(30) NURUL 'A'YUN

36 Karya Tulis Nur Amin Bin Abdurrahman:
(1) Kitab Tawassulan Washolatan, (2) Kitab Fawaidurratib Alhaddad, (3) Kitab Wasilatul Fudlola', (4) Kitab Nurul Widad, (5) Kitab Ru'yah Ilal Habib Luthfi bin Yahya, (6) Kitab Manaqib Assayyid Thoyyib Thohir, (7) Kitab Manaqib Assyaikh KH.Syamsuri Menagon, (8) Kitab Sholawat Qur'aniyyah “Annurul Amin”, (9) Kitab al Adillatul Athhar wal Ahyar, (10) Kitab Allu'lu'ul Maknun, (11) Kitab Assirojul Amani, (12) Kitab Nurun Washul, (13) Kitab al Anwarullathifah, (14) Kitab Syajarotul Ashlin Nuroniyyah, (15) Kitab Atthoyyibun Nuroni, (16) Kitab al 'Umdatul Usaro majmu' kitab nikah wal warotsah, (17) Kitab Afdlolul Kholiqotil Insaniyyahala silsilatis sadatil alawiyyah, (18) Kitab al Anwarussathi'ahala silsilatin nasabiyyah, (19) Kitab Nurul Alam ala aqidatil awam (20) Kitab Nurul Muqtafafi washiyyatil musthofa.(21) KITAB QA'IDUL GHURRIL MUCHAJJALIN FI TASHAWWUFIS SHOLIHIN,(22) SHOLAWAT TARBIYAH,(23) TARJAMAH SHOLAWAT ASNAWIYYAH,(24) SYA'IR USTADZ J.ABDURRAHMAN,(25) KITAB NURUSSYAWA'IR(26) KITAB AL IDHOFIYYAH FI TAKALLUMIL ARABIYYAH(27) PENGOBATAN ALTERNATIF(28) KITAB TASHDIRUL MUROD ILAL MURID FI JAUHARUTITTAUHID (29) KITAB NURUL ALIM FI ADABIL ALIM WAL MUTAALLIM (30) NURUL 'A'YUN ALA QURRATIL UYUN (31) NURUL MUQODDAS FI RATIBIL ATTAS (32) INTISARI & HIKMAH RATIB ATTAS (33) NURUL MUMAJJAD fimanaqibi Al Habib Ahmad Al Kaff. (34) MAMLAKAH 1-25 (35) TOMBO TEKO LORO LUNGO. (36) GARAP SARI

Minggu, 29 Juli 2012

RAHASIA ANGGOTA TUBUH


Rahasia Anggota Tubuh Menurut Islam 1 Agustus 2011
Rahasia Anggota Tubuh dari Kepala Hingga Kaki
. Rahasia wajah tampan .
Rasulullah saw bersabda:
إنَّ الله لا ينظرُ إلى صُورِكُم وأموالِكم ، ولكن ينظرُ إلى قلوبكم وأعمالكم. (م)
“Sesungguhnya Alloh tidak melihat kepada rupa kalian atau harta kalian , akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian.” HR Muslim dari hadits Abu Hirr ra.
Yang dimaksud dengan “melihat” di sini adalah nazhrul I’tibar (menilai/menganggap). Syaikh Ibnu Daqiqil ‘ied menegaskan, “Maksudnya, pembalasan dari Alloh Swt tidak disesuaikan kepada rupa atau harta kita, tetapi berdasarkan hati dan amal kita.”
Syaikh Ibnu Rajab al-Hanbali menegaskan, “Bisa jadi seseorang yang rupanya menawan dan hartanya melimpah, akan tetapi hatinya rapuh tanpa taqwa. Sementara ada orang lain yang tidak menarik sama sekali dari segi dunia akan tetapi hatinya meluap-luap dipenuhi ketaqwaan kepada Alloh Swt. Orang kedua ini tentu yang dinilai mulia oleh Alloh Swt.” Meskipun penduduk di atas muka bumi memandangnya dengan pandangan hina karena kefakirannya dan keburukan wujud lahirnya.
Syaikh Ibnu Rajab melanjutkan, “Bahkan demikianlah biasanya! Orang yang mewah di dunia, lebih sering adalah calon penghuni neraka, sementara orang yang dinilai rendah dan remeh di dunia lebih sering merupakan penghuni jannah. Hal ini dapat dimengerti dari hadits shahih berikut:
كَمْ مِنْ أَشْعَثَ أَغْبَرَ ذِى طِمْرَيْنِ لاَ يُؤْبَهُ لَهُ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لأَبَرَّهُ مِنْهُمُ الْبَرَاءُ بْنُ مَالِكٍ.
“Betapa banyak orang yang berambut kumal, berdebu, mengenakan dua pakaian yang lusuh, dan tidak dipedulikan (oleh orang lain), namun bila dia bersumpah dengan nama Alloh niscaya Dia memuluskan sumpahnya. Termasuk dari mereka adalah Bara` bin Malik.” HR Turmudzi & Ahmad dari hadits Anas ra; hadits shahih li ghairihi.
Maka dari itu ulama` menasihatkan:
لاَ عِبْرَةَ بِحُسْنِ الظَّاهِرِ وَ زُخْرُفِ الِّلسَانِ مَعَ خُبْثِ الْجِنَانِ. (الفيض القدير 5 / 49)
“Tidaklah berarti keindahan lahir dan kefasihan lidah yang disertai dengan busuknya hati.”
. Rahasia rambut .
Rasulullah saw bersabda:
لاَ تَنْتِفُوا الشَّيْبَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَشِيبُ شَيْبَةً فِى الإِسْلاَمِ إِلاَّ كَانَتْ لَهُ نُورًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ/إِلاَّ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِهَا حَسَنَةً وَحَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً.
“Janganlah kalian mencabut uban. Tiadalah seorang muslim beruban di masa Islam, melainkan uban itu menjadi sinar di hari kiamat kelak.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Melainkan Alloh mencatat satu kebaikan dan menggugurkan satu kesalahan (dosa) untuk setiap satu ubannya.” HR Abu Dawud dari hadits ‘Amr bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya. Menurut Syaikh Munawi dalam at-Taisir, isnadnya shalih (baik). Syaikh al-Arna’uth menilai hadits ini shahih lighairihi.
Orang yang beruban mendapat kehormatan yang telah direkomendasikan oleh Nabi saw dalam hadits shahih berikut:
إِنَّ مِنْ إِجْلَالِ الله إِكْرَامَ ذِي الشَّيْبَةِ الْمُسْلِمِ وَ حَامِلِ الْقُرْآنِ غَيْرِ الْغَالِي فِيهِ وَ الْجَافِي عَنْهُ وَ إِكْرَامَ ذِي السُّلْطَانِ الْمُقْسِطِ.
“Sesunguhnya termasuk dari pengagungan kepada Alloh ialah menghormati orang tua, pengemban Al-Qur’an yang tidak berlebih-lebihan padanya tetapi bukan pula orang yang menjauh darinya, serta memberikan penghormatan kepada penguasa yang adil”. HR Abu Dawud dari hadits Abu Musa ra; hadits hasan.
. Rahasia mata .
Rasulullah saw bersabda:
إِسْتَعِيْذُوْا بِاللهِ تَعَالَى مِنَ الْعَيْنِ, فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ.
“Berlindunglah kepada Alloh Ta’ala dari mata, sebab mata itu adalah sesuatu yang bisa benar-benar terjadi.” HR Hakim dari hadits ‘Aisyah ra. Menurut Hakim, hadits ini shahih ‘ala syarthi Syaikhain.
Hadits ini cukup membingungkan sebagian ikhwan, akan tetapi kiranya hadits shahih berikut akan memperjelas apa yang dimaksud dengan “mata itu benar-benar terjadi”:
أَبو أُمَامَةَ بْن سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ يَقُولُ: اغْتَسَلَ أَبِي سَهْلُ بْنُ حُنَيْفٍ بِالْخَرَّارِ فَنَزَعَ جُبَّةً كَانَتْ عَلَيْهِ وَعَامِرُ بْنُ رَبِيعَةَ يَنْظُرُ قَالَ وَكَانَ سَهْلٌ رَجُلًا أَبْيَضَ حَسَنَ الْجِلْدِ قَالَ فَقَالَ لَهُ عَامِرُ بْنُ رَبِيعَةَ مَا رَأَيْتُ كَالْيَوْمِ وَلَا جِلْدَ عَذْرَاءَ [لم توطأ/لم تثقب] قَالَ فَوُعِكَ سَهْلٌ مَكَانَهُ وَاشْتَدَّ وَعْكُهُ فَأُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأُخْبِرَ أَنَّ سَهْلًا وُعِكَ وَأَنَّهُ غَيْرُ رَائِحٍ مَعَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَأَتَاهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرَهُ سَهْلٌ بِالَّذِي كَانَ مِنْ أَمْرِ عَامِرٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَامَ يَقْتُلُ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ أَلَّا بَرَّكْتَ إِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ تَوَضَّأْ لَهُ فَتَوَضَّأَ لَهُ عَامِرٌ فَرَاحَ سَهْلٌ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ بِهِ بَأْسٌ. (طأ) [وعك فلان: أصابه ألم من شدة التعب]
Abu Umamah bercerita, “Bapakku, Sahl bin Hunaif mandi di Kharrar maka dia melepas jubah yang dia pakai, sementara ‘Amir bin Rabi’ah memandanginya. Sahl memang lelaki berkulit putih dan indah menawan. Maka ‘Amir bin Rabi’ah berkomentar, “Belum pernah aku melihat seperti yang kulihat hari ini, bahkan tidak pula kulit seorang gadis perawan. Tiba-tiba Sahl langsung sakit di tempat, dan sakitnya semakin menjadi-jadi. Maka Rasulullah saw didatangi dan diberitahu, “Sahl sakit dan tidak dapat pulang bersama Anda wahai Rasulullah.” Maka beliau mendatanginya dan Sahl mengabari beliau perihal kejadian yang dilakukan oleh ‘Amir. Maka Rasulullah saw bersabda, “Dengan dasar apa seseorang dari kalian membunuh saudaranya? Mengapakah Anda (wahai ‘Amir) tidak mendoakan keberkahan? Berwudhulah Anda untuk Sahl .” Maka ‘Amir pun berwudhu untuk Sahl, lalu Sahl dapat pulang bersama Rasulullah saw seolah-olah tidak ada apa-apa. HR Malik; hadits shahih.
. Rahasia hidung .
Rasulullah saw bersabda:
إِذَا اسْتَيْقَظَ أُرَاهُ أَحَدُكُمْ مِنْ مَنَامِهِ فَتَوَضَّأَ فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلَاثًا فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَبِيتُ عَلَى خَيْشُومِهِ. (خ)
“Bila seseorang dari kalian bangun dari tidurnya lalu berwudhu maka hendaklah dia melakukan istintsar (mengeluarkan air dari hidung; setelah istinsyaq) sebanyak 3 kali, sebab setan bermalam di lubang hidungnya.” HR Bukhari dari hadits Abu Hirr ra.
. Rahasia telinga .
Ada diriwayatkan:
إِذَا جَعَلْتَ إِصْبَعَيْكَ فِي أُذُنَيْكَ سَمِعْتَ خَرِيْرَ الْكَوْثَرِ . ( قط. موضوع )
“Bila Anda meletakkan kedua jari Anda pada kedua telinga Anda, niscaya Anda dengar suara air mengalir telaga Kautsar .” HR Daraquthni; hadits MAUDHU’ (PALSU).
Menurut Syaikh Ibnul Atsir, maksudnya adalah suara yang semisal
dengan suara air mengalir di telaga Kautsar. Jadi bukan suaranya yang sebetulnya. Namun sekali lagi, hadits ini palsu. Jadi tidak perlu dibicarakan lebih lanjut secara detail.
. Rahasia pipi .
Melihat orang berpipi masuk ke dalam, pasti komentar yang keluar adalah “Betapa kurusnya Anda.” Hal senada pernah dilontarkan kepada salah seorang ulama`, namun dengan tenang penuh wibawa dia menjelaskan, “Kulihat kuda yang dapat berlari kencang adalah kuda yang telah dikuruskan; bukan kuda yang gemuk dagingnya.” Maksud beliau, badan kurus biasanya terasa lebih ringan untuk melakukan ibadah. Maka termasuk suatu kelebihan bila Anda berbadan tambun namun giat dan dahsyat melakukan shalat tahajud di saat mata-mata terlelap. Orang gemuk hendaknya berhati-hati, sebab ada hadits shahih berikut ini:
إِنَّهُ لَيَأْتِى الرَّجُلُ الْعَظِيمُ السَّمِينُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَ يَزِنُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ وَقَالَ اقْرَءُوا ( فَلاَ نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا ).
“Sesungguhnya akan datang seorang lelaki yang besar lagi gemuk di hari kiamat, namun di hadapan Alloh timbangannya tidak lebih berat daripada sayap seekor nyamuk.” Beliau bersabda, “Silakan baca ayat (yang artinya): “Maka Kami tidak menegakkan timbangan bagi mereka di hari kiamat kelak. ” Muttafaqun ‘alaih dari hadits Abu Hirr ra.
. Rahasia mulut .
Siapa nyana ternyata mulut bisa menyebabkan ridha Alloh Swt. “Bila untuk berdzikir tentunya!” demikan komentar seorang ikhwan. “Tidak harus!” kata ikhwan yang lain. “Bahkan untuk ‘permainan’ bisa jadi meridhakan Alloh Swt juga. Dalam Riyadhus Shalihin tentang pembahasan mu’amalah dengan istri, Syaikh Nawawi mengutip sebuah hadits shahih yang menunjukkan bolehnya/baiknya pasutri saling menyuapi makanan (dulang-dulangan, Jw.), yaitu:
إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً إِلاَّ أُجِرْتَ عَلَيْهَا ، حَتَّى اللُّقْمَةَ تَرْفَعُهَا إِلَى فِى امْرَأَتِكَ.
“Sesungguhnya Anda tidak menginfakkan apapun melainkan pasti diberi pahalanya, hingga suapan yang Anda angkat ke mulut istri Anda.” Muttafaqun ‘alaih dari hadits Sa’d bin Abi Waqqash ra.
Hadits ini dapat dipaham memberi makan kepada istri (meskipun istri memakannya sendiri tanpa disuapi oleh suami), namun bisa juga dimaknai menyuapkan makanan ke mulut istri. Sebagian sahabat ketika mendengar hadits semisal ini, dia pulang lalu menyuapi istrinya. Istrinya heran, maka dia jelaskan bahwa Nabi saw menyabdakan hal itu. Maka wahai ikhwan kami yang telah beristri, jangan sekali-kali seumur hidup keluarga Anda tidak pernah dihiasi dengan sunnah Nabi yang mulia ini.
. Rahasia bibir .
Ada diriwayatkan hadits yang unik: أَكْثِرُوا ذِكْرَ اللهِ حَتَّى يَقُولُوا : مَجْنُونٌ.
“Perbanyaklah dzikir kepada Alloh hingga mereka menganggapmu gila.”
HR Ahmad; hadits DHA’IF.
Kata Syaikh Munawi, al-Hafizh menilai hadits ini hasan. “Penilaian hasan tersebut justru tidak hasan (tidak baik),” tolak Syaikh al-Albani. Sebab dalam sanadnya terdapat rawi bernama Darrâj Abus Samh, yang dikenal banyak membawa hadits-hadits mungkar. Syaikh Dzahabi menukilkan beberapa contoh hadits mungkarnya, dan hadits di atas adalah salah satunya! (Adh-Dha’ifah 517)
Kiranya cukup bagi kita untuk senantiasa menggerak-gerakkan bibir dengan dzikir meskipun orang-orang merasa aneh dari hal itu, sebuah hadits shahih berikut ini:
َانّ رَسُول اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا صَلَّى هَمَسَ شَيْئاً لاَ نَفْهَمُهُ وَلاَ يُحَدِّثُنَا بِهِ – قَالَ – فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « فَطِنْتُمْ لِى ». قَالَ قَائِلٌ نَعَمْ. قَالَ « فَإِنِّى قَدْ ذَكَرْتُ نَبِيًّا مِنَ الأَنْبِيَاءِ أُعْطِىَ جُنُوداً مِنْ قَوْمِهِ فَقَالَ مَنْ يُكَافِئُ هَؤُلاَءِ أَوْ مَنْ يَقُومُ لِهَؤُلاَءِ ». أَوْ كَلِمَةً شَبِيهَةً بِهَذِهِ شَكَّ سُلَيْمَانُ قَالَ « فَأَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ اخْتَرْ لِقَوْمِكَ بَيْنَ إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ أُسَلِّطَ
عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ أَوِ الْجُوعَ أَوِ الْمَوْتَقَالَ – فَاسْتَشَارَ قَوْمَهُ فِى ذَلِكَ فَقَالُوا أَنْتَ نَبِىُّ اللَّهِ نَكِلُ ذَلِكَ إِلَيْكَ فَخِرْ لَنَا. قَالَ فَقَامَ إِلَى صَلاَتِهِ – قَالَ – وَكانُوا يَفْزَعُونَ إِذَا فَزِعُوا إِلَى الصَّلاَةِ قَالَ – فَصَلَّى قَالَ أَمَّا عَدُوٌّ مِنْ غَيْرِهِمْ فَلاَ أَوِ الْجُوعُ فَلاَ وَلَكِنِ الْمَوْتُ. قَالَ فَسُلِّطَ عَلَيْهِمُ الْمَوْتُ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَمَاتَ مِنْهُمْ سَبْعُونَ أَلْفاً فَهَمْسِى الَّذِى تَرَوْنَ أَنِّى أَقُولُ اللَّهُمَّ يَا رَبِّ بِكَ أُقَاتِلُ وَبِكَ أُصَاوِلُ [سطا عليه ليقهره] وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ.
Rasulullah saw bila selesai shalat beliau berbisik dengan sesuatu yang kami tidak pahami dan beliau tidak memberitahu kami mengenainya. (Lalu setelah ditanya) beliau menjawab, “Apakah kalian mengetahui hal itu?” Seseorang menjawab, “Ya.” Beliau menjawab, “Aku teringat seorang nabi yang dianugerahi beberapa tentara (yang besar) dari kaumnya, hingga dia (merasa bangga) dan berkata, “Siapa yang mampu menandingi mereka atau melawan mereka?” Atau kalimat yang semisal itu (Syaikh Sulaiman ragu). Maka Alloh pun mewahyukan kepadanya: Pilihlah untuk kaummu salah satu dari 3 pilihan, 1) Aku menjadikan musuh dari luar (non muslim) berkuasa atas mereka, 2) Mati kelaparan, atau 3) Mati mendadak.” Maka dia pun bermusyawarah dengan kaumnya, maka mereka menjawab, “Anda adalah nabi Alloh, maka semua pilihan itu terserah Anda, silakan tentukan pilihan Anda untuk kami.” Maka dia pun berdiri melakukan shalat –memang kebiasaan mereka bila dikejutkan atau takut sesuatu, mereka segera melakukan shalat-. Nabi itu lantas berdoa, “Adapun musuh dari luar, maka janganlah. Adapun lapar, jangan pula. Akan tetapi kematian saja.” Maka kematian pun merenggut mereka selama 3 hari, hingga mencapai 70.000 orang dari mereka. “Jadi bisikanku yang kalian ketahui itu adalah aku berdoa: Ya Alloh wahai Rabbku, sesungguhnya aku berperang hanya dengan (bantuan)–Mu, dan hanya dengan-Mu pula aku menyergap/menyerang, dan tiada daya serta kekuatan selain dengan (bantuan)-Mu.” HR Ahmad, dengan sanad shahih ‘ala syarthi Muslim.
. Rahasia lidah .
Rasulullah saw bersabda:
إِذَا أَصْبَحَ ابْنُ آدَمَ فَإِنَّ الأَعْضَاءَ كُلَّهَا تُكَفِّرُ اللِّسَانَ فَتَقُولُ اتَّقِ اللَّهَ فِينَا فَإِنَّمَا نَحْنُ بِكَ فَإِنِ اسْتَقَمْتَ اسْتَقَمْنَا وَإِنِ اعْوَجَجْتَ اعْوَجَجْنَا.
“Bila anak Adam masuk pagi hari, maka semua anggota badannya menunduk-nunduk kepada si lidah lalu berkata kepadanya, “Bertaqwalah kepada Alloh dalam hal kami, sebab tiada lain kami tergantung Anda; bila Anda lurus kami pun lurus, dan bila Anda bengkok maka kami pun bengkok pula.” HR Turmudzi dari hadits Abu Sa’id ra; hadits hasan.
. Rahasia tangan .
Rasulullah saw bersabda: لاَ تَبْسُطْ يَدَكَ إِلاَّ إِلَى خَيْرٍ !!!
“Jangan Anda hamparkan (pergunakan) tangan Anda kecuali kepada kebaikan!” Sebuah kisah indah menyebutkan:
عَنْ أَسْوَدَ بْنِ أَصْرَمَ الْمُحَارِبِيِّ قَالَ : قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللهِ أَوْصِنِي . قَالَ : أَمْلِكْ يَدَكَ . قَالَ : فَمَا أَمْلِكُ إِذَا لَمْ أَمْلِكْ يَدِي ؟ قَالَ أَمْلِكْ لِسَانَكَ . قَالَ : قُلْتُ : فَمَا أَمْلِكُ إِذَا لَمْ أَمْلِكْ لِسَانِي . قَالَ : لاَ تَبْسُطْ يَدَكَ إِلاَّ إِلَى خَيْرٍ وَ لاَ تَقُلْ بِلِسَانِكَ إِلاَّ مَعْرُوفًا.
Aswad bin Ashram al-Moharibi bercerita, “Aku berlata: Wahai Rasulullah, berwasiatlah kepadaku.” Beliau bersabda, “Kuasailah tanganmu.” Kukatakan, “Apa yang harus kukuasai bila aku tidak bisa menguasai tanganku?” Beliau bersabda, “Kuasailah lisanmu.” Kukatakan, “Apa lagi yang harus kukuasai bila aku tak mampu menguasai lidahku?” Beliau berwasiat, “Jangan Anda hamparkan tangan Anda kecuali kepada kebaikan, dan jangan mengucapkan dengan lidah Anda kecuali kebaikan pula.” HR Abu Nu’aim; hadits hasan lighairihi.
. Rahasia dubur .
Siapa sangka bahwa DUBUR bisa menjadi penyebab KUFUR?! Sungguh itu benar, sebagaimana sabda Nabi saw:
لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى رَجُلٍ يَأْتِي امْرَأَتَهُ فِي دُبُرِهَا.
“Alloh tidak (mau) melihat (dengan pandangan Rahmat) kepada seseorang yang mendatangi istrinya pada duburnya.” HR. Nasa`i (dalam ‘Isyratin Nisa`), Turmudzi, & Ibnu Hibban dengan sanad hasan. Hadits ini dinilai hasan oleh Turmudzi, dan dinilai shahih oleh Ibnu Râhûyah/Râhawaîh.
مَلْعُونٌ مَنْ يَأْتِي النِّسَاءَ فيِ مَحَاشِّهِنَّ. (يعني: أدبارهن).
“Terlaknat siapa saja yang mendatangi istri-istri mereka pada dubur-dubur mereka.“ HR. Ibnu ‘Adi dengan sanad yang hasan, yaitu dari riwayat Ibnu Wahb dari Ibnu Lahi’ah, dan ini dikuatkan dengan hadits syahid dari hadits Abu Hirr ra. yang diriwayatkan oleh Abu Dawud & Ahmad.
مَنْ أَتَى حَائِضًا أَوْ امْرَأَةً فِي دُبُرِهَا أَوْ كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ فَقَدْ كَفَرَ/بَرِئَ مِمَّا أَنْزَلَ اللّه عَلَى مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ الصَّلَاة وَالسَّلَامُ. [كفر: لفظ حم. برئ: لفظ د]
“Siapa saja yang mendatangi istri yang sedang haidl, atau mendatangi istri pada duburnya, atau mendatangi seorang dukun lalu membenarkan ucapannya, maka sungguh dia telah KAFIR terhadapa apa yang diturunkan kepada Muhammad.” HR. Ash-habus Sunan selain Nasa`i (dia hanya meriwayatkannya dalam ‘Isyratun Nisa`; tidak dalam kitab Sunannya), Darimi, & Ahmad, dengan sanad yang shahih.
Karena itulah ketika Ibnu ‘Abbas ra ditanyai tentang mendatangi istri pada duburnya beliau berkomentar:
هذَا يَسْأَلُنِي عَنِ الْكُفْرِ.
“Orang ini bertanya kepadaku tentang kekafiran.” HR. Nasa`i & Ibnu ) dalam kitab Inâbah, dengan sanad yang shahih.JBaththah (
. Rahasia pantat .
Rasulullah saw bersabda:
الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ. فَإِذَا خَرَجَتْ اِسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ.
“Perempuan adalah aurat . Maka bila ia keluar, setan pun menghias-hiasinya di mata kaum lelaki.” HR Turmudzi dari hadits Ibnu Mas’ud ra; hadits shahih.
Apa hubungan hadits ini dengan pantat? Semoga hadits shahih berikut ini cukup memberikan jawaban bagi Anda:
إِنَّ الْمَرْأَة تُقْبِل فِي صُورَة شَيْطَان وَتُدْبِر فِي صُورَة شَيْطَان.
“Sesungguhnya perempuan itu datang dalam bentuk setan, dan kembali dalam bentuk setan pula.” HR Muslim dari hadits Jabir ra.
Jadi, depan dan belakangnya dalam bentuk setan. Maksudnya, bagian manapun dari perempuan adalah mengundang syahawat, maka diserupakan dengan setan yang senantiasa mengajak hawa nafsu melampiaskan syahawatnya. Syaikh Nawawi menasihatkan, “Oleh karena itu diambil pelajaran dari hadits ini bahwa lelaki HARUS MENUNDUKKAN MATA DARI MELIHAT BAJU MEREKA, dan berpaling dari mereka secara mutlak. Juga, tidaklah pantas bagi perempuan keluar di tengah-tengah kaum lelaki kecuali karena darurat.” (Syarah Muslim)
. Rahasia betis .
Rasulullah saw bersabda:
إِذَا جَمَعَ اللَّهُ الْعِبَادَ بِصَعِيدٍ وَاحِدٍ نَادَى مُنَادٍ : لِيَلْحَقْ كُلُّ قَوْمٍ بِمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ. فَيَلْحَقُ كُلُّ قَوْمٍ بِمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ ، وَيَبْقَى النَّاسُ عَلَى حَالِهِمْ فَيَأْتِيهِمْ فَيَقُولُ : مَا بَالُ النَّاسِ ذَهَبُوا وَأَنْتَمْ هَا هُنَا؟ فَيَقُولُونَ : نَنْتَظِرُ إِلَهَنَا فَيَقُولُ : هَلْ تَعْرِفُونَهُ؟ فَيَقُولُونَ : إِذَا تَعَرَّفَ إِلَيْنَا عَرَفْنَاهُ. فَيَكْشِفُ لَهُمْ عَنْ سَاقِهِ فَيَقَعُونَ سُجُوداً وَذَلِكَ قَوْلُ اللَّهِ تَعَالَى (يَوْمَ يُكْشَفُ عَنْ سَاقٍ وَيُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ فَلاَ يَسْتَطِيعُونَ) يَبْقَى كُلُّ مُنَافِقٍ فَلاَ يَسْتَطِيعُ أَنْ يَسْجُدَ ثُمَّ يَقُودُهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ.
“Bila Alloh mengumpulkan hamba-hamba di suatu tempat, seorang penyeru menyerukan, “Hendaklah setiap kaum bergabung dengan apa yang dulu mereka sembah!!!” Maka setiap kaum pun menggabungkan diri dengan sesembahan mereka masing-masing, namun ada beberapa orang yang masih diam di tempat dalam kondisi semula, maka penyeru itu mendatangi mereka dan bertanya, “Mengapa orang-orang sudah pergi sementara kalian tetap di sini?” Mereka menjawab, “Kami menunggu Sesembahan kami.” Dia bertanya, “Apakah kalian mengenali-Nya?” Mereka jawab, “Bila Dia memperkenalkan kepada kami, kami pun akan mengenalinya.” Maka Dia (Alloh Swt) menyingkapkan betis-Nya lalu mereka pun tersungkur melakukan sujud. Itulah yang ditegaskan oleh Alloh Ta’ala: “Di hari yang disingkap betis yang agung, dan mereka diseru untuk bersujud namun mereka tak mampu bersujud.” Setiap orang munafiq tidak mampu melakukan sujud! Kemudian Alloh menuntun mereka (orang-orang beriman) menuju ke jannah.” HR Muslim dari hadits Abu Hirr ra.
. Rahasia mata kaki .
ثَلاَثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ » قَالَ فَقَرَأَهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- ثَلاَثَ مِرَارٍ. قَالَ أَبُو ذَرٍّ خَابُوا وَخَسِرُوا مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « الْمُسْبِلُ وَالْمَنَّانُ وَالْمُنَفِّقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلِفِ الْكَاذِبِ. (باب بَيَانِ غِلَظِ تَحْرِيمِ إِسْبَالِ الإِزَارِ)
“Ada 3 orang yang TIDAK AKAN DIAJAK BICARA OLEH ALLOH di hari kiamat, dan Dia tidak mau melihat mereka (dengan pandangan rahmat), dan tidak akan menyucikan mereka, dan bagi mereka siksa yang menyakitkan.” Hadits ini disampaikan oleh Rasulullah saw hingga diulang 3 kali, maka Abu Dzarr berkata, “Sungguh rugi betul mereka! Siapakah mereka wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “PELAKU ISBAL (menjuraikan pakaian), tukang mengung-kit-ungkit, dan orang yang melariskan dagangannya dengan sumpah palsu.”
Mengomentari hadits ini, Syaikh Nawawi menulis judulnya: “Bab Penjelasan DAHSYATNYA PENGHARAMAN MENGISBALKAN SARUNG.”
. Rahasia Kulit Ahli Dzikir .
Rasulullah saw bersabda:
طَهِّرُوا هذِهِ اْلأَجْسَادَ طَهَّرَكُمُ اللهُ فَإِنَّهُ لَيْسَ مِنْ عَبْدٍ يَبِيْتُ طَاهِرًا إِلاَّ بَاتَ مَعَهُ فِي شِعَارِهِ مَلَكٌ لاَ يَنْقَلِبُ سَاعَةً مِنَ اللَّيْلِ إِلاَّ قَالَ: الّلهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا.
“Sucikanlah badan-badan ini, semoga Alloh menyucikan kalian. Sebab tidaklah seorang hamba bermalam dalam keadaan suci melainkan pasti seorang malaikat bermalam bersamanya dalam baju yang melekat tubuhnya. Dia tidak membalikkan badan kapanpun di malam hari, melainkan malaikat itu mendoakan, “Ya Alloh ampunilah hamba-Mu, sebab dia bermalam dalam keadaan suci.” HR Thabarani dalam al-Ausath dengan sanad yang jayyid (baik) dari hadits Ibnu ‘Abbas ra; hadits hasan li ghairihi.
sumber: http://www.facebook.com/notes/raden-kian-santang/-rahasia-anggota-tubuh-menurut-islam/10150232872196065Ditulis
Oleh : Drs.H.Bambang Sucipto Bin Jahjo Wasito
Raden.H.Kian Santang.212/t212kyb@gmail.com

Tidak ada komentar: