalau kita ziarah kemakam mbah Sayyid tidak mau ( ingkar ) ziarah ke makam mbah Syamsuri  maka juga bohong bagaikan pergi haji ke makkah tidak mau ziarah Rasulullah SAW . Atau sebaliknya mau ziarah ke mbah Syamsuri tidak mau ziarah ke mbah Sayyid ini juga su’ul adab atau tidak tau sopan santun padahal semasa hidupnya mbah Syamsuri sangat menghormati semua Dzurriyyatir Rasul saw. Sebagai wasilahnya :   اَلُ النَّبِيّ ذَرِيْعَتِيْ وَهُمُ اِلَيْهِ وَسِيْلَتِيْ * اَرْجُوْ بِهِمْ اُعْطَى غَدًا بِيَدِي اْليَمِيْنِي صَحِيْفَتِيْ * اَهْلُ بَيْتِ اْلمُصْطَفَى الطُّهُرِ هُمْ اَمَانُ اْلاَرْضِ فَادَّكِرِ * شُبِّهُوْا بِالاْنَجُْمِ الزُّهُرِمِثْلَ مَا قَدْ جَاءَ فِى السُّنَنِ       Artinya : Keluarga nabi adalah perantaraku merakalah yang menjadi wasilahku ku mengharap kelak di hari akhir nanti mendapat buku catatan dengan tangan kanan (selamat) sebab mereka.keluarga nabi saw yang suci mereka penyelamat bumi ingatlah mereka bagaikan bintang-bintang yang bersinar terang bagaikan sesuatu yang datang dalam sunnah-sunahnya .            Adapun tokah-tokoh para pecinta dan pengikut mbah Sayyid dan mbah Syamsuri sebenarnya banyak tetapi disini kami hanya menyebutkan sebagian yang kami kenal secara langsung dan diakui masyarakat sebagai sesepuh pinisepuh (kyai atau ulama’) pertama adalah mbah Syarbini nama  lengkap Muhammad Syarbini nama lain adalah Muhammad Masyhudi, Muhammad Sulaiman akhir-akhir di tambahi dengan AMIN beliau terlahir dari orang tuanya yaitu mbah Kertosono pahing suami dari mbah nyai Sapon Di penagon sebelah barat masjid pada hari jumuah pahing 14 R. awal 1337 H.  atau 14 mulud 1849 ( wau ) bertepatan 17 januari 1919 m. menurut masyarakat setempat yang seumur beliau beliau mulai kecil adalah anak yang tekun beribadah dan mengaji suaranya bagus kalau melantunkan lagu-lagu banyak perempuan terkesima mendengarkannya beliau juga gigih dalam bekerja tanpa mengenal lelah kegemaran mengaji diteruskan hingga dewasa beliau pernah sekolah di baletengahan langgar dalem sekarang yang dinamakan TBS beliau pernah menjadi bilal mbah ARWANI di masjid KENEPAN kudus dan juga pernah menikah seorang putri depan masjid kenepan beliau pernah mengaji kitab arriyadlul badi’ah kepada mbah MA’MUN AHMAD dan pernah nyantri kepada mbah JAYADI BUNGGORO bae kudus dan pernah mondok di tempat mbah BISRI MUSTHOFA rembang dan menjadi murid mbah NUR HADI kudus yang terkenal kedigjayaannya dan dirumah menjadi murid kinasih MBAH SYAMSURI PENAGON merangkap bilal dan marbutnya. Beliau ngaji sama mbah syamsuri  kitab ALFIYYAH, MAJMU’ SYARI’AH karangan kyai Sholeh darat. Setelah dewasa beliau menikah dengan SUKINI BINTI BAKRI BIN SONGOWOJOYO janda dari Syarbini ngablak karangnongko. beliau   sebelumnya pernah menikah dengan SUMARNI ngrenteng mendapat putra satu (Selamet tapi meninggal) perkawinannya dengan Sukini mendapatkan beberapa putra yaitu Abdurrahman, Abdurrahim (wafat kecil) Tumirah (wafat) Turipah, Rumini (wafat). Dan menikah dengan sulastri mendapatkan dua anak (Rusman dan Kasmah). Setelah perjalanan yang panjang beliau tetap tekun dalam beribadah beliau disamping mengerjakan sholat fardlu juga semua sholat sunnah yang di syari’atkan beliau jalani dan ilmu kanuraganpun di lalap semua sampai doa-doanya hafal semua setiap hari membaca Al qur’an satu pekan sekali khatam setiap malam bangun sholat tahajjud jam 02.00 sampai shubuh. ini dilakukan sampai akhir hayatnya kitab-kitabnya ditaruh disamping tempat tidurnya untuk mempermudah dalam mengambilnya sekitar tahun 1987 di angkat menjadi KHOTIB berkhotbah dimasjid penagon rutin jumu’ah wage sampai tahun 1998 karena udzur dan malam sabtu kliwonnya ngaji kitab tafsir di masjid bersama masyarakat. Peninggalan kitab dan pesan-pesan beliau banyak tapi yang masih adalah :                                                                 1-Tafsiralibriz                                                                                                  2-Fathulqarib                                                                                                  3-Majmu’syari’ah                                                                                          4-Majmu’syarif                                                                                               5-Munyaturmurtaji                                                                                        6-Nurudduja                                                                                                         7-Tashilurrafiq                                                                                                8-Lubabulma’ni                                                                                                9-Kumpulan kitab  hikmah 1                                                                         10-Kumpulan kitab hikmah 2                                                                          11-Alfiyyah ibnu malik                                                                                      12-Sullamtaufiq                                                                                                  13-Arriyadlulbadi’ah                                                                                         14-Ta’limulmutaallim                                                                                       15-Alumrithi.                                                                                                 Itulah bagian dari pada kitab beliau dan pesan beliau yang sering disampaikan kepada keluarga dan orang lain adalah supaya mendawamkan (konsisten) sholat tahajjud dan baca al qur’an serta menjadi orang yang sabar biar luhur wekasane (mulia di hadapan Allah dan semua orang) . Demikian riwayat singkat tokoh pecinta dua wali Allah yang sudah mengabdika diri kepada sang wali dan masyarakat yang tak kenal lelah bermunajah mencari siraman berkah ridlo dan ampunan dari Allah swt serta syafa’at rasulullah saw. Akhirnya mendekati waktu wafatnya beliau sakit kira-kira satu bulan beliau masih tetap sholat pada hari selasa pon sudah udzur sholat tapi hari rabonya sudah bisa sholat lagi dan tepatnya hari kamis kliwon 8 MUHARRAM 1426 H. 17 FEBRUARI 2005 jam 09.00 pagi beliau telah sowan kehadlirat ilahi Allah swt. Menurut cucunya yang mendapingi ketika istikhdlor atau naza’ beliau di liputi bau harum yang mengharumkan semua ruangan. sepeninggalnya bau harum itu wafatlah beliau (mbah yai syarbini bin M. kertosono) semoga semua  amal baik nya di terima Allah dan segala dosa nya diampuni nya  dan ditempat kan disisi nya yaitu surga nya Amin. Tokoh kedua adalah mbah kyai isma’il bin umar mbah isma’il walaupun tidak ada sambung darah dari mbah syamsuri tapi beliau kerabat atau keponakan dari istri pertamanya mbah Syamsuri jelasnya Isma’il bin Sumi, Sumi adiknya mbah mur dan mbah Mur diperistri mbah Syamsuri jadi mulai kecil mbah Isma’il sudah dekat dengan mbah Syamsuri mbah Isma’il memang mengalami tamat sekolah dan ngaji mondok di kudus tepatnya di pondok kamal damaran keturunan Sunan Kudus karena beliau piawai dalam pembacaan kitab kuning seperti sullam taufiq safinatunnajah yang di ajarkan di rumah nya setelah ngaji al qur’an bersama santri-santrinya dan kitab syu’bul iman di masjid beliau terkenal kesepuhannya dalam segala hal seperti kitabnya al qur’an nya tabibnya pijat dengan minyak gorengnya ahli dalam hitungan jawa ahli pusaka barang antik sembur dan lain-lainnya beliau adalah petani yang tekun setiap hari kesawah tanpa melalaikan tugas rumah tangganya dan menjalankan perintah Allah swt. Sepeninggalnya mbah kyai Syamsuri kepemimpinan menjadi facum tibalah pemilihan kyai yang diikuti dua kandidat yaitu mbah Isma’il atas dorongan masyarakat  dan mbah Yusak atas inisiatif mbah kamituwo Kardi dan mbah Muhdlor orang dari karang aji istri Fatimah dan yang menjadi adalah mbah Isma’il yang dianggap masih keponakan mbah Syamsuri. Tapi tidak lama mbah Isma’il mengundurkan diri setelah dirundung sakit dan kenyataan setelah mengundurkan diri beliau sehat semua itu tidak lepas dari opini-opini masyarakat yang sudah terlanjur menjadi kepercayaan sebelumnya bahwa kalau yang memimpin asli orang penagon maka tidak kuat mengembannya walaupun itu tidak semua benar menurut kami bisa kuat kalau mau mendekat dengan shohibul wilayah yaitu mbah Sayyid Thoyyib Thohir dan mbah Syamsuri. Setelah itu jadilah mbah kyai Yusak yang meneruskannya. Mbah Isma’il adalah pengikut syahadatain abah Umar Cirebon lewat habib Ali mayong setelah itu ikut tharekat Naqsyabandiyah kholidiyyah mbah Arwani Kudus sampai khatam setelah itu kenal dengan para khadam tharekat seperti KH. Maulani, KH. Mansur, sampai pernah disuruh memijat dan diberi rida’ oleh KH. Mansur. Mbah Isma’il adalah seorang yang sangat hormat kepada yang lebih tua apalagi yang berpredikat ulama’ terutama ulama’ kudus dan sayang kepada yang lebih muda atau kecil pernah satu acara buka gedek (mantu) beliau yang mimpin acara do’anya disuruh yang lebih muda itulah akhlaknya yang jarang ditemukan masa sekarang. Mbah Isma’il adalah satu masa dengan mbah Syarbini lebih muda sedikit dan satu angkatan menjadi khotib di masjid penagon. Beliau aktif jama’ah shubuh dan pendukung atas peringatan khaul pertama yang di adakan pemuda penagon pada tahun 1993 m. karena memang beliau dulunya yang memperingati khaul tapi secara sederhana beliau punya murid kesayangan dua yaitu Abdurrahman dan Wardoyo samasa hidupnya sering disanjungnya. Kami pernah diberi rida’ buatannya sendiri yang sekarang masih ada. Pernah jariyah meja kecil di masjid yang buat ngaji sekarang pernah jariah kipas angin di musholla Nurul Hidayah Penagon sekarang masih ada. Kalau mustoko musholla adalah dari mbah Syarbini dan masih banyak amal beliau yang lain inilah sekilas riwayat tokoh sesepuh kita yang perlu kita ikuti prilaku dan mauidhoh hasanahnya akhirnya beliau mengalami sakit sangat berat yaitu struke dari penyakit darah tingginya yang di derita. Pada hari KAMIS PON 27 shafar 1420 H/1 juni 2000 m. beliau telah sowan kehadlirat Allah swt meninggalka kita semua pesan beliau yang masih kami ingat adalah                                                                                                                   A. apik apike wong yoiku wong nom kang lakune koyo wong tuwo, ojo dadi wong tuwo polahe koyo wong nom                                            B. merakko marang ulama’  mongko bakal selamet.                                                                        C. Aku dipesen mbah Syamsuri podo ngamalake moco sholawat lan lakhaula….x100 bar shalat mengko ono dewe maksudnya ada rahasia dibalik itu nantinya aka terjadi. Yang tau rahasia itu adalah mbah SYAMSURI sendiri semoga amal kebaikan mbah Isma’il diterima disisi Allah swt dan kekhilafannya diampuninya amin x 3. Tokoh yang ketiga adalah MBAH KH. YUSAK bin kyai basran beliau asli orang desa ngetuk yang awalnya menjadi santri mbah kyai Syamsuri dan khidmah menggembala kambingnya. Perlu diingat bahwa nabi Muhammad saw pernah menggembala kambing dan biasanya mereka-mereka penggembala kambing nanti akan menjadi pemimpin sangatlah pas dan telaten memimpin rakyat masyarakatnya. Usianya pun bertambah wajah beliau lumayan tanpan ngajinya pinter sepeninggal mbah kyai Syamsuri pada suatu beliau ru’yah atau mimpi bertemu mbah Syamsuri, mbah Syamsuri menyuruh memakai pakaian bekasnya dan ini ditafsiri beliau menjadi isyarat untuk memperistri janda mbah Syamsuri yaitu mak nyai (nyai Karni) ternyata benar mbah Karni diperistri mbah Yusak tapi tidak punya anak dan mbah Yusak meneruskan tampuk kepemimpinannya sebagai kyai masjid dan kyai masyarakat . Aktifitas beliau adalah pedagang hewan hewan sapi kerbau dan bertani dalam keluarga yang kecukupan dulu akan berangkat haji tapi hartanya dicuri orang  baru sekitar tahun 1997 beliau bisa menunaikan haji. Dalam aktifitas keagamaan sangatlah padat sebagai imam tunggal rawatib dan pernah di damping bapak haji wardoyo untuk mengurus masjid kurang lebih selama 32 tahun beliau setiap ba’dal maghrib mengajar al qur’an dan setiap tengah malam melakukan sholat tahajjud setiap malam sabtu dan pengajian ramadlan mengajar kitab adzkiya’ dan diteruskan kitab Durrotun Nasihin sampai akhir hayatnya. Beliau mempunyai jiwa sosial tinggi kalau ada orang punya hajat mantu beliau pasti datang nyumbang kalau ada orang sakit beliau bezuk tak terkecuali kami ketika masih ngaji kepada beliau sekitar umur 10 tahun kelas lima SD kami sakit tipus lama sekali dan beliau bezuk. Setelah itu beliau kena sakit setroke hingga wafat (rabo kliwon 27 ruwah 1427/20 september 2006) Pernah beliau berpesan ketika kami khatam al qur’an “supaya tetap belajar terutama ilmu fiqih dan jadilah orang sabar dan nrimo”. Semoga amal beliau diterima olah Allah swt dan kekhilafannya diampuni dan ditempatkan disurganya Amin. Tokoh yang ke empat adalah Mbah kyai Tamziz (modin) Menurut salah satu putra beliau, beliau dari ngetuk keturunan dari desa Bunggoro bae kudus. konon menjadi modin di penagon tidak sembarang orang karena belum tentu kuat beliau hampir dimakan macannya mbah Syamsuri tapi perlu diketahui bahwa mbah Tamziz itu keturunan Bunggoro menurut salah satu putranya masih ada keturunan darah biru dari mataram alhasil beliau bisa menjadi MODIN di penagon. Beliau juga menjadi khotib dan mengajar kitab taqrib pada malam sabtunya tidak lama karena beliau sudah udzur dan mengundurkan diri dari khutbahnya. Beliau mengurusi masjid sebelum mbah kyai Yusak dan pernah menjadi kyai dan itupun tidak lama, beliau sering menjadi pemimpin do’a di masjid, khajatan, selamatan terlebih dalam acara khaul mbah Sayyid Thoyyib Thohir dan mbah Syamsuri. Beliau alim dalam kitab kuning satu angkatan murid bersama mbah Syarbini mondok di bunggoro mbah JAYADI dan akhirnya beliau tetap melayani masyarakat menjadi modin sampai akhir hayatnya kami tidak sempat banyak ketemu dengan beliau karena itu kami tidak punya banyak pesan dari beliau tapi ada satu kesan yang unik dari beliau yaitu beliau adalah salah satu orang yang punya motor 75 merah pada suatu hari kami masih kecil sekitar umur belasan sempat mencoba menaiki motor tersebut tiba-tiba kami bisa mengendarainya dari itu awalnya kami bisa menaiki sepeda montor. Semoga amal baiknya diterima oleh Allah swt dan kesalahannya diampuninya amin. Tokoh yang kelima adalah mbah MUJI bin Kastowijoyo yang wafat jumu’ah legi mbah Muji adalah seorang juru kunci mbah Sayyid Thoyyib Thohir menurut cerita beliau menjadi juru kunci atas perintah mbah Kardi bin Sarmo Moreso bin Singowijoyo yang sebelumnya juru kunci adalah mbah Kardi sendiri. Mbah Muji di samping sebagai penjawab qabul bagi orang-orang yang punya hajat yang datang ziarah ke makam mbah Sayyid Thoyyib Thohir juga menjaga dan merawat makam sekitarnya selalu menjaga kebersihan tumbuh-tumbuhan bangunan dan penempatan orang-orang yang akan di kubur. Beliau menjadi perawat atau juru kunci kehidupannya serba tenang dan kecukupan walaupun kelihatan pas-pasan. Beliau menikah dua kali juga bisa mencukupi istrinya yang kami tahu semenjak beliau disuruh menjadi wakil shahibul hajat mengijab qabulkan hajat seseorang beliau masuk ke makam dengan merunduk sopan santun memang pintu makam posisi rendah filosofi dari pembuat pintu supaya penziarah tahu tatanan atau etika sowan kepada orang-orang shaleh masuk salam dan merunduk apabila pamit pulang juga merunduk sambil mundur bukan membelakanginya dan lebih baik  mencium tempatnya untuk ngalap berkah (tabarrukan). Sebelum acara di mulai beliau meletakkan bunga bawaan shahibul hajat untuk ditaruh di nisan mbah Sayyid dan yang sebagian ditaruh dimakam mbah Syamsuri. selanjutnya Beliau adalah seorang yang taat beribadah sezaman mbah Syarbini beliau pernah ketemu mbah Sayyid walaupun dalam mimpi beliau pernah mengatakan bahwa beliau keturunan dari orang-orang yang makamnya di tengah makam berbatu nisan besar-besar yang terkenal MBAH MANTRI. Akhirnya beliau udzur dan sakit sehingga wafat. Semoga amal baik beliau menjadi muhibbin ahli baiti rasulillah saw dibalas oleh Allah swt dan kesalahannya diampuninya dan tempatkan di surganya. Amin. Tokoh yang keenam adalah MBAH KARDI alias MBAH PRAPTO REJO alias MBAH M. SAMO PRAYITNO beliau dilahirkan di penagon tahun 1909 m. beliau putra mbah SARMO MORESO yang wafat kamis pon 10 syawal 1363 h/28 januari 1944 m. dan beristrikan mbah MBAH KAMIRAH yang wafat selasa kliwon 29 sya’ban 1383 h/14 januari 1964 m.    dan mbah Sarmo Moreso saudara tua kandung mbah BAKRI. Mbah Bakri punya anak mbah SUKINI istri dari mbah SYARBINI jadi mbah kardi dengan mbah Sukini adalah SEPUPU (anak ndulur). Mbah Kardi menjadi bekel (kamituwo) ketika masih muda masih sekolah SMP kira-kira umur 17 tahun tepatnya tahun 1925 sebelum merdeka dan sebelum NU lahir. Beliau dengan tulisan-tulisannya yang bagus rapi bisa menulis jawa dwipo (tulisan jowo) arab, Indonesia dan jepang kemungkinan belanda juga karena beliau sekolah dan menjadi kamituwo masih dibawah pemerintahan HINDIA BELANDA. Beliau menikah beberapa kali pertama dengan dengan mbah Mirah binti H. Abdul syukur pada hari sabtu legi tanggal 28 sapar 1858 (jimakir) / 29 shofar 1346 H/ 27 agustus 1927 M. Dikaruniai tiga anak yang dua laki-laki (kukoh atau suratno dan sareh) dan yang satu perempuan (tani). Nikah kedua dengan mbah Rasit ngetuk dikaruniai dua anak perempuan (Sukati dan Narti). Dan nikah yang ketiga dengan mbah Sari adiknya Rasit dikaruniai anak tiga (Sriatun, Sritatik, Saat). Selanjutnya mbah Kardi punya peninngalan pusaka, al qur’an stambul jimat-jimat dan buku antara lain :                                                                         1-Buku jawa dwipa (aksara jawa) tentang   tembang pucung, agama, rahasia perempuan.                                                                                           2-Buku jawa dwipa (aksara jawa) tentang kawruh sejati ditulis tahun 1948 m/ 1879 Jawa.                                                                                               3-Almanak(jawa) 3 jilid.                                                                                 4-primbon jawa peninggalan kakeknya (Singojoyo) 3 jilid.                                                        5-buku-buku jawa umum.                                      Beliau mulai menjabat kamituwo di dukuh penagon hari selasa kliwon 29 maret 1927 m. ada yang mengatakan diangkat tahun 1925 m. Beliau mengabdi kepada masyarakat kurang lebih 65 tahun. Sebagai orang yang tegas disiplin dan sangat disegani suaranya lantang berpuluh-puluh tahun mengabdi kepada masyarakat dan Negara beliau tetap rendah hati sering berkata : Aku dadi kamituwo ngene iki mung sak dermo nglakoni, dadi wong urip dadiyo wong sing sabar lan ngalah mongko luhur wekasane” selang satu tahun sebelum meninggal dunia beliau sangat rajin beramal dan beribadah kalau pergi jum’atan perginya paling awal sampai meninggal dunia. Beliau punya peninggalan doa tolak balak  بسم الله الرحمن الرحيم قل هو بليء امبولئ امبالئ كوو ويتن فراني توكغ نا لمبو فوتيه كدوغ انا جكراوغسا  رجه ايمان سلامت   Akhirnya beliau meninggal sekitar tahun 1997 semoga semua dosa dan kesalahannya diampuni oleh Allah dan amal baiknya diterima sebagai amal shaleh amin.                                 17. SILSILAH KH. SYAMSURI                                                                             Di lihat dari perangai seorang mbah Syamsuri adalah ulama’ besar ulama’ yang senantiasa takut kepada Allah swt . اِنَّمَا يَخْشَى اللهَ مِنْ عِبَادِهِ اْلعُلَمَاءُ     Artinya : Sesungguhnya dari pada hamba Allah yang paling takut kepadanya adalah ULAMA’. Maulana habib LUTHFI BIN ALI BIN YAHYA pekalongan pernah berkata : Rata-rata yang menjadi paku bumi adalah para ahli baitin nabi (para habib atau syarifah) kalau tidak pasti orang-orang yang punya cipratan darah darinya  (kyai atau ulama’) beliau-beliau adalah bagaikan kapal yang di tumpangi ummat kalau tidak dari beliau mungkin tidak akan lama menjadi kapal. Dan itu benar bahwa mbah Syamsuri adalah darah biru (darah keturunan Rasulullah dan keraton mataram) darah keturunan Rasulullah tidak akan terputus walau tertutup. Nabi saw bersabda :   كُلُّ سَبَبٍ وَنَسَبٍ مُنْقَطِعٌ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ اِلاَّ سَبَبِيْ وَنَسَِبْي   Artinya:  semua sabab dan nasab akan putus di hari qiyamat kecuali sababku dan nasabku. Inilah silsilah mbah Syamsuri selengkapnya : KH. Syamsuri bin M. Rais bin Abdul Ghani bin KH. Hasan Bisri bin marhum bin Yunus bin Nur Syahid bin Nur Hadi bin Karthi Nata bin Dandang Kumbang bin Jayaprana bin Hariyomadi bin Prawito ngerdin bin Bagus Mu’min bin Raden Trenggono bin Sultan Abdul Fattah cucu Brawijaya (sunan lawu) yang di islamkan walisongo di majapahit yang situsnya masih ada sampai sekarang di trowulan mojokerto jawa timur. Di lihat dari silsilah ini mbah Syamsuri juga keturunan mbah Sunan Kalijaga karena Sunan Prawoto (mu’min) bin Trenggono yang beristrikan R.pembanyun binti Sunan Kalijaga dari istri Dewi Sarokah binti Sunan Gunung jati. Dan bersaudara dengan Ratu Kalinyamat binti Trenggono (jepara) dan berkerabat dengan ibu Mas Semangkin anak prawoto yang menjadi putri angkat oleh Ratu Kalinyamat dan Semangkin di garwo selir oleh Panembahan Senopati. Semangkin (mayong) punya saudara namanya prihatin. Mbah syamsuri juga terkenal keturunan sunan mupusan seorang yang lahir dari makam karena beliau dalam kandungan ibunya meninggal dunia, di kubur dalam keadaan hamil tua. dan ketika besar pernah beribadah di pupus pisang. Sunan mupusan (mbah Nur Hadi) selain menurunkan di bunggoro, nglau, dan jabal khair (jebol) beliau juga keturunan pasir negarin Demak. Mbah buyutnya pasir keturunan dari mataram. Kalau mbah dari istrinya mbah Hasan Bisri dari padurenan keturunan dari candi eyang  SINGOPADON. Adapun silsilah Mursyidah thariqah mbah Syamsuri yaitu KHALWATIYYAH SAMANIYYAH terkenal di daerahnya dengan nama SYATHARIYYAH adalah: mbah KH. Syamsuri  (syaikh Muhammad Nur Hasan Thoyyib) > syaikh Muhammad Hasan Jenamin (kuanyar) > syaikh Abdurrahman > syaikh Murtadlo > Syaikh shodiqon bin umar khan > Syaikh Abdussomad bin Abdurrahman (Palembang) > Syaikh sayyid Muhammad Saman (samaniyyah) > syaikh sayyid Abdullah > syaikh sayyid mustofa bakri (khalwatiyyah) > syaikh Abdul qadir aljilani >sayyidina Ahmad Al badawi > Sayyidina Ahmad Arrifa’i > Sayyidina al imam Ilyas > Sayyidina ibnu Abbas > Sayyidina wamaulana MUHAMMAD saw > sayyidina Jibril > ALLAH SWT AZZA WAJALLA. Thariqah ini pernah akan diturunkan kepada Habib Ali Mayong Tapi habib Ali tidak berani menerimanya.                                                   18. MASJID PENAGON                                                                           Awal mulanya adanya masjid penagon  yang mendirikan adalah mbah Syamsuri yang sebelumnya belum ada. Tapi konon khabarnya sebelumnya sudah ada musholla yang didirikan mbah H. Abdul syukur masa sebelum mbah Syamsuri yaitu masa mbah Joyowongso (mertua mbah Syamsuri). Setelah mbah Syamsuri bermukim di penagon muncullah inisiatif membangun masjid disamping menjadi tempat ibadah juga untuk kegiatan keagamaan dan sebagai sentral bertemunya para tokoh masyarakat dalam membangun manusia yang agamis dalam suasana yang dinamis dan kondusif. Masjid di bangun mengalami beberapa perehaban kurang lebih lima rehaban. Pertama: sekitar tahun 1920 menurut sesepuh setempat masjid dibangun masih dengan atap welit kesulo dan kecil tapi aneh kalau hujan tidak bocor dan muat jama’ah lumayan banyak (keramat).                                      Kedua: sekitar tahun 1940 pembangunan mulai maju yang diakomodir dan dimobilisasi (diurusi) oleh mbah Isma’il mbah Syarbini dan mbah Tamziz. Masjid dibangun dengan tembok walaupun laburnya masih tanah atapnya genteng dan pintunya dari bambu waktu itulah mbah Syamsuri memegang tampuk kepemimpinan.                                             Ketiga: sekitar tahun 1960 pembangunan mulai tambah maju sejak di pegang oleh mbah kyai Yusak di tambah lantai berjobin pintunya kayu jendelanya kaca dengan kaca kembang bermimbar bermustaka ukir peninggalan mbah kyai Syamsuri. Masjid masih sejuk karena masih banyak pohon rindang tumbuh disekitarnya.                                              Keempat: sekitar tahun 1987-1990 m. pembangunan mulai pesat dan besar di pegang oleh mbah kyai Yusak didampingi H. Wardoyo. Pembangunan bertahap yang direhab belakang dulu baru yang depan. Pada waktu itu masjid sudah dibilang cukup besar dan bagus karena kemajuan bangunan sudah seperti masjid-masjid lain kaca riben hitam kayu jati berkeramik kernit dan lain-lain. Untuk masyarakat yang sebatas perdukuhan kurang lebih 300 kepala keluarga masjid sudah lebih dari cukup untuk sholat berjama’ah dan jum’atan akan tetapi kalau dilihat masyarakat yang pulang kampung setahun sekali (lebaran) kelihatannya tidak muat, terjadilah perehaban total                  kelima: sekitar tahun 2005 sampai sekarang 2012 masih belum sempurna. Semoga para muassis pendiri masjid penagon khususnya mbah Syamsuri mendapat pahala sebagai amal jariyahnya sampai akhir nanti dan para pengurusnya diberi ganjaran yang setimpal serta berkah sampai anak cucu mereka dan ahli quburnya diberi rahmat dan ampunan dari Allah swt dan diberi kenikmatan di alam quburnya sampai hari kiamat amin.                                                                                19. TRADISI MBAH SYAMSURI                                                                   Masjid Baitussalam penagon, nama Baitussalam itu nama yang baru inisiatif mbah Tamziz dan H. Wardoyo ketika itu mbah Tamziz berkata kepada anaknya H. Wardoyo” yo mesjide kok durung ono jenenge terus jenenge opo yo ? baitussalam leh wis pak“ saat itulah nama masjid dengan sebutan BAITUSSALAM padahal sebelumnya hanya disebut MASJID PENAGON masjid mbah Syamsuri. Dalam sejarah kehidupan dunia sudah diakui bahwa seni budaya dan adat istiadat suatu daerah itu tidak terlepas dari siempunya (sang pembawa budaya) apabila membawa budaya islami maka keturunan dan peninggalannya tidak terlepas atau tidak jauh dari peninggalan adat tersebut. Sebaliknya kalau membawa adat atau budaya yang bertolak belakang dengan norma-norma keagamaan maka daerah tersebut biasanya gersang dalam kehidupannya yang tanpa aturan. Dan adat yang sudah menjadi kebiasaan bisa menjadi hukum ( Al ‘adah Muhakkamah ) karena itu budaya-budaya yang sudah dirintis para pendahulu kita lebih-lebih para wali-wali Allah kita tidak gampang merubah apalagi menghilangkannya kalau kita tidak ingin kehilangan apa yang namanya berkah walaupun sepintas kelihatannya menurut syari’at islam tidak ada. Kalau bisa menambah budaya bukan menghilangkannya (Al muhafadhotu Alalqadimissholih Wal ahdzu bil jadidil Ashlah) melestarikan budaya yang sudah baik dan mengambil yang lebih baik dari yang baru (beristifadah). Antara kebiasaan yang dilakukan mbah syamsuri adalah :                                                                 1@ Sholat memakai pakaian serban jubah.                                                      2@ Mengaji, mengajar dan suka menghormati tamu terutama para habaib.                                                                                                             3@ Maulid dengan terbang papat yang masih exis sampai sekarang.                                                  4@ Ziarah, silaturrahim dan memperingati peringatan khaul.                                                    5@ Wejangan atau gemblengan 10 syuro dengan air kembang lamzau.                                6@ Sedekah bumi.                                                                                              7@ Sedekah sungai yang punya piaraan hewan terutama kerbau yang sering dimandikan disungai.                                                                      8@ Barikan qubur dan lain-lain. Alhasil kehidupan masyarakat setempat melekat dari kebudayaan para leluhurnya. Seperti orang-orang pesisir pantai yang agamanya masih kuat, karena dipesisir tersebut adalah pintu penyebaran agama islam masuk sampai kenusantara.                                                                                       20.PENUTUP                                                                                        Demikianlah sejarah ringkas “ASSAYYID THOYYIB THOHIR” Dan “MBAH KH. SYAMSURI PENAGON” sejarah yang penting sekali untuk perlu dipahami dimengerti dan dihayati oleh setiap muslim umumnya dan bagi masyarakat setempat khususnya tidak hanya dari segi-segi nilai kesejarahannya melainkan bagaimana para generasi sekarang ini mewujudkan tanggung jawabnya menghidupkan terus obor, pamor dan ruh perjuangan kedua beliau ini disertai kebijaksanaannya yang kondisional (tawazun, tawasuth, tasamuh). Sehingga agama islam semakin harum semerbak hidup dalam dalam qalbu dan prilaku kehidupan setiap muslim bermasyrakat, berbangsa dan bertanah air. Buku kecil ini masih dalam tahap penyempurnaan (revisi) sehingga masih banyak riwayat atau sejarah mengenahi kedua beliau ini yang belum dapat dibahas dan ditulis di buku ini, untuk itu saya mohon do’a restu dan dukungan serta masukannya kepada para pembaca semoga penulis dapat menyempurnakan buku ini. Dan kepada semua fihak yang telah memberikan bantuan untuk terleksananya penyusun buku ini tak lupa kami sampaikan banyak terima kasih.  Semoga Allah senantiasa memberikan bimbingan dan berkah serta manfa’at kepada kita semua Amin.                                   Penyusun
                                                                                                      
   DAFTAR PUSTAKA (MARAJI’)                                                                  1- Al qur’an terjamahan depag Ri Jakarta                                                      2-  Annurul jaly (manaqib syaikh syadzili).                                                3- Allujjainudani (manaqib syaikh Abdul       qadiraljilani).                                                        4- Kamus yunus.                                                                                                 5- Kamus popular Depag Jakarta.                                                                6- Sejarah syaikh Kholil bangkalan Madura.                                                                7- Lampiran silsilah KH. syamsuri penagon.                                                              8- kitab Azdziba Al berzanji.                                                                       9- Lampiran silsilah kyai Minhaj jebol.                                                           10- Buku sejarah sunan Prawoto.                                                                     11-Kitab Faroidussaniyyah (KH. Sya’roni).                                                    12- Fatwa habib Hasan bin ali assyihab.                                                        13- Fatwa habib Ahmad bin ali alkaf.                                                        14- Fatwa habib Ahmad bin hasan aljufri                                                                          15-Fatwa habib Umar bin Ahmad Al muthohar.                                                          16- Fatwa Habib Luthfi bin Ali bin Yahya.                                                    17- Fatwa habib Idrus alkaf.                                                                            18- Fatwa Syarifah alwiyyah alydrus.                                                           19- Fatwa KH. Ma’ruf Asnawi.                                                                      20- Fatwa KH. Ali Mansur.                                                                           21- Fatwa KH. Basyari penggung.                                                             22- Fatwa KH. Khoiruzzyad turaikhan.                                                        23- Fatwa KH. Qornain langgar dalem.                                                    24- Fatwa KH. Ibnu Sahil sinanggul.                                                         25- Fatwa KH. Yusak bin Basran.                                                               26- Fatwa Mbah yai Isma’il bin umar.                                                      27- Fatwa mbah yai  Syarbini.                                                                    28- Fatwa mbah Abdurrahman syarbini.                                                  29- Fatwa sesepuh tokoh masyarakat.                                                      DAFTAR ISI:                                                                                                    1-Muqaddimah.                                                                                                  2-Nama cikal bakal.                                                                                            3-Siapa assayyid thoyyib thohir.                                                                 4-Semasa hidup nya.                                                                                           5-Masa perjuangan nya.                                                                               6-Beberapa keramat nya.                                                                                7-Makam assayyid thoyyib thohir.                                                                8-Nama KH. Syamsuri penagon.                                                                    9-Siapa KH.Syamsuri penagon.                                                                      10-Semasa hidup nya.                                                                                      11-Masa perjuangan nya.                                                                              12-Beberapa keramat nya.                                                                                13-Makam dan pemakamanya.                                                                 14-Makam besar bernisan karang.                                                                  15-Randu alas kropak dan benteng.                                                            16-Tokoh pecinta dan pengikutnya.                                                              17-Silsilah nasab dan gurunya.                                                                     18-Masjid penagon dan perubahannya.                                                       19-Tradisi dan kebudayaannya.                                                                      20-Penutup.                                                                                                           21-Daftar pustaka.                                                                                             22-Profil tentang penulis.                                                                                FOTO                                                                                         Nur.Amin                                                          Ayah: Abdurrahman bin Muhammad syarbini bin Kertosono.                                                              Ibu: Marsih binti Giri bin Munsyarif. Adalah penulis buku sejarah “Assayyid Thoyyib Thohir & KH. Syamsuri Penagon” Dilahirkan pada hari selasa kliwon 2 besar 1906 (jim akhir) atau 3 Dzulhijjah 1394 H. atau tanggal 17 Desember 1974 TU. Di dukuh penagon Rt1/6 kecamatan Nalumsari kabupaten jepara 59466 jawa tengah. Berdomisili di kajeksan No: 78 Rt2/2 kota kudus 59314. Riwayat pendidikan lulus SD tahun 1986, lulus madin Sabilul Huda Nalumsari tahun 1990, lulus MI qudsiyyah kudus tahun 1991 (hanya setahun), lulus MTS Qudsiyyah kudus tahun 1995, lulus MA Qudsiyyah kudus tahun 1998 dan Khidmah di madrasah qudsiyyah kudus tahun 2000 sampai sekarang, khidmah di ma’had qudsiyyah kudus tahun 2011 sampai sekarang, khidmah di madrasah Diniyyah Nalumsari tahun 1997 sampai sekarang, khidmah dan mendirikan musholla Nurul Hidayah tahun 1996, khidmah Al qur’an di rumah ustadz Abdul Alim tahun 1989-1990, mondok di Damaran takhasshus alqur’an KH. Nur muttaqin tahun 1991-1996, dirumah KH. Sya’roni Ahmadi tahun 1996-1997, dimasjid dan dirumah KH. Mansur maskan tahun 1997, dirumah KH. Ulil Albab Arwani tahun 1997. Dimasjid KH. Yusak tahun 1987-1988. Dirumah mbah yai Syarbini tahun 1986-1989. Ngaji kitab Syarqawi ‘ala hud-hud, Hikam, Kifayatul atqiya’, Irsyadul ibad, Dasuqi ala ummil barohin, Tuhfatulmurid kepada KH. Turaichan ajhuri kudus. Ngaji kepada guru sepuh di Qudsiyyah mbah Ma’ruf Asnawi (Uqudul juman & Ghoyatul wusul). Mbah Syaroni Ahmadi (Faroidussaniyyah, Ilmul qiroat dan Faidlul asani qiro’at sab’ah). Mbah Yahya arif (Zed dan Tuhfatulmurid). Mbah Ma’ruf Irsyad (Tuhfatulmurid). Mbah Yasin (Falak,Abi jamroh). Yai Halim ma’ruf (Balaghoh Ma’ani, Ibnu aqil, Qira’atul Arabiyyah, Insya’). Yai Nadjib Hassan (Tafsir Jalalain). Yai Saifuddin (Balaghoh Badi’, Arudl dan Falak). Yai Hamid (Balaghoh Bayan, Abi jamroh, Tahrir dan Qurratul uyun Ramadlanan). Yai Hafidh Syathori (Uqudul juman). Yi Fathur Rahman (Bahasa Inggris dan Ilmu Jiwa). Dan para asatidz lainnya. Pernah ikut organesasi ANSHOR tahun 1989, IPNU tahun 1990, penataran P4 tahun 1992, NU ranting nalumsari tahun 1996-1997, wakil katib syuriyyah NU Ancab Nalumsari tahun 1998-2005, ketua LBM (lembaga Bahsul Masail) Ancab Nalumsari tahun 2006 sampai sekarang.                                                                                                          Istri: Istiqomah binti Rif’an bin masijan bin Kasturo.                                                        Anak: Hayyin Najah Janiyya & Hababah Muqtafiya.                                                   Hobbi: Semua Seni dan baca buku.                                                         Visi & Missi: Hidup yang lebih baik dari yang kemarin selalu beristifadah bertafaqquh fiddin berusaha lebih bisa bermafaat kepada orang lain. Selalu dalam  Ridlo Allah, cinta Rasulullah saw, bakti kepada orang tua, guru dan melaksanakan perintahnya dan menghindari semua larangannya.

Tidak ada komentar: