(30) NURUL 'A'YUN

37 Karya Tulis Nur Amin Bin Abdurrahman:
(1) Kitab Tawassulan Washolatan, (2) Kitab Fawaidurratib Alhaddad, (3) Kitab Wasilatul Fudlola', (4) Kitab Nurul Widad, (5) Kitab Ru'yah Ilal Habib Luthfi bin Yahya, (6) Kitab Manaqib Assayyid Thoyyib Thohir, (7) Kitab Manaqib Assyaikh KH.Syamsuri Menagon, (8) Kitab Sholawat Qur'aniyyah “Annurul Amin”, (9) Kitab al Adillatul Athhar wal Ahyar, (10) Kitab Allu'lu'ul Maknun, (11) Kitab Assirojul Amani, (12) Kitab Nurun Washul, (13) Kitab al Anwarullathifah, (14) Kitab Syajarotul Ashlin Nuroniyyah, (15) Kitab Atthoyyibun Nuroni, (16) Kitab al 'Umdatul Usaro majmu' kitab nikah wal warotsah, (17) Kitab Afdlolul Kholiqotil Insaniyyahala silsilatis sadatil alawiyyah, (18) Kitab al Anwarussathi'ahala silsilatin nasabiyyah, (19) Kitab Nurul Alam ala aqidatil awam (20) Kitab Nurul Muqtafafi washiyyatil musthofa.(21) KITAB QA'IDUL GHURRIL MUCHAJJALIN FI TASHAWWUFIS SHOLIHIN,(22) SHOLAWAT TARBIYAH,(23) TARJAMAH SHOLAWAT ASNAWIYYAH,(24) SYA'IR USTADZ J.ABDURRAHMAN,(25) KITAB NURUSSYAWA'IR(26) KITAB AL IDHOFIYYAH FI TAKALLUMIL ARABIYYAH(27) PENGOBATAN ALTERNATIF(28) KITAB TASHDIRUL MUROD ILAL MURID FI JAUHARUTITTAUHID (29) KITAB NURUL ALIM FI ADABIL ALIM WAL MUTAALLIM (30) NURUL 'A'YUN ALA QURRATIL UYUN (31) NURUL MUQODDAS FI RATIBIL ATTAS (32) INTISARI & HIKMAH RATIB ATTAS (33) NURUL MUMAJJAD fimanaqibi Al Habib Ahmad Al Kaff. (34) MAMLAKAH 1-25 (35) TOMBO TEKO LORO LUNGO. (36) GARAP SARI (37) ALAM GHAIB

Minggu, 16 November 2014

KISAH RATU BILQIS

Ada sebuah hikayat yang dituturkan oleh Ibnul-Atsir mengenai perceraian bapak dan ibu Bilqis Ratu Sabak sebagai contoh bahwa sebaiknya jangan su’udz-dzan : قال كثير من الرواة: إنّ أمّها جنّيّة ابنة ملك الجنّ واسمها رواحة بنت السكر، وقيل: اسم أمّها يلقمة بنت عمرو بن عمير الجنّيّ، وإنّما نكح أبوها إلى الجنّ لأنّه قال: ليس في الإنس لي كفوة، فخطب إلى الجنّ فزوّجوه واختلفوا في سبب وصوله إلى الجنّ حتى خطب إليهم فقيل: إنّه كان لهجاً بالصيد، فربّما اصطاد الجنّ على صور الظباء فيخلّي عنهنّ، فظهر له ملك الجنّ وشكره علي ذلك واتخذه صديقاً، فخطب ابنته فأنكحه على أن يعطيه ساحل البحر ما بين يبرين إلى عدن؛ وقيل: إنّ أباها خرج يوماً متصيّداً فرأي حديتين تقتتلان بيضاء وسوداء وقد ظهرت السوداء علي البيضاء فزمر بقتل السوداء وحمل البيضاء وصبّ عليها ماء، فأفاقت، فأطلقها وعاد إلى داره وجلس منفرداً، وإذا معه شابّ جميل، فذعر منه، فقال له: لا تخف أنا الحيّة التي أنجيتني، والأسود الذي قتلته غلامٌ لنا تمرّد علينا وقتل عدّة من أهل بيتي؛ وعرض عليه المال وعلم الطبّ، فقال: أمّا المال فلا حاجة لي به، وأمّا الطبّ فهو قبيح بالملك، ولكن إن كان لك بنت فزوّجنيها، فزوّجه على شرط أن لا يغيّر عليها شيئاً تعمله ومتى غيّر عليها فارقته، فأجابه إلى ذلك، فحملت منه فولدت له غلاماً فألقته في النّار، فجزع لذلك وسكت للشرط، ثمّ حملت منه فولدت جارية فألقتها إلى كلبة فأخذتها، فعظم ذلك عليه وصبر للشرط، ثمّ إنّه عصي عليه بعضُ أصحابه فجمع عسكره فسار إليه ليقاتله وهي معه، فانتهى إلي مفازة، فلمّا توسّطها رأى جميع ما معهم من الزاد يخلط بالتراب، وإذا الماء يُصبّ من القرب والمزاود، فأيقنوا بالهلاك وعلموا أنّه من فعال الجنّ عن أمر زوجته، فضاق ذرعاً عن حمل ذلك، فأتاها وجلس وأومأ إلى الأرض وقال: يا أرض صبرتُ لكِ على إحراق ابني وإطعام الكلبة إبنتي ثمّ أنتِ الآن قد فجعتنا بالزاد والماء وقد أشرفنا على الهلاك فقالت المرأة: لو صبرت لكان خيراً لك، وسأخبرك: إنّ عدوّك خدع وزيرك فجعل السمّ في الأزواد والمياه ليقتلك وأصحابك، فمر وزيرك ليشرب ما بقي من الماء ويأكل من الزاد، فأمره فامتنع، فقتله، ودلّتهم على الماء والميرة من قريب وقالت: أما ابنك فدفعته إلى حاضنة تربيّه وقد مات، وأمّا ابنتك فهي باقية، وإذا بجويرية قد خرجت من الأرض، وهي بلقيس، وفارقته امرأته وسار إلى عدوّ فظفر به – Kebanyakan perowi menjelaskan, "Ibu Bilqis adalah wanita jin bernama Rawachach bintus-Sakar, putri raja jin." "Nama ibu Bilqis Yalqamah bintu 'Amer bin 'Umair (jin)," kata perowi yang lain. Yang menyebabkan bapak Bilqis menikahi (ibu Bilqis) jin wanita, karena ia merasa sangat kuat. Ia pernah berkata, "Tidak ada manusia yang mampu mengimbangi kekuatanku." Dari itulah maka ia melamar wanita jin., dan keluarga jin wanita tersebut menerima lamarannya, hingga akhirnya mereka menerima lelaki tersebut sebagai menantu mereka. Para perowi berselisih pendapat mengenai penyebab dari bapak Bilqis bisa berkenalan dengan jin wanita, hingga akhirnya melamar dan menikahinya (akhirnya menjadi istrinya): 1. Ada yang meriwayatkan, "Konon dia terkadang menggerak-gerakkan bibirnya pada binatang buruannya. Sering kali ia membebaskan buruannya berupa kijang-kijang yang sebetulnya adalah jin. Dari itulah seorang raja jin pernah muncul menemui dia untuk mengucapkan syukur (terima kasih), dan untuk mengangkat dia sebagai sahabat karib. Berawal dari situ akhirnya bapak Bilqis melamar anak perempuan raja jin tersebut. Raja jin menerima lamaran lelaki itu untuk dinikahkan dengan anak perempuannya dengan syarat; lelaki itu menyerahkan daerah pesisir, mulai dari Yabrin hingga 'Adan. 2. Ada juga yang meriwayatkan, "Suatu hari bapak Bilqis keluar rumah untuk berburu. Tiba-tiba ia melihat dua ular; putih dan hitam, bertarung. Yang hitam hampir saja memenangkan pertarungan tersebut. Ia berjongkok untuk membunuh ular hitam. Selanjutnya ia membawa ular putih untuk diguyur air. Setelah ular putih sadar dari pingsan dan sembuh, dilepaskan. Selanjutnya ia pulang kerumahnya. Sang raja di istananya duduk sendirian ketika tiba-tiba ada seorang lelaki muda tampan muncul di sisinya. Keterkejutan dan ketakutannya hilang saat lelaki muda tampan itu berkata, "Jangan takut!. Sayalah ular putih yang telah kau selamatkan. Ular hitam yang telah kau bunuh itu adalah budakku yang jahat. Ia telah membunuh sejumlah keluargaku." Ular putih yang telah menjelma lelaki tampan menawarkan imbalan berupa harta kekayaan, dan akan mengajar cara mengobati penyakit. "Terus terang saya tidak membutuhkan harta kekayaan. Sementara ilmu obat-obatan tidak layak bagi raja sepertiku. Kalau engkau punya anak gadis, nikahkanlah ia denganku!," katanya. Lelaki tampan jelmaan ular menuruti permintaan raja, menikahkan dengan anak gadisnya, dengan syarat tidak boleh marah jika istrinya nanti melakukan apa saja. Jika sampai marah maka harus cerai. Raja yang suka memburu itu menyetujui persyaratan tersebut. Akhirnya ia benar-benar menikah dengan anak gadis ular tersebut. Raja terkejut oleh ulah istrinya: memasukkan anak laki-lakinya yang masih bayi di dalam api. Sebetulnya ia marah besar pada istrinya. Tetapi ia diam karena teringat syarat yang pernah ia janjikan. Hamil yang kedua melahirkan bayi perempuan. Raja terkejut lagi oleh ulah istrinya: memberikan bayi perempuan tersebut pada anjing. Bayi perempuan digigit dan dibawa pergi anjing. Tentu saja hal itu membuat raja bertambah marah pada istri. Tetapi ia menahan diri karena teringat persyaratan yang pernah ia ucapkan. Suatu hari seorang bawahan raja bersama sejumlah pasukan mengadakan perlawanan pada raja. Sehingga raja terpaksa harus mengumpulkan pasukan untuk memerangi dia. Saat itu raja didampingi istrinya. Saat raja telah sampai pada pertengahan tanah lapang yang luas; tiba-tiba ia melihat seluruh perbekalan pasukannya telah bercampur tanah. Dan seluruh persediaan air di dalam greba besar maupun kecil telah ditumpahkan hingga habis. Semua pasukan yakin bahwa mereka pasti akan segera kelaparan atau akan mati kelaparan. Mereka menyadari bahwa itu pasti ulah jin-jin atas perintah istri raja mereka. Raja semakin benci pada istrinya, namun tidak bisa berbuat banyak, karena ingat persyaratan yang pernah ia janjikan. Sejenak kemudian raja mendatangi istrinya, kemudian ia isarah pada bumi. Ia berkata, "Hai bumi (maksud sebetulnya 'hai istriku)'. Saya telah bersabar karena cinta kau; saat bayi laki-lakiku dibakar dan saat bayi perempuanku diberikan pada anjing. Namun kenapa tiba-tiba kau tega mengotori perbekalan pasukanku dengan debu dan air?. Padahal kami hampir saja mati kelaparan dan kehausan?." Istri berkata, "Kalau kau bersabar niscaya lebih baik untukmu dan untuk pasukanmu. Saya akan menjelaskan padamu agar tidak salah paham. Musuh yang kau perangi telah berhasil merayu wakilmu yang memberontakmu, hingga wakilmu meracuni seluruh makanan dan persediaan air minum, agar kau dan pasukanmu mati semuanya. Kalau kau tidak percaya, perintahlah wakilmu agar minum sisa air dan makanan yang ada!." Setelah raja perintah wakilnya agar minum sisa air dan sisa makanan yang ada; ternyata tidak mau. Raja pun membunuh wakilnya yang telah berkhianat. Wanita itu menunjukkan air dan tanah yang mengotori makanan pasukan yang telah diracuni dari dekat. "Sebetulnya bayi laki-lakimu dulu itu justru telah kuserahkan pada pengasuhnya (jin berbentuk api). Kini ia telah meninggal dunia. Sedangkan bayi perempuanmu yang kuberikan pada anjing pengasuhnya itu hingga kini masih hidup," kata istri raja. Tiba-tiba muncul wanita remaja dari dalam tanah. Dialah Bilqis yang di masa bayinya diasuh (jin berupa) anjing. Tak lama kemudian ibu Bilqis minta cerai dari raja karena telah dimarahi. Raja menyerang dan mengalahkan bawahannya yang telah membelot dan memberontak. [Al-Kamil fit-Tarikh 1/76]. Ibnu Katsir menulis: "قلت: بل هو منكر غريب جدًا، ولعله من أوهام عطاء بن السائب على ابن عباس، والله أعلم والأقرب في مثل هذه السياقات أنها متلقاة عن أهل الكتاب، مما يوجد في صحفهم، كروايات كعب ووهب -سامحهما الله تعالى -فيما نقلاه إلى هذه الأمة من أخبار بني إسرائيل، من الأوابد والغرائب والعجائب، مما كان وما لم يكن، ومما حرف وبدل ونسخ. وقد أغنانا الله، سبحانه، عن ذلك بما هو أصح منه وأنفع وأوضح وأبلغ، ولله الحمد والمنة – o Saya berkata, 'bahkan Hadits ini sangat mungkar sekali. Barangkali ini termasuk riwayat-riwayat 'Atho' yang wahmun (meragukan kebenarannya) dari Ibnu 'Abbas. Wallaahu a'lam. Yang mendekati benar dalam mengomentari ini bahwa riwayat semacam ini berasal dari Ahli Kitab, asalnya memang dari Kitab mereka. Ini mirip dengan riwayat-riwayat Ka'eb dan Waheb. Sayang sekali jika orang sehebat mereka berdua menyampaikan riwayat dari Bani Isra'il pada ini ummat. Riwayat-riwayat tersebut liar, asing dan aneh. Semoga Allah menghapus riwayat mereka berdua. Riwayat itu tentu telah dirubah diganti dan disalin. Sebetulnya Allah Subchanah telah memberi kita kisah yang lebih shahih lebih jelas dan lebih detail: yaitu Al-Qur'an. Dan segala puji dan anugrah hanyalah milik Allah." [Ibnu Katsir 6/197]. Bisa jadi Ibnu Katsir mengkritik riwayat ini karena dia intelek. Apa mungkin seorang berhubungan badan dengan jin bisa menurunkan keturunan?, padahal alam dan kromosomnya berbeda. Di sini penulis hanya menjelaskan bahwa gara-gara bapak Bilqis su’udz-dzan pada ibunya maka berakibat perceraian. Dan hal demikian itu banyak terjadi di sekeliling kita. Yakni bahwa su’udz-dzan bisa merusak kebaikan yang seharusnya abadi. Kisah Ratu Bilqis dan Nabi Sulaiman as Kisah Ratu Bilqis dan Nabi Sulaiman a.s ini terbilang sangat mengunggulkan makhluk yang bernama manusia. Manusia yang iblis bilang adalah makhluk yang lemah dan tidak sempurna, terbukti tidak benar adanya. Sang jagoan dari para Jin yang bernama Ifrit pun melihat sendiri begitu hebatnya manusia. Kisahnya. Dalam kitab Ihya' Ulumuddin karya sufi besar Imam AL Ghazali dikatakan bahwa Ashif bin Barkhiya adalah sepupu Nabi Sulaiman a.s, dan ada juga yang bilang bahwa dia adalah juru tulis Nabi Sulaiman a.s. Ashif ini dahulunya adalah seorang pemboros, sering melakukan maksiat, namun kemudian dia bertobat. Ketika Ashif dan Nabi Sulaiman a.s bertemu, Nabi Sulaiman a.s menyampaikan apa yang telah diwahyukan Allah tentang dirinya, dan setelah mendengar penjelasan tersebut, Ashif keluar dan menaiki bukit. Di bukit itulah dia menengadahkan kepala ke langit dan berdoa, "Tuhanku, Junjunganku, Engkau ya Engkau, aku ya aku, bagaimana aku akan bertobat sedangkan Engkau tidak menerima tobatku? Bagaimana aku akan minta perlindungan dari dosa sedangkan Engkau tidak menjagaku? Aku pasti kembali." Demikianlah akhirnya Ashif ini meminta pertolongan Allah SWT, sehingga dirinya berubah drastis dari seorang yang selalu melakukan maksiat menjadi orang yang patuh kepada perintah Allah SWT. Allah SWT pun selalu membantunya dalam melakukan ibadah, ketaatan, penngakuan terhadap dosanya, serta tobatnya. Pada akhirnya Allah pun memberikan karomah kepada Ashif. Karomah Ashif Si Pemindah Singgasana Ratu Bilqis Salah satu karomahnya yang terkenal adalah ia mampu menghadirkan singgasana Ratu Bilqis di Yaman untuk dibawa ke Baitul Maqdis di Palestina. Dikisahkan bahwa suatu saat Ashif bin Barkhiya berwudhu kemudian dia melakukan shalat sunnah 2 rakaat, setelah itu dia berkata kepada Nabi Sulaiman, "Wahai Nabiyullah, arahkan pandanganmu ke arah yang jauh!" Nabi Sulaiman a.s pun mengarahkan pandangannya ke arah Yaman. Setelah itu Ashif berdoa memohon bantuan Allah SWT, maka tiba-tiba singgasana Ratu Balqis yang berada di Yaman muncul di hadapan Nabi Sulaiman dan ketika beliau melihat hal itu, Nabi Sulaiman berkata, "Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku." قَالَ الَّذِي عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ فَلَمَّا رَآهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهُ قَالَ هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ ٤٠ 40. berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini Termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku Apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). dan Barangsiapa yang bersyukur Maka Sesungguhnya Dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan Barangsiapa yang ingkar, Maka Sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia". (QS. An-Naml: 40). Surat An-Naml 27: 38-40 sebagai pedoman artikel ini. Ayat-Ayat Al Qur'an Yang Menjelaskan Singgasana Ratu Bilqis. Dalam ayat Al Qur'an, Allah SWT berfirman, قَالَ يَا أَيُّهَا الْمَلأ أَيُّكُمْ يَأْتِينِي بِعَرْشِهَا قَبْلَ أَنْ يَأْتُونِي مُسْلِمِينَ ٣٨ قَالَ عِفْريتٌ مِنَ الْجِنِّ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ تَقُومَ مِنْ مَقَامِكَ وَإِنِّي عَلَيْهِ لَقَوِيٌّ أَمِينٌ ٣٩ قَالَ الَّذِي عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ فَلَمَّا رَآهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهُ قَالَ هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ ٤٠ Artinya: 38. berkata Sulaiman: "Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri". 39. berkata 'Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: "Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; Sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya". 40. berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini Termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku Apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). dan Barangsiapa yang bersyukur Maka Sesungguhnya Dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan Barangsiapa yang ingkar, Maka Sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia". Namun, setelah Jin Ifrit berkata demikian, majulah seorang yang ahli kitab yang tak lain adalah Ashif, dab berkata, "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu itu kepada engkau sebelum matamu berkedip." Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu telah terletak dihadapnnya, ia pun berkata, "Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmatnya). Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan ) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia." Berkenaan dengan firman Allah SWT tersebut, Ibnu Katsir berkata, "Orang itu adalah Ashif seorang juru tulis Nabi Sulaiman." Jin Ifrit Kalah oleh Ahli Kitab. Dialah Ashif bin Barkhiya, seorang manusia yang diberi karomah oleh Allah SWT karena tobat dan doanya. Dia selalu menjaga wudhu, seorang yang jujur dan mengetahui. Jin Ifrit yang terkenal kuat dan sakti itu pun langsung tertunduk malu, kiranya ada orang sakti yang bisa melebihinya. Ini juga membuktikan bahwa manusia adalah makhuk yang sempurna, melebihi dari jin-jin. Oleh karena itu sahabat, jangan jadikan jin sesembahan, jangan jadikan jin-jin sebagai penolong, karena telah dibuktikan Ashif bahwa para jin masih kalah imunya dengan manusia. Allah SWT sajalah tempat meminta dan tempat menyembah. Sungguh hebat Ashif ini yang memiliki kekuatan untuk memindahkan singgasana hanya dalam satu kedipan mata saja. Semua adalah berkat pertolongan Allah SWT. Kecepatan pindah teresbut ada yang menyebut melebihi dari kecepatan cahaya atau hampir sama dengan kecepatan cahaya. Subhanallah. Kisah Nabi Sulaiman as Berkahwin Dengan Jin Ratu Balqis Setelah Nabi Sulaiman membangunkan Baitulmaqdis dan melakukan ibadah haji sesuai dengan nadzarnya pergilah ia meneruskan perjalannya ke Yeman. Setibanya di San’a – ibu kota Yeman ,ia memanggil burung hud-hud sejenis burung pelatuk untuk disuruh mencari sumber air di tempat yang kering tandus itu. Ternyata bahawa burung hud-hud yang dipanggilnya itu tidak berada diantara kawasan burung yang selalu berada di tempat untuk melakukan tugas dan perintah Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman marah dan mengancam akan mengajar burung Hud-hud yang tidak hadir itu bila ia datang tanpa alasan yang nyata. Berkata burung Hud-hud yang hinggap didepan Sulaiman sambil menundukkan kepala ketakutan: “Aku telah melakukan penerbangan pengintaian dan menemukan sesuatu yang sangat penting untuk diketahui oleh paduka Tuan. Aku telah menemukan sebuah kerajaan yang besar dan mewah di negeri Saba yang dikuasai dan diperintah oleh seorang ratu. Aku melihat seorang ratu itu duduk di atas sebuah tahta yang megah bertaburkan permata yang berkilauan. Aku melihat ratu dan rakyatnya tidak mengenal Tuhan Pencipta alam semesta yang telah mengurniakan mereka kenikmatan dan kebahagian hidup. Mereka tidak menyembah dan sujud kepada-Nya, tetapi kepada matahari. Mereka bersujud kepadanya dikala terbit dan terbenam. Mereka telah disesatkan oleh syaitan dari jalan yang lurus dan benar.” Berkata Sulaiman kepada Hud-hud: “Baiklah, kali ini aku ampuni dosamu karena berita yang engkau bawakan ini yang aku anggap penting untuk diperhatikan dan untuk mengesahkan kebenaran beritamu itu, bawalah suratku ini ke Saba dan lemparkanlah ke dalam istana ratu yang engkau maksudkan itu, kemudian kembalilah secepat-cepatnya, sambil kami menanti perkembangan selanjutnya bagaimana jawaban ratu Saba atas suratku ini.” Hud-hud terbang kembali menuju Saba dan setibanya di atas istana kerajaan Saba dilemparkanlah surat Nabi Sulaiman tepat di depan ratu Balqis yang sedang duduk dengan megah di atas tahtanya. Ia terkejut melihat sepucuk surat jatuh dari udara tepat di depan wajahnya. Ia lalu mengangkat kepalanya melihat ke atas, ingin mengetahui dari manakah surat itu datang dan siapakah yang secara kurang hormat melemparkannya tepat di depannya. Kemudian diambillah surat itu oleh ratu, dibuka dan baca isinya yang berbunyi: “Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, surat ini adalah dariku, Sulaiman. Janganlah kamu bersikap sombong terhadapku dan menganggap dirimu lebih tinggi daripadaku. Datanglah sekalian kepadaku berserah diri.” Setelah dibacanya berulang kali surat Nabi Sulaiman Ratu Balqis memanggil para pembesarnya dan para penasihat kerajaan berkumpul untuk memusyawarahkan tindakan apa yang harus diambil sehubungan dengan surat Nabi Sulaiman yang diterimanya itu. Berkatlah para pembesar itu ketika diminta petimbangannya: “Wahai paduka tuan ratu, kami adalah putera-putera yang dibesarkan dan dididik untuk berperang dan bertempur dan bukan untuk menjadi ahli pemikir atau perancang yang patut memberi partimbangan atau nasihat kepadamu. Kami menyerahkan kepadamu untuk mengambil keputusan yang akan membawa kebaikan bagi kerajaan dan kami akan tunduk dan melaksanakan segala perintah dan keputusanmu tanpa ragu. Kami tidak akan gentar menghadapi segala ancaman dari mana pun datangnya demi menjaga keselamatanmu dam keselamatan kerajaanmu.” Ratu Balqis menjawab: “Aku memperoleh kesan dari uraianmu bahwa kamu mengutamakan cara kekerasan dan kalau perlu kamu tidak akan gentar masuk medan perang melawan musuh yang akan menyerbu. Aku sangat berterima kasih atas kesetiaanmu kepada kerajaan dan kesediaanmu menyabung nyawa untuk menjaga keselamatanku dan keselamatan kerajaanku. Akan tetapi aku tidak sependirian dengan kamu sekalian. Menurut partimbanganku, lebih bijaksana bila kami menempuh jalan damai dan menghindari cara kekerasan dan peperangan. Sebab bila kami menentang secara kekerasan dan sampai terjadi perang dan musuh kami berhasil menyerbu masuk kota-kota kami, maka niscaya akan berakibat kerusakan dan kehancuran yang sangat menyedihkan. Mereka akan menghancur binasakan segala bangunan, memperhambakan rakyat dan merampas segala harta milik dan peninggalan nenek moyang kami. Hal yang demikian itu adalah merupakan akibat yang wajar dari tiap peperangan yang dialami oleh sejarah manusia dari masa ke semasa. Maka menghadapi surat Sulaiman yang mengandung ancaman itu, aku akan coba melunakkan hatinya dengan mengirimkan sebuah hadiah kerajaan yang akan terdiri dari barang-barang yang berharga dan bermutu tinggi yang dapat mempesonakan hatinya dan menyilaukan matanya dan aku akan melihat bagaimana ia memberi tanggapan dan reaksi terhadap hadiahku itu dan bagaimana ia menerima utusanku di istananya.” Selagi Ratu Balgis siap-siap mengatur hadiah kerajaan yang akan dikirim kepada Sulaiman dan memilih orang-orang yang akan menjadi utusan kerajaan membawa hadiah, tibalah hinggap di depan Nabi Sulaiman burung pengintai Hud-hud memberitakan kepadanya rancangan Balqis untuk mengirim utusan membawa hadiah baginya sebagai jawaban atas surat beliau kepadanya. Setelah mendengar berita yang dibawa oleh Hud-hud itu, Nabi Sulaiman mengatur rencana penerimaan utusan Ratu Balqis dan memerintahkan kepada pasukan Jinnya agar menyediakan dan membangunkan sebuah bangunan yang megah yang tiada taranya yang akan menyilaukan mata utusan Balqis bila mereka tiba. Tatkala utusan Ratu Balqis datang, diterimalah mereka dengan ramah tamah oleh Sulaiman dan setelah mendengar uraian mereka tentang maksud dan tujuan kedatangan mereka dengan hadiah kerajaan yang dibawanya, berkatalah Nabi Sulaiman: “Kembalilah kamu dengan hadiah-hadiah ini kepada ratumu. Katakanlah kepadanya bahawa Allah telah memberiku rezeki dan kekayaan yang melimpah ruah dan mengaruniaiku dengan karunia dan nikmat yang tidak diberikannya kepada seseorang dari makhluk-Nya. Di samping itu aku telah diutuskan sebagai nabi dan rasul-Nya dan dianugerahi kerajaan yang luas yang kekuasaanku tidak saja berlaku atas manusia tetapi mencakup juga jenis makhluk Jin dan binatang-binatang. Maka bagaimana aku akan dapat dibujuk dengan harta benda dan hadiah serupa ini? Aku tidak dapat dilalaikan dari kewajiban dakwah kenabianku oleh harta benda dan emas walaupun sepenuh bumi ini. Kamu telah disilaukan oleh benda dan kemegahan duniawi, sehingga kamu memandang besar hadiah yang kamu bawakan ini dan mengira bahawa akan tersilaulah mata kami dengan hadiah Ratumu. Pulanglah kamu kembali dan sampaikanlah kepadanya bahawa kami akan mengirimkan bala tentera yang sangat kuat yang tidak akan terkalahkan ke negeri Saba dan akan mengeluarkan ratumu dan pengikut-pengikutnya dari negerinya sebagai- orang-orang yang hina-dina yang kehilangan kerajaan dan kebesarannya, jika ia tidak segera memenuhi tuntutanku dan datang berserah diri kepadaku.” Utusan Balqis kembali melaporkan kepada Ratunya apa yang mereka alami dan apa yang telah diucapkan oleh Nabi Sulaiman. Balqis berfikir, jalan yang terbaik untuk menyelamatkan diri dan kerajaannya ialah menyerah saja kepada tuntutan Sulaiman dan datang menghadap dia di istananya. Nabi Sulaiman berhasrat akan menunjukkan kepada Ratu Balqis bahawa ia memiliki kekuasaan ghaib di samping kekuasaan lahirnya dan bahwa apa yang dia telah ancamkan melalui rombongan utusan bukanlah ancaman yang kosong. Maka bertanyalah beliau kepada pasukan Jinnya, siapakah diantara mereka yang sanggup mendatangkan tahta Ratu Balqis sebelum orangnya datang berserah diri. Berkata Ifrit, seorang Jin yang tercerdik: “Aku sanggup membawa tahta itu dari istana Ratu Balqis sebelum engkau sempat berdiri dari tempat dudukimu. Aku adalah pesuruhmu yang kuat dan dapat dipercayai.” Seorang lain yang mempunyai ilmu dan hikmah nyeletuk berkata: “Aku akan membawa tahta itu ke sini sebelum engkau sempat memejamkan matamu.” Ketika Nabi Sulaiman melihat tahta Balqis sudah berada didepannya, berkatalah ia: “Ini adalah salah satu karunia Tuhan kepadaku untuk mencoba apakah aku bersyukur atas karunia-Nya itu atau mengingkari-Nya, karena barang siapa bersyukur maka itu adalah semata-mata untuk kebaikan dirinya sendiri dan barangsiapa mengingkari nikmat dan karunia Allah, ia akan rugi di dunia dan di akhirat dan sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Mulia.” Menyonsong kedatangan Ratu Balqis, Nabi Sulaiman memerintahkan orang-orangnya agar mengubah sedikit bentuk dan warna tahta Ratu itu yang sudah berada di depannya kemudian setelah Ratu itu tiba berserta pengiring-pengiringnya, bertanyalah Nabi Sulaiman seraya menundingkan kepada tahtanya: “Serupa inikah tahtamu?” Balqis menjawab: “Seakan-akan ini adalah tahtaku sendiri,” seraya bertanya-tanya dalam hatinya, bagaimana mungkin bahawa tahtanya berada di sini padahal ia yakin bahawa tahta itu berada di istana tatkala ia bertolak meninggalkan Saba. Selagi Balgis berada dalam keadaan kacau fikiran, keheranan melihat tahta kerajaannya sudah berpindah ke istana Sulaiman, ia dibawa masuk ke dalam sebuah ruangan yang sengaja dibangun untuk penerimaannya. Lantai dan dinding-dindingnya terbuat dari kaca putih. Balqis segera menyingkapkan pakaiannya ke atas betisnya ketika berada dalam ruangan itu, mengira bahawa ia berada di atas sebuah kolam air yang dapat membasahi tubuh dan pakaiannya. Berkata Nabi Sulaiman kepadanya: “Engkau tidak usah menyingkap pakaianmu. Engkau tidak berada di atas kolam air. Apa yang engkau lihat itu adalah kaca-kaca putih yang menjadi lantai dan dinding ruangan ini.” “Oh,Tuhanku,” Balqis berkata menyedari kelemahan dirinya terhadap kebesaran dan kekuasaan Tuhan yang dipertunjukkan oleh Nabi Sulaiman, “aku telah lama tersesat berpaling daripada-Mu, melalaikan nikmat dan karunia-Mu, merugikan dan menzalimi diriku sendiri sehingga terjatuh dari cahaya dan rahmat-Mu. Ampunilah aku. Aku berserah diri kepada Sulaiman Nabi-Mu dengan ikhlas dan keyakinan penuh. Kasihanilah diriku wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.” Demikianlah kisah Nabi Sulaiman dan Balqis Ratu Saba. Dan menurut sementara ahli tafsir dan ahli sejarah nabi-nabi, bahawa Nabi Sulaiman pada akhirnya kawin dengan Balqis dan dari perkawinannya itu lahirlah seorang putera. Menurut pengakuan maharaja Ethiopia Abessinia, mereka adalah keturunan Nabi Sulaiman dari putera hasil perkawinannya dengan Balqis itu. Wallahu alam bisshawab. Al-Quran mengisahkan bahawa tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan kematian Sulaiman kecuali rayap yang memakan tongkatnya yang ia sandar kepadanya ketika Tuhan mengambil rohnya. Para Jin yang sedang mengerjakan bangunan atas perintahnya tidak mengetahui bahawa Nabi Sulaiman telah mati kecuali setelah mereka melihat Nabi Sulaiman tersungkur jatuh di atas lantai, akibat jatuhnya tongkat sandarannya yang dimakan oleh rayap. Sekiranya para Jin sudah mengetahui sebelumnya, pasti mereka tidak akan tetap meneruskan pekerjaan yang mereka anggap sebagai siksaan yang menghinakan. Berbagai cerita yang dikaitkan orang pada ayat yang mengisahkan matinya Nabi Sulaiman, namun karena cerita-cerita itu tidak ditunjang dikuatkan oleh sebuah hadis sahih yang muktamad, maka sebaiknya kami berpegang saja dengan apa yang dikisahkan oleh Al-Quran dan selanjutnya Allah lah yang lebih Mengetahui dan kepada-Nya kami berserah diri. Kisah Nabi Sulaiman dapat dibaca di dalam Al-Quran, surah An-Naml ayat 15 sehingga ayat 44 Kisah Nabi Sulaiman as berkahwin dengan jin Ratu Balqis Nabi Sulaiman Dan Ratu Balqis Setelah Nabi Sulaiman membangunkan Baitulmaqdis dan melakukan ibadah haji sesuai dengan nadzarnya pergilah ia meneruskan perjalannya ke Yeman. Setibanya di San’a – ibu kota Yeman ,ia memanggil burung hud-hud sejenis burung pelatuk untuk disuruh mencari sumber air di tempat yang kering tandus itu. Ternyata bahawa burung hud-hud yang dipanggilnya itu tidak berada diantara kawasan burung yang selalu berada di tempat untuk melakukan tugas dan perintah Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman marah dan mengancam akan mengajar burung Hud-hud yang tidak hadir itu bila ia datang tanpa alasan yang nyata. Berkata burung Hud-hud yang hinggap didepan Sulaiman sambil menundukkan kepala ketakutan: “Aku telah melakukan penerbangan pengintaian dan menemukan sesuatu yang sangat penting untuk diketahui oleh paduka Tuan. Aku telah menemukan sebuah kerajaan yang besar dan mewah di negeri Saba yang dikuasai dan diperintah oleh seorang ratu. Aku melihat seorang ratu itu duduk di atas sebuah tahta yang megah bertaburkan permata yang berkilauan. Aku melihat ratu dan rakyatnya tidak mengenal Tuhan Pencipta alam semesta yang telah mengurniakan mereka kenikmatan dan kebahagian hidup. Mereka tidak menyembah dan sujud kepada-Nya, tetapi kepada matahari. Mereka bersujud kepadanya dikala terbit dan terbenam. Mereka telah disesatkan oleh syaitan dari jalan yang lurus dan benar.” Berkata Sulaiman kepada Hud-hud: “Baiklah, kali ini aku ampuni dosamu karena berita yang engkau bawakan ini yang aku anggap penting untuk diperhatikan dan untuk mengesahkan kebenaran beritamu itu, bawalah suratku ini ke Saba dan lemparkanlah ke dalam istana ratu yang engkau maksudkan itu, kemudian kembalilah secepat-cepatnya, sambil kami menanti perkembangan selanjutnya bagaimana jawaban ratu Saba atas suratku ini.” Hud-hud terbang kembali menuju Saba dan setibanya di atas istana kerajaan Saba dilemparkanlah surat Nabi Sulaiman tepat di depan ratu Balqis yang sedang duduk dengan megah di atas tahtanya. Ia terkejut melihat sepucuk surat jatuh dari udara tepat di depan wajahnya. Ia lalu mengangkat kepalanya melihat ke atas, ingin mengetahui dari manakah surat itu datang dan siapakah yang secara kurang hormat melemparkannya tepat di depannya. Kemudian diambillah surat itu oleh ratu, dibuka dan baca isinya yang berbunyi: “Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, surat ini adalah dariku, Sulaiman. Janganlah kamu bersikap sombong terhadapku dan menganggap dirimu lebih tinggi daripadaku. Datanglah sekalian kepadaku berserah diri.” Setelah dibacanya berulang kali surat Nabi Sulaiman Ratu Balqis memanggil para pembesarnya dan para penasihat kerajaan berkumpul untuk memusyawarahkan tindakan apa yang harus diambil sehubungan dengan surat Nabi Sulaiman yang diterimanya itu. Berkatlah para pembesar itu ketika diminta petimbangannya: “Wahai paduka tuan ratu, kami adalah putera-putera yang dibesarkan dan dididik untuk berperang dan bertempur dan bukan untuk menjadi ahli pemikir atau perancang yang patut memberi partimbangan atau nasihat kepadamu. Kami menyerahkan kepadamu untuk mengambil keputusan yang akan membawa kebaikan bagi kerajaan dan kami akan tunduk dan melaksanakan segala perintah dan keputusanmu tanpa ragu. Kami tidak akan gentar menghadapi segala ancaman dari mana pun datangnya demi menjaga keselamatanmu dam keselamatan kerajaanmu.” Ratu Balqis menjawab: “Aku memperoleh kesan dari uraianmu bahwa kamu mengutamakan cara kekerasan dan kalau perlu kamu tidak akan gentar masuk medan perang melawan musuh yang akan menyerbu. Aku sangat berterima kasih atas kesetiaanmu kepada kerajaan dan kesediaanmu menyabung nyawa untuk menjaga keselamatanku dan keselamatan kerajaanku. Akan tetapi aku tidak sependirian dengan kamu sekalian. Menurut partimbanganku, lebih bijaksana bila kami menempuh jalan damai dan menghindari cara kekerasan dan peperangan. Sebab bila kami menentang secara kekerasan dan sampai terjadi perang dan musuh kami berhasil menyerbu masuk kota-kota kami, maka niscaya akan berakibat kerusakan dan kehancuran yang sangat menyedihkan. Mereka akan menghancur binasakan segala bangunan, memperhambakan rakyat dan merampas segala harta milik dan peninggalan nenek moyang kami. Hal yang demikian itu adalah merupakan akibat yang wajar dari tiap peperangan yang dialami oleh sejarah manusia dari masa ke semasa. Maka menghadapi surat Sulaiman yang mengandung ancaman itu, aku akan coba melunakkan hatinya dengan mengirimkan sebuah hadiah kerajaan yang akan terdiri dari barang-barang yang berharga dan bermutu tinggi yang dapat mempesonakan hatinya dan menyilaukan matanya dan aku akan melihat bagaimana ia memberi tanggapan dan reaksi terhadap hadiahku itu dan bagaimana ia menerima utusanku di istananya.” Selagi Ratu Balgis siap-siap mengatur hadiah kerajaan yang akan dikirim kepada Sulaiman dan memilih orang-orang yang akan menjadi utusan kerajaan membawa hadiah, tibalah hinggap di depan Nabi Sulaiman burung pengintai Hud-hud memberitakan kepadanya rancangan Balqis untuk mengirim utusan membawa hadiah baginya sebagai jawaban atas surat beliau kepadanya. Setelah mendengar berita yang dibawa oleh Hud-hud itu, Nabi Sulaiman mengatur rencana penerimaan utusan Ratu Balqis dan memerintahkan kepada pasukan Jinnya agar menyediakan dan membangunkan sebuah bangunan yang megah yang tiada taranya yang akan menyilaukan mata utusan Balqis bila mereka tiba. Tatkala utusan Ratu Balqis datang, diterimalah mereka dengan ramah tamah oleh Sulaiman dan setelah mendengar uraian mereka tentang maksud dan tujuan kedatangan mereka dengan hadiah kerajaan yang dibawanya, berkatalah Nabi Sulaiman: “Kembalilah kamu dengan hadiah-hadiah ini kepada ratumu. Katakanlah kepadanya bahawa Allah telah memberiku rezeki dan kekayaan yang melimpah ruah dan mengaruniaiku dengan karunia dan nikmat yang tidak diberikannya kepada seseorang dari makhluk-Nya. Di samping itu aku telah diutuskan sebagai nabi dan rasul-Nya dan dianugerahi kerajaan yang luas yang kekuasaanku tidak saja berlaku atas manusia tetapi mencakup juga jenis makhluk Jin dan binatang-binatang. Maka bagaimana aku akan dapat dibujuk dengan harta benda dan hadiah serupa ini? Aku tidak dapat dilalaikan dari kewajiban dakwah kenabianku oleh harta benda dan emas walaupun sepenuh bumi ini. Kamu telah disilaukan oleh benda dan kemegahan duniawi, sehingga kamu memandang besar hadiah yang kamu bawakan ini dan mengira bahawa akan tersilaulah mata kami dengan hadiah Ratumu. Pulanglah kamu kembali dan sampaikanlah kepadanya bahawa kami akan mengirimkan bala tentera yang sangat kuat yang tidak akan terkalahkan ke negeri Saba dan akan mengeluarkan ratumu dan pengikut-pengikutnya dari negerinya sebagai- orang-orang yang hina-dina yang kehilangan kerajaan dan kebesarannya, jika ia tidak segera memenuhi tuntutanku dan datang berserah diri kepadaku.” Utusan Balqis kembali melaporkan kepada Ratunya apa yang mereka alami dan apa yang telah diucapkan oleh Nabi Sulaiman. Balqis berfikir, jalan yang terbaik untuk menyelamatkan diri dan kerajaannya ialah menyerah saja kepada tuntutan Sulaiman dan datang menghadap dia di istananya. Nabi Sulaiman berhasrat akan menunjukkan kepada Ratu Balqis bahawa ia memiliki kekuasaan ghaib di samping kekuasaan lahirnya dan bahwa apa yang dia telah ancamkan melalui rombongan utusan bukanlah ancaman yang kosong. Maka bertanyalah beliau kepada pasukan Jinnya, siapakah diantara mereka yang sanggup mendatangkan tahta Ratu Balqis sebelum orangnya datang berserah diri. Berkata Ifrit, seorang Jin yang tercerdik: “Aku sanggup membawa tahta itu dari istana Ratu Balqis sebelum engkau sempat berdiri dari tempat dudukimu. Aku adalah pesuruhmu yang kuat dan dapat dipercayai.” Seorang lain yang mempunyai ilmu dan hikmah nyeletuk berkata: “Aku akan membawa tahta itu ke sini sebelum engkau sempat memejamkan matamu.” Ketika Nabi Sulaiman melihat tahta Balqis sudah berada didepannya, berkatalah ia: “Ini adalah salah satu karunia Tuhan kepadaku untuk mencoba apakah aku bersyukur atas karunia-Nya itu atau mengingkari-Nya, karena barang siapa bersyukur maka itu adalah semata-mata untuk kebaikan dirinya sendiri dan barangsiapa mengingkari nikmat dan karunia Allah, ia akan rugi di dunia dan di akhirat dan sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Mulia.” Menyonsong kedatangan Ratu Balqis, Nabi Sulaiman memerintahkan orang-orangnya agar mengubah sedikit bentuk dan warna tahta Ratu itu yang sudah berada di depannya kemudian setelah Ratu itu tiba berserta pengiring-pengiringnya, bertanyalah Nabi Sulaiman seraya menundingkan kepada tahtanya: “Serupa inikah tahtamu?” Balqis menjawab: “Seakan-akan ini adalah tahtaku sendiri,” seraya bertanya-tanya dalam hatinya, bagaimana mungkin bahawa tahtanya berada di sini padahal ia yakin bahawa tahta itu berada di istana tatkala ia bertolak meninggalkan Saba. Selagi Balgis berada dalam keadaan kacau fikiran, keheranan melihat tahta kerajaannya sudah berpindah ke istana Sulaiman, ia dibawa masuk ke dalam sebuah ruangan yang sengaja dibangun untuk penerimaannya. Lantai dan dinding-dindingnya terbuat dari kaca putih. Balqis segera menyingkapkan pakaiannya ke atas betisnya ketika berada dalam ruangan itu, mengira bahawa ia berada di atas sebuah kolam air yang dapat membasahi tubuh dan pakaiannya. Berkata Nabi Sulaiman kepadanya: “Engkau tidak usah menyingkap pakaianmu. Engkau tidak berada di atas kolam air. Apa yang engkau lihat itu adalah kaca-kaca putih yang menjadi lantai dan dinding ruangan ini.” “Oh,Tuhanku,” Balqis berkata menyedari kelemahan dirinya terhadap kebesaran dan kekuasaan Tuhan yang dipertunjukkan oleh Nabi Sulaiman, “aku telah lama tersesat berpaling daripada-Mu, melalaikan nikmat dan karunia-Mu, merugikan dan menzalimi diriku sendiri sehingga terjatuh dari cahaya dan rahmat-Mu. Ampunilah aku. Aku berserah diri kepada Sulaiman Nabi-Mu dengan ikhlas dan keyakinan penuh. Kasihanilah diriku wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.” Demikianlah kisah Nabi Sulaiman dan Balqis Ratu Saba. Dan menurut sementara ahli tafsir dan ahli sejarah nabi-nabi, bahawa Nabi Sulaiman pada akhirnya kawin dengan Balqis dan dari perkawinannya itu lahirlah seorang putera. Menurut pengakuan maharaja Ethiopia Abessinia, mereka adalah keturunan Nabi Sulaiman dari putera hasil perkawinannya dengan Balqis itu. Wallahu alam bisshawab. Al-Quran mengisahkan bahawa tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan kematian Sulaiman kecuali rayap yang memakan tongkatnya yang ia sandar kepadanya ketika Tuhan mengambil rohnya. Para Jin yang sedang mengerjakan bangunan atas perintahnya tidak mengetahui bahawa Nabi Sulaiman telah mati kecuali setelah mereka melihat Nabi Sulaiman tersungkur jatuh di atas lantai, akibat jatuhnya tongkat sandarannya yang dimakan oleh rayap. Sekiranya para Jin sudah mengetahui sebelumnya, pasti mereka tidak akan tetap meneruskan pekerjaan yang mereka anggap sebagai siksaan yang menghinakan. Berbagai cerita yang dikaitkan orang pada ayat yang mengisahkan matinya Nabi Sulaiman, namun karena cerita-cerita itu tidak ditunjang dikuatkan oleh sebuah hadis sahih yang muktamad, maka sebaiknya kami berpegang saja dengan apa yang dikisahkan oleh Al-Quran dan selanjutnya Allah lah yang lebih Mengetahui dan kepada-Nya kami berserah diri. Kisah Nabi Sulaiman dapat dibaca di dalam Al-Quran, surah An-Naml ayat 15 sehingga ayat 44

HABIB AHMAD BIN ALI BIN ABDULLAH BIN UMAR AL KAFF JEPARA

نورالممجد كاف في مناقب الحبيب احمدبن علي الكاف نور امين عبد الرحمن فناكون نالوم ساري جفارا جاوا تغاه بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله الذيقال : قل لااسئلكم عليه اجرا الا المودة فى القربى وقال : انما يريد الله ليذهب عنكم الرجس اهل البيت ويطهركم تطهيرا(الاحزاب / 33 ) . والصلاة والسلام على سيدنا محمد القائل : فاطمة بضعة مني يبغني ما يبغضها ويبسطني ما يبسطها وان الاسباب ينقطع يوم القيامة غير نسبي وسببي وصهري (رواه احمد والحاكم) وقال : كل ابن انثى ينتمون الى عصبتهم الا فاطمة فإني انا وليهم وانا عصبتهم وابوهم (رواه احمد عن السوطي) وقال : انا حرب لمن حاربتم وسلم لمن سالمتم (رواه الترميذي واحمد والحاكم ) وقال : النجوم امان لاهل السماء واهل بيتي امان لأمتي وفى رواية امان لاهل الارض فإذا هلك اهل بيتي جاء اهل الارض من الايات ماكانوا يوعدون وعلى اله وصحبه ومن تبعهم الى يوم يحشرون اما بعد : Setelah membaca Basmalah Hamdalah Sholawat dan Salam Kami akan menyuguhkan sekelumit sejarah atau riwayat Al Habib Ahmad Bin Ali Alkaff dalam suka maupun duka semasa kami bertemu dan berkumpul bersama beliau. Semoga buku kecil ini bermanfaat sebagai motivasi(dorongan) bagi kita semua dalam kita bermahabbah kepada Rasulullah SAW dan para Dzurriyyahnya Amin Allahumma Amin. Jepara , Ahad Pon 1 Dzulhijjah 1434 H/ 6 Oktober 2013 TU Penyusun : Nur Amin bin Abdurrahman (MARGA AL KAFF) Pertama yang dijuluki (di gelari) Al Kaff adalah Al Habib Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin Abi Bakar Al Jufri. Soal gelar beliau yang disandang ada dua versi . versi pertama mengatakan bahwa terjadi pertengkaran antara waliyyullah Ahmad bin Muhammad dengan seorang yang mengaku dirinya jagoan yang punya kemampuan luar biasa akan tetapi bisa ditaklukkan oleh waliyyullah Ahmad bin Muhammad dengan kekuatannya tadi maka beliau oleh masyarakat setempat dijuluki “ AL KAFF “ Seperti diketahui kekuatan seseorang itu dalam bahasa Hadlramaut disebut “ KA FF “ Versi kedua mengatakan bahwa adanya suatu perkara perkelahian waliyyullah Ahmad bin Muhammad dengan seseorang diajukan kepengadilan Hakim meminta supaya kedua fihak mengisi formulir dengan tanpa menyebutkan namanya masing-masing tetapi diperintah menyebutkan kode salah satu Huruf Abjad arab , maka Waliyyullah Ahmad bin Muhammad menulis huruf “ ك ” Setelah Hakim menanyakannya siapa yang menulis huruf “ ك ” ? Maka beliau menjawab “ Saya yang menulisnya . Sejak itu beliau dijuluki “ Al Kaff “ oleh masyarakat setempat . beliau lahirdi tarim mempunyai dua anak : 1- Abu Bakar 2- Muhammad. Dan Beliau Wafat di Tarim 911 Hijriyyah (KELAHIRANAL HABIB AHMAD AL KAFF) Al Habib Ahmad AlKaff lahir dari pasangan Habib Ali Bin Abdullah Al Kaff dan Ibu Syuriah Binti H. Ismail di desa Karang Randu Pecangaan Jepara pada hari Jumuah Wage 6 Ramadlan1363 H / 25 Agustus 1944 TU/ 6 poso 1875 (Alif)/ 2 Sunbulah 1322 /24 Karo (24). Beliau sejak kecil sudah ditinggal Abahnya (Habib Ali). Karena itu mulai kecil sudah terlatih hidup mandiri dalam asuhan sang ibu tercinta (Ummi Syuriah). Bersama saudara-saudara yang lain yaitu : 1- Syarifah Aisyah Al Kaff 2- Sayyid Abdullah Al Kaff 3- Sayyid Abdurrahman Al Kaff (Malang) 4- Sayyid Abu Bakar Al Kaff 5- SAYYID AHMAD ALKAFF 6- Sayyid Hasan Al Kaff (Bojonegoro) 7- Syarifah Su’ud Al Kaff. Jadi Habib Ahmad putra yang kelima dari tujuh bersaudara. ( NASABAL HABIB AHMAD ALKAFF ) Di lihat dari keturunan beliau adalah masih ada hubungan darah dengan Rasulullah SAW melalui sayyidina Husein putra Siti Fatimah dan Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA.Adapun Silsilah beliau adalah sebagai berikut :1-Habib Ahmad bin2-Ali bin3-Abdullah bin 4-Umar bin5-Ali bin6-Husein bin 7-Ali bin 8-Abdullah bin 9-Alwi bin 10-Abdullah bin 11-Ahmad bin12-Muhammad bin13-Ahmad Al Kaff bin14-Muhammad bin15-Ahmad bin 16-Abu Bakar Al Jufri bin17-Muhammad bin18-Ali bin19-Muhammad bin20-Ahmad bin 21-Muhammad Al Faqihil Muqaddam bin22-Ali bin23-Muhammad Shahib Marbath bin24-Ali Khali’ Qasam bin25-Alwi bin 26-Muhammad bin27-Alwi bin28-Ubaidillah bin 29-Ahmad Al Muhajir bin 30-Isa Arrumi bin 31-Muhammad bin 32-Ali bin 33-Ja’far Asshadiq bin 34-Muhammad Al Baqir bin35-Ali Zainal Abidin bin36-Sayyidina Husein bin37-Ali Karramallah Wajhah dan Siti Fatimah binti 38-Rasulullah Muhammad SAW.Jadi mulai Rasulullah SAW sampai Habib Ahmad Al Kaff turun sampai yang ke 38. ( MASA KECIL ) Semenjak kecil beliau di samping sudah terdidik oleh sang ibu dengan jiwa yang kuat dalam bekerja, optimis dalam segala hal juga tegas dalam menjalankan prisip. Ini sudah menunjukkan kepribadian yang luar biasa yang telah terukir dari jiwa Abahnya ( Habib Ali Al Kaff ) seorang Habib yang sangat tegas, adil memegang dan menjalankan prinsip dan hukum-hukum syari’at Islam. Sejak kecil Beliau telah di perkenalkan ibunya kepada para Ulama dan Kyai terutama para Habaib yang sudah dialap berkahnya. Diantara yang pernah di datangi atau di silaturrahimi adalah KH. Nur Hasan Thoyyib atau yang biasa dipanggil Mbah Kyai Syamsuri Penagon yang masih keturunan Demak Bintoro dan silsilahnya sebagai berikut : 1-Mbah KH. Syamsuri bin2-Kyai Muhammad Rais bin3-Kyai Abdul Ghani bin 4-KH. Hasan Bisri bin5-Kyai Marhum bin 6-Kyai Yunus bin 7-Kyai Nur Syahid bin8-Kyai Nur Hadi bin 9-Raden Karthi Noto bin10-Raden Dandang Kumbang bin11-Raden Joyoprono bin 12-Raden Haryomadi bin13-Raden Prawito Ngardin bin14-Raden Bagus Mu’min ( Sunan Prawoto ) bin15-Sultan Trenggono bin 16-Raden Fattah ( Sultan Demak Bintoro ). ( MASA MUDA ) Dengan kemauannya yang keras, keras dalam berkerja, tegas dalam mengambil keputusan, terkadang tidak sepaham dengan orang lain atau dengan orang-orang terdekatnya baik itu keluarga maupun teman apalagi kalau sudah menyangkut idiologi atau prinsip kalau sudah bilang A tidak berubah menjadi B. mungkin pengaruh kelahiran jumuah wage menurut versi Kejawennya. Tapi menurut adat Arab memang orang Arab dalam masalah GEN lebih tinggi dan kuat dibanding lainnya. Dalam masa mudanya usia beliau digunakan mencari ilmu baik ilmu agama(syari’at), ilmu kanuragan (supranatural/spiritual) maupun ilmu kerja (bisnis). Ilmu Syari’ah beliau ngaji langsung kepada Kyai secara Door to Door, ilmu kanuragan beliau sangat mahir dan banyak dalam lakon tirakat/riyadloh puasa bentur pati geni (puasa satu hari malamnya tidak tidur). Pernah beliau setelah melaksanakan riyadloh di daerah sekitar Getas Srabi Kudus dihadang sekelompok preman tak dikenal, preman / begal tersebut dihantam dengan satu tangan Habib, preman langsung terkapar pingsan dan temannya lari semua. Pernah beliau diberi ilmu mendatangkan uang oleh kyai ASPAN Tunggul Pejaten Nalumsari Jepara dengan cara dikurung dengan kepang ( kulit bambu ) di atas tanah kosong yang tidak diketahui orang, tapi belum berhasil karena didatangi singa besar. Dalam ilmu kerja (bisnis) beliau bekerja di perusahaan rokok KURMA kepunyaanSAB (Sayyid Abdurrahman Ba Aqil ) kudus yang sekarang tempatnya diutara perempatan Kojan Dema’an Kudus. Beliau bertahun-tahun bekerja disitu dan hampir menjadi Master Tembakau. SAB punya saudara SAB (Sayyid Abdullah Ba Aqil) yaitu ayah dari Sayyid Alwi Ba Aqil seorang Habib Sepuh Dema’an Kudus teman dekat Asyaikh KH. Sya’rani Ahmadi Kudus yang pernah memberi doa dan nasihat kepada penulis supaya mendawamkan (konsisten) baca Al Qur’an dan berbakti kepada kedua orang tua. Beliau bercerita ada seseorang yang kehidupannya morat-marit , setelah disuruh minta ampun kepada orang tuanya dan sering menjenguknya , dengan waktu singkat rizqi anak menjadi melimpah berkah. Dan Habib Alwi berwasiat dalam waktu antara maghrib dan Isya’ tidak boleh menyalakan TV . Saudara dari SAB adalah SMB (Sayyid Muhammad baaqil). Dikenal pengusaha sarung, Beliau tidak dikaruniai anak , diceritakan SMB sebelum menunaikan ibadah haji beliau silaturrahim dulu ke rumah mbah KH. Syamsuri Penagon untuk meminta do’a, akan tetapi mbah syamsuri malah yang minta didoakan, bersamaan itu mbah Syamsuri bilang dan titip salam kepada SMB “ Ndoro kulo titip salam dateng mbah Fuadi tiyange teklean(sandal) manggen ing lawang masjid mekah. “ Dan anehnya yang terjadi SMB ketemu sama Mbah Fuadi Persis yang dikatakan Mbah Syamsuri padahal mbah Fuadi sudah lama meninggal dunia dimakamkan di pemakaman sediyo luhur krapyak kudus tepatnya di bawah pohon Mengkudu (pace) sebelah barat (atau tanya penjaga kubur selamet) bila ingin Ziarah. ( MENIKAH ) Didalam beliau melaksanakan tugas sebagai orang yang diperintah bergerak untuk mencari Rizqi (Al Harakah Barakah) beliau tetap bekerja seperti lazimnya orang banyak dan selalu pasrah dah tawakkal seperti yang sering diungkapkan “ ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث لايحتسب ومن يتوكل على الله فهو حسبه ان الله بالغ امره قد جعل الله لكل شيئ قدرا Menikah (Ala mu’nin nikah). Saat itu beliau mengawali khitbah dan menyunting seorang Habibah bernama “ WARDAH “ binti Muhammad As Segaf. Syarifah Wardah pernah mengalami sakit yang begitu lama akhirnya nama wardahdiganti SECHAH . Dalam mengarungi bahtera rumah tangga beliau dikaruniai 7 anak sebagai berikut : 1-Sayyid M.Farid Al Kaff 2- Syarifah Fadlun Al Kaff 3-Sayyid M. Umar Farouk Al Kaff 4-Sayyid M. Thoriq Al Kaff 5- Sayyid M. Taufiq Al Kaff 6- Sayyid M. Abdul Qodir Al Kaff 7- Syarifah Ayu Nur Hikmah Isroiyyah Al Kaff ( CUCU - CUCU BELIAU ) Dari ketujuh putra-putri beliau Habib Ahmad telah dianugrahi 22 cucu: 1-Dari pernikahan Sayyid M.Farid dengan Syarifah Salmah (palembang) Lahirlah : 1-M.Ubaidillah 2-M.Zakki 3.Fitriyyah 2-Dari pernikahan Syarifah Fadlun dengan dengan Sayyid Anis Muhsin bin Ali Al Jufri (Jakarta). Lahirlah : 1-M.Ja’far 2-Wardatun Ni’mah 3-Mardliyyah 4-M.Thohir 5-Khilmiyyah 6-Fatimah 3-Dari pernikahan Sayyid M.Umar Farouk dengan Noor Amalia Binti Syarif Syahab (malang). Lahirlah : 1-M.Nawab Abdurrahman 2-Jasmine Naira Galby 3-Am’r Abdul Fathir 4-Zuara Ammr Banun 4-Dari pernikahan Sayyid M.Thoriq dengan Elok Syafira binti Muhammad Al Atas (semarang) Lahirlah : 1-M.Najmus Saqib 2-Nadira 3-Husein 4-M.Baqir 5-Dari pernikahan Sayyid M.Taufiq dengan Salma binti Salim Ba’bud (kudus) Lahirlah : 1-Aqil 2- Husein Dari pernikahan kedua Sayyid M.Taufiq dengan Nunuk (mlonggo) Lahirlah : 1-M.Sultan 6-Dari pernikahan Sayyid M.Abdul Qadir dengan Dessy Oktavia Ningrum Lahirlah : 1-M.Nofel 2-M.Abdullah 7-Dari pernikahan Syarifah Ayu Nur Hikmah Isro’iyyah dengan…………….Lahirlah : 1- ……………… Semoga anak cucu beliau selalu bisa dibanggakan oleh datuknya mulai hari ini dan kemudian hari sampai akhir nanti sebagai paku-pakuning bumi. اهل بيت المصطفى الطهر * هم امان الارض فالدكر شبهوا بالانجم الزهر * مثل ماقد جاء فى السنن ( SIFAT – SIFAT BELIAU ) Disamping tegas beliau punya kepribadian yang penyabar, ikhlas dan kasih sayang. terutama terhadap anak-anak kecil. Diceritakan :“ sekitar tahun 1989 TU. penulis pernah menanyakan siapa para Habaib yang pernah Silaturrahim kerumah Mbah Syamsuri Penagon (KH. Nur Hasan Thoyyib) yang terkenal Muhibbin , kami tanya langsung kepada mantan istri Mbah Syamsuri yaitu Mbah Karni. Jawabnya :” Diantara Habib Jepara adalah keluarga Habib Ali Al Kaff Karang Randu Pecangaan Jepara Arah Pabrik Goni kekiri yaitu Habib Abu Bakar, Habib Ahmad dan lain-lain. Selanjutnya Penulis dan saudara Ahmadi berangkat berboncengan dengan mengendarai sepeda onthel (onto) pinjaman bapak Munjari. kami gantian antara depan dan belakang selanjutnya kami punya usul bagaimanapun kita masuk daerah orang lain yang kita utamakan adalah singgah kemasjid dulu( Masjid Karang Randu) biar urusannya lancar dan berhasil. Setelah itu Alhamdulillah dimasjid ada seorang yang kebetulan bisa kami tanya tentang siapa dan rumah Habib Ahmad, dan terus ditunjukkan dan setelah kami berjalan atas petunjuknya Alhamdulillah kami melihat tulisan diatas pintu rumah “ Sayyid Ahmad Al Kaff “ hati merasa lega karena maksud hati sudah ketemu. Setelah pintu kami ketuk dan memberi salam keluarlah seorang ibu berwajah arab beliau adalah istri Habib Ahmad Al Kaff bernama Wan Sechah binti Muhammad As Seqaf kami ditanya “ Mencari siapa ? mencari Habib Ahmad jawab kami “ sebentar Habib Ahmad keluar beliau berdua menemuai kami dan kami bertanya panjang lebar yang inti permasalahannya kami dari Penagon atas perintah Mbah Karni seketika Habib Ahmad kaget dan nyambung pembicaraan kami dan memang beliau ketika kecil sering diajak silaturrahim ibunya ke kediaman Mbah Syamsuri Penagon. Mulai itu kami kenal tambah hari tambah akrab bersama putra-putranya bagaikan satu keluarga. Awalnya kami satu atau dua pekan sekali paling lambat satu bulan sekali sowan kerumah beliau dengan sepeda onthel jarang sekali naik montor atau angkudes atau lainnya. Setelah silaturrahim hati merasa lega adem ayem apalagi kalau diberi nasehat tentang orang-orang shaleh terutama yang menyangkut Mbah Syamsuri Penagon. Dan kalau pulang sering kali diberi uang transport, dan pernah diberi jaket levis ketika pulang kemalaman, saking belas kasihannya beliau juga mau silaturrahim kerumah kami dan pernah istirahat walaupun satu malam sehingga diantara keluarga kami dan Habib Ahmad Al Kaff terjalin sangat erat apalagi ditambah teman kami Ahmadi bin Sumari dijodohkan dengan Shohihah binti Ahsin. Semoga jalinan Silaturrahim kekeluargaan kami sampai yaumil qiyamah. ( PERJUANGANNYA ) Beliau Habib Ahmad Al Kaff dalam bersosialisasi antar masyarakat, tetangga dan teman-temannya sangatlah bisa beradaptasi dan berintegrasi khalayak orang banyak lebih-lebih dimasjid Karang Randu, Musholla Waqaf Peninggalan Habib Ali Al Kaff (Abahnya) maupun jamiyyah-jamiyyah lainnya, terutama Jamiyyah Thariqah An Naqsyabandiyyah Al Khalidiyyah sebagai penyambung kemursyidan kakaknya yaitu Habib Abu Bakar bin Ali Al Kaff dari silsilah Girikusumo Mranggen. ( TENTANG THARIQAHNYA ) Diceritakan “ Setelah sepeninggal Habib Abu Bakar sekitar tahun 1996 TU. Kemursyidan sementara Facum/Mauquf, zaman Habib Abu Bakar Jam’iyyah Thariqah baik Tawajjuhan (selasanan) maupun Khalwatan atau Sulukan (posonan) tiap-tiap bulan Ramadlan, Muharram dan Rajab dalam masa 10 hari semua tersentral di musholla/pondok waqaf Habib Ali Al Kaff. Dalam waktu yang facum itu sebagian tokoh masyarakat sebut saja kyai Ahsin, kyai Miftah dan kyai Sahlan dan kawan-kawan sowan kepada Habib Luthfi dengan niatan baik minta pendapat dan petunjuk atas facumnya kemursyi dan Jam’iyyah Thariqah Karang Randu supaya aktif kembali, akan tetapi Beliau Habib Luthfi tidak sanggup memberi keputusan, selanjutnya sowan ke kediaman mbah Salman solo dan mbah Salman juga sama tidak bisa memberi keputusan, akhirnya sowan ke Hadlratus Syaikh mbah Muhammad Zuhri Girikusumo, dan mbah Zuhri menetapkan yang menjadi Mursyid adalah Habib Ahmad Al Kaff. Jadi awal pembaiatan Habib Ahmad bersama istri dari kudus dan dikhatami dan diangkat kemursyidannya dari Girikusumo oleh Hadlratus Syaikh Mbah Muhammad Zuhri bin Zahid bin Muhammad Hadi satu guru dengan kakaknya yaitu Habib Abu Bakar Al Kaff. Akhirnya tampuk kepemimpinan Jamiyyah Thariqah An Naqsyabandiyyah Al khalidiyyah Karang Randu dipegang oleh Al Habib Ahmad bin Ali Al Kaff. Mulai aktif dan exis kembali sebagaimana lazimnya walaupun belum punya gedung dan tercatat mulai tahun 1418 H/1997 M. ( GEDUNG THARIQAH ) Sekitar umur 59 tahun setelah mengemban amanah kethariqahan beliau mulai memikirkan jamaah bagaimana supaya mempunyai tempat khusus atau gedung thariqah , waktu telah berjalan Habib Ahmad mulai membentuk kepanitiaan bangunan bagaimana supaya mendapatkan dana pembangunan baik dari anggota, masyarakat maupun dari dermawan luar daerah. Dan Habib Ahmad pun ikut bergerak Door to Door( masuk rumah ke rumah ) kepada dermawan supaya cepat berhasil.Adapengalaman sedikit tidak mengenakkan yaitu pernah silaturrahim kekediaman Mbah Shobib Jepara beliau disuruh pulang entah apa alasannya secara lahir mbah Shobib tidak tahu bahwa beliau seorang Habib memang wajahnya Habib Ahmad Seperti orang jawa. Beliau setiap hari keluar meluangkan waktunya untuk jam’iyyah maupun jamaah rela mengalah dari pada keluarganya sendiri, dan akhirnya tercapailah membangun gedung Thariqah pada tahun 1418 H/1989 M. ( AWAL BERDIRINYA THARIQAH KARANG RANDU ) Thariqah An Naqsyabandiyah Al Khalidiyyah Ranting Karang Randu Pecangaan Jepara berdiri : Tanggal 12 Muharram 1395 H/20 November 1976 M. Didirikan oleh dua guru ada yag mengatakan tiga yaitu : 1-KH. Arwani Amin Kudus 2-KH. Muhammad Zuhri Girikusumo 3- KH. Hafidh Rembang Yang ditetapkan menjadi Khalifah adalah Kyai Syahid Karang Randu. Dan didampingi dua orang badal yaitu bapak Mudasir dan bapak kaswandi. ( SUSUNAN PENGURUS ) Ketua umum : Kyai SyahidKetua : 1- Sayyid Abu Bakar 2- H.Nu’man Penulis : 1- Bp. Abdus Salam 2- Bp. Ahsin Bendahara: 1- H.Nur Fadlan 2- Bp.Muhtarom A’wan/Pembantu : 1-Bp.Sahlan 2- Bp. Mudasir 3- Bp. Kaswandi 4- Bp. Kamsul 5- bp. Ah.Bisri ( KEGIATAN INTERN ) Kegiatan setiap hari selasa aktif melaksanakan Tawajjuhan dan sebelumnya diadakan pengajian rutin. Adapun para pengasuhnya adalah : 1- Kyai Syahid dengan kitab Silsilah Thariqah 2- Kyai Maksum dengan kitab Tafsir Jalalain 3- Kyai Miftah dengan kitab Bidayah (sudah khatam) dan kitab adzkiya (sudah khatam) dan kitab Fathul Mu’in dimulai tahun 1980 M. ( KEGIATAN UMUM ) Setiap tahunnya jamiyyah ini mengadakan kegiatan peringatan hari lahir (HARLAH) berbentuk pengajian umum. Harlah ke1- waktu siang mendatangkan pembicara : KH. Muhammad Zuhri dari Girikusumo Harlah ke2- waktu sore mendatangkan pembicara : KH. Khafidh dari Rembang Harlah ke 3- waktu pagi mendatangkan pembicara : Kyai Hambali dari Kudus Harlah ke 4- waktu pagi mendatangkan pembicara : KH. Sya’roni Ahmadi dari Kudus Harlah ke 5- waktu pagi mendatangkan pembicara : Kyai Faqih dan Kyai Anwar dari Jepara ( KEGIATAN SELAPANAN ) Setiap selapan sekali mengadakan khataman Khawajikan As Syaikh Abdul Khaliq Al Ghajduwani dengan membaca : 1- Istighfar x 5/15/25 2- Rabithah3- Fatihah x 7 4- Sholawat x 1005- Al Insyirah x 79 6- Al Ikhlas x 1001 7- Al Fatihah x 7 8- Sholawat x 100 Doa…….. Pada hari selasa wage 15 September 1981 M. dikunjungi kepala KUA Bp. Khumaidi untuk memberi tahu ada salah satu kumpulan di desa Kulur kecamatan Saparu Maluku Tengah menamakan dirinya Thariqah Naqsyabandiyyah dipimpim oleh Bp. Ali Qamaruddin dan Ahdan Lampung tapi isinya menyalahi ajaran Islam. Antara lain ajarannya adalah : 1- Bacaan niat Sholat lima waktu اصلي الله حين الاسلام الصلاة نور القلب الخ ...... 2- Cara ma’rifat dengan wuquf qolbi hingga ketemu Nur lalu dipandang terus hingga Nur itu menjelma jadi manusia itulah Allah katanya. 3- Tahlilan ditempat tertutup dan gelap berkumpul antara pria dan wanita tanpa satir. Dengan dasar itu kita harus waspada dan bisa menjaga kemurnian islam dan thariqah dengan benar.Pada hari Rabo wage 8 Shafar 1403 H/ 24 November 1982 M. Harlah ke 6- waktu pagi mendatangkan pembicara : 1- KH. Arawani Amin Dari Kudus 2- Kyai Hambali dari kudus 3- KH. Mansur dari Kudus (Mursyid : Sy. Abu Bakar) ( sekretaris : Bp.Ahsin) Pada hari Selasa wage 22 Muharram 1406 H/ 8 Oktober 1985 M. Harlah ke 9- waktu pagi mendatangkan pembicara : 1- kyai Maksum dari Karang Randu (Mursyid : sy. Abu Bakar) ( Sekretaris : Bp. Ahsin) Pada hari Selasa wage 22 Muharram 1406 H/8 Oktober 1985 M. Musyawarah memutuskan : 1- Tempat Thariqah sementara waktu masih menggunakan pondok waqaf. 2- untuk kelanjutannya mengingat suasana atau situasi dan kondisi (Mursyid : Sy. Abu Bakar) ( Sekretaris : Bp. Ahsin) Pada hari selasa pahing 3 Shafar 1407 H/7 Oktober 1986 M. Harlah ke 10- waktu pagi mendatangkan pembicara : 1- Kyai Nur Ahmad dari Karang Randu (Mursyid : Sy. Abu Bakar) ( Sekretaris : Bp. Ahsin) Dan memutuskan :1- setiap tanggal 10 syuro diadakan Harlah Thariqah 2- Setiap ada yang meninggal dunia luar desa diadakan Sholat Ghaib dan Tahlil(Mursyid :Sy. Abu Bakar) ( Sekretaris : Bp. Ahsin) Pada hari Selasa kliwon 21 Shafar 1408 H/15 September 1987 M. Harlah ke 12- waktu pagi mendatangkan pembicara : 1- KH. Sya’roni Ahmadi dari kudus(Mursyid : Sy. Abu Bakar) ( Sekretaris : Bp. Ahsin) Pada hari selasa legi 30 Muharram 1411 H/21 Agustus 1990 M. Harlah ke-15 waktu pagi Dengan pembicara :Kyai Miftah dari Karang Randu. Dan hasil kotak Rp. 855, 160’(Mursyid : Sy. Abu Bakar) ( Sekretaris : Bp. Ahsin) Pada hari Sabtu Kliwon 20 Muharram 1414 H/10 Juli 1993 M. Harlah ke 17- waktu jam 2 siang mendatangkan pembicara : 1-Kyai Munif dari girikusumo 2- Sayyid Husein ( Mursyid : Sy. Abu Bakar) ( Sekretaris : Bp. Ahsin) Pada hari Kamis pon 19 shafar 1415 H / 28 juli 1994 M.Harlah ke -18 waktu jam 2 siang mendatangkan pembicara :1- Kyai shocheh dari Jepara (Mursyid : Sy. Abu Bakar) (Sekretaris : Bp. Ahsin) Pada hari kamis pahing 29 Shafar 1416 H / 27 JULI 1995 M. Harlah ke 19- waktu jam 2 siang mendatangkan pembicara : 1-Kyai Ghufron dari Pecangaan Jepara (Mursyid : Sy. Abu Bakar) ( sekretaris : Bp. Ahsin) Pada hari sabtu pon 25 Dzul Hijjah 1417 H. /3 Mei 1997 M. Harlah ke 21- waktu jam 10 pagi mendatangkan pembicara : 1- KH. Sya’roni Ahmadi dari kudus 2- KH. Munif dari Girikusumo (Kholifah : Sy. Ahmad) (Sekretaris : Bp. Ahsin) RAPAT PENGURUS PONDOK WAQAF MALAM AHAD LEGI 10 SHAFAR 1418 H/15 JUNI M DI PONDOK WAQAF 1 1)Peserta Rapat dihadiri Tokoh masyarakat dan pengurus pondok sekitar 26 orang 2)Acara: 1-Pembukaan 2-Pembukaan acara pondok waqaf 3-Lain-lain 4-Penutup 3)Hasil rapat: 1-Mengisi kepengurusan yang kosong 2-Memutuskan kepengurusan sbb: Ketua Umum: Habib Ahamd bin Ali Al Kaff Ketua : 1- Kyai Miftah 2- Kyai Abdus Salam Sekretaris :1- Bp.Ahsin2-Bp. Sholikin Bendahara: 1-Bp.Abdur Rahman 2-Bp.Darman Kerohanian 1- Kyai Miftah 2-Kyai Salam 3-Kyai Sahlan Rosyidi Tata Usaha: 1- Bp. Ali Karso 2-Habib Zain 3-bp. Toyo Kebersihan: 1- Kang Rohmad Siti Imam Rowatib: 1- Habib Zainal Abidin 2-Kyai Subakir 3-kyai Sa’dullah ( SILSILAH KEMURSYIDAN ) Awal baiat Thariqah Naqsyabandiyyah Khalidiyyah Habib Ahmad Al Kaff bersama Istri adalah dari kudus yaitu dari Hadlratus Syaikh KH. Ulin Nuha Arwani Kudus dan yang mengkhatami adalah Hadlratus Syaikh KH. Muhammad Zuhri Girikusumo Mranggen yang pada dasarnya bertemu satu silsilah yaitu sampai kepada hadlratus Syaikh Muhammad Hadi Adapun mata rantai silsilah Thariqahnya adalah sbb:Al Habib Ahmad bin Ali Al Kaff Dari Syaikh Ulin Nuha Arawani Dari Syaikh Arwani Amin Dari Syaikh Manshur Dari Syaikh Muhammad Hadi / Al Habib Ahmad bib Ali Al Kaff Dari Syaikh Muhammad Zuhri Dari Syaikh Zahid Dari Syaikh Muhammad Hadi Dari Syaikh Sulaiman Az Zuhdy Dari Syaikh Ismail Al Barusy Dari Syaikh Sulaiman Al Quraimy Dari Syaikh Khalid Al Baghdady Dari Syaikh Abdullah Ad Dahlawy Dari Syaikh Habibullah Dari Syaikh Nur Muhammad Al Badwany Dari Syaikh Saifuddin Dari Syaikh Muhammad Ma’sum Dari Syaikh Ahmad Al Faruqy Dari Syaikh Muhammad Al Baqy Billah Dari Syaikh Muhammad Al Khawajiky Dari Syaikh Darwis Muhammad Dari Syaikh Muhammad Az Zahidy Dari Syaikh Ubaidillah Al Ahrar Dari Syaikh Ya’qub Al Jarhy Dari Syaikh Muhammad bin ‘Alaaiddin Al Athar Dari Syaikh Muhammad Bahauddin An Naqsabandy Dari Syaikh Amir Kullaly Dari Syaikh Muhammad Babas Samasy Dari Syaikh ‘Ali Ar Rumaitiny Dari Syaikh Al Anjir Faghnawy Dari Syaikh Arif Ar Riwikry Dari Syaikh Abdul Khaliq Al Ghazdawany Dari Syaikh Yusuf Al Hamadany Dari Syaikh Abi ‘Ali Al Fadhaly Dari Syaikh Abi Hasan Al Kharqany Dari SyaikhAbi Yazid Thaifur Al Busthamy Dari Syaikh Ja’far As Shadiq Dari Syaikh Qasim Bin Muhammad Dari Sayyidina Salman Al Farisy Dari Sayyidina Abu Bakar As Shidiq Dari Sayyidina Muhammad Rasulullah saw Dari Sayyidina Jibril as Dari Allah ‘Azza wa Jalla ( SILSILAH NASAB MBAH ARWANI AMIN JALUR LAKI-LAKI) 1- KH. Ulin Nuha bin 2- KH. Arwani Amin bin 3- Kyai Amin Sa’id bin 4- KH. Imam Haramain bin 5- H. Minhaj ( SILSILAH NASAB MBAH ARWANI JALUR PEREMPUAN ) 1- KH. Ulin Nuha bin 2- KH. Arwani Amin bin3- HJ. Wanifah binti4- Rasimah binti 5- Sawijah binti 6- Habibah binti7- Mursyid bin 8- Jonggrang Putra 8- Pangeran Diponegoro (سلسلة الشيخ الحج كياهي منيف زهري كيري كوسوما مراغكين) الشيخ منيف بن الشيخ محمد زهري بن الشيخ زاهد بن الشيخ محمد هادي بن الشيخ طاهر بن الشيخ صادق بن الشيخ غزالي بن الشيخ ابو وسيدان بن الشيخ عبد الكريم بن الشيخ عبد الرشيد بن الشيخ سيف الدين ثاني الملقب كي اكغ فاندان اران 2 سونان تمبايات بنالشيخ سيف الدين اول الملقب كي اكغ فاندان اران 1 مولانا اسلام السيد عبد القادر بن مولانا اسحاق بن مولانا ابراهيم اسمرقندي بن السيد جمال الدين حسين بن السيد احمد شاة جلال الدين بن السيد عبد الله عظمت خان بن السيد عبد المالك بن السيد علوي بن السيد محمد صاحب مرباط بن السيد علي خالع قسم بن السيد علوي بن السيد محمد بن السيد علوي بن السيد عبيد الله بن السيد احمد المهاجر بن السيد عيسى الرومي بن السيد محمد النقيب بن السيد علي العريضى بن السيد جعفر الصادق بن السيد محمد الباقر بن السيد علي زين العابدين بن سيدنا الحسين بن سيدنا علي بن ابي طالب كرم الله وجه وابن فاطمة الزهراء البتول بنت سيد الرسول محمد صلى الله عليه وسلم ) KEGEMARANNYA ) Disamping beliau menekuni bidang ilmu Thariqah beliau juga pengamal Ratib Al Haddad kata beliau Ratib Al Haddad ini ijazah dari Abah Husein (Jl. Pramuka Jakarta) dan Ratib itu sering diijazahkan kepada para tamu, teman dan murid beliau dan kebetulan diberikan kepada penulis bersama Ratib Al Atthas dan Ratib Al ydrus. Sering beliau setelah mengijazahi Ratib Al haddad memberi nasehat dengan berkata : ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث لايحتسب ...... الاية Artinya : Siapa yang takut kepada Allah SWT maka Allah akan memberi kelapangan Rizqi kepada orang tersebut tak terhitung saking banyaknya ( FAEDAH MEMBACA RATIB AL HADDAD ) Adapun faedah bagi siapa yang membaca Ratib Al Haddad dibaca sesudah Shalat Maghrib adalah : 1. Rizqinya lancer berkah 2. Kuat imannya 3. Khusnul khatimah 4. Tolak Balak 5. Selamat dari ancaman musuh 6. Menghilangkan susah 7. Mempermudah mengembalikan hutang 8. Memperbaiki keburukan 9. Dijaga Agamanya, keluarganya dan hartanya 10. Dibaguskan taqwanya secara istiqomah 11. Bermanfaat sampai anak cucu 12. Qabul hajatnya yang baik dunia dan akhirat فإذا عزمت فتوكل على الله ان الله يحب المتوكلين ( SILSILAH SHOHIBURRATIB AL HADDAD ) Adapun silsilah nasab Shahiburratib Al Haddad sampai Rasulullah saw adalah sbb: 1-Al Habib Abdullah bin 2-Alawi bin3-Muhammad bin 4-Ahmad bin 5-Abdullah bin 6- Muhammad bin 7-Alawi bin 8-Ahamd bin 9-Abi Bakar bin 10-Ahmad bin 11-Abdullah bin 12-Ahmad bin 13- Abdurrahmanbin 14-Alawi bin 15-Muhammad bin 16-Ali bin 17-Alawi bin 18-Muhammad bin 19-Alawi bin 20-Ubaidillah bin 21-Ahmad Al Muhajir bin 22-Isa Arrumi bin 23-Muhammad bin 24-Ali Al Uraidhi bin 25-Ja’far As Shodiq bin 26-Muhammad Al Baqir bin 27-Ali Zainal Abidin bin 28- Al Imam Husein bin 29-Sayyidatina Fatimah binti 30-Rasulullah Muhammad SAW. ( IJAZAH - IJAZAH BELIAU ) 1) DO’A NUR BUAT Syaratnya sbb: 1-Puasa Tarak ( berbuka tanpa yang bernyawa/dari yang bernyawa selama 7 hari Sabtu sampai Jumuah 2-Telasan/Khataman dengan Ayam jantan 3-Dibaca usai shalat Maghrib 4-baca surat Yasin x3 ba’dal Maghrib selama 7 hari 5- Hadiah Fatihah kepada : 1-Rasulullah SAW 2-Malaikat Jibril 3-Nabi Khidlir 4-Syaikh Abdul Qadir Al Jilani 5-Syaikh Naqsybandi 6-Sunan Kalijaga 7-Khusus Dusun…….8-Bapak ibu…..6-Shalat Hajat 2 Rakaat 7-Membaca Do’a Nur Buat x100 8-Do’a Hajatnya…… Doa Nurun Nubuwwah (Cahaya Kenabian) Di riwayatkan bahawa doa ini di sampaikan kepada Nabi oleh Malaikat Jibril pada suatu pagi ketika Nabi sedang duduk bersama para sahabat selepas solat subuh. Jibril berkata kepada Nabi: “Aku di utus oleh Allah membawa Doa Nurun Nubuwah untuk di serahkan kepadamu ya Rasulullah.” Selain boleh menghapuskan segala dosa (kecuali dosa syirik), banyak lagi fadhilah doa ini, antaranya: 1. Doa ini boleh di pergunakan untuk memohon kekayaan. Kepada orang yang berhajatkan kekayaan, doa ini hendaklah di baca 100 kali pada malam Jumuah. Tanamkan kunyit dalam tanah di suatu tempat sunyi. Banyaknya kunyit terpulang pada orang yang memohon kekayaan itu. Jika di kabulkan Allah, orang yang mengamalkan doa ini akan mendapat alamat apabila kunyit yang di tanam sudah bertukar menjadi emas. 2. Jika di baca pada setiap lepas sembahyang lima waktu, apa yang kita hajati insya Allah akan berhasil. 3. Jika ada raja yang ingin menjadi pendeta, maka dengan berkat doa ini insyaAllah akan tercapai. 4. Demikian juga jika ada pendita yang ingin menjadi wali Allah, dengan membaca doa ini insya-Allah mendapatnya. Dan jika ada jin yang ingin menjadi manusia, dengan berkat doa ini insya-Allah jadilah dia manusia. 5. Jika ada binatang yang cacat, dengan dibacakan padanya, insya-Allah binatang itu akan menjadi sempurna sifatnya. 6. Jika siapa membaca sekali ketika matahari hampir terbenam, Allah akan mengampuni segala dosanya. 7. Jika anda ada musuh, bacakan doa ini, insya-Allah musuh akan menjadi sayang pada anda. 8. Jika tidak boleh membaca atau menghafalnya, tuliskan doa ini dan simpan dalam rumah, insya-Allah terselamat daripada sihir, ilmu hitam dan penyakit. 9. Apabila di letakkan pada tanaman, insya-Allah tanaman itu selamat daripada segala musuh. 10. Apabila diletakkan pada tempat yang didiami syaitan, iblis, jin, hantu dan segala macam makhluk halus yang jahat, insya-Allah mereka semua akan pergi dari situ. 11. Jika ingin melihat sesuatu yang indah, bacakan 100 kali pada malam sabtu, insya- Allah anda akan diperlihatkan keajaiban. 12. Jika anda berperahu di laut dan membacakan doa ini, kemudian tiupkan ke laut, insya-Allah air laut akan menjadi tawar. 13. Jika dibaca pada malam Ahad, insya-Allah anda akan awet muda. 14. Jika dibaca pada malam Senin, Allah akan memberikan keselamatan. 15. Jika dibaca pada malam Selasa, anda akan menjadi kuat. 16. Jika dibaca pada malam Rabu, gigi menjadi teguh. 17. Jika dibaca pada malam Kamis akan memperelokkan wajah. 18. Jika dibaca pada binatang buas, insya-Allah ia akan tunduk. 19. Jika dibaca pada malam hari, seluruh malaikat akan turun dari langit memohonkan ampun untuk orang yang membacanya. 20. Jika dibaca pada hari raya, maka apa yang dihajat akan segera berhasil. 21. Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang ingin berjumpa dengan para nabi, bacakan 100 kali doa ini, kemudian tidur, insya-Allah akan bermimpi berjumpa dengan para nabi dan sesiapa memandangnya akan merasa kasih sayang.” 22. Untuk menyembuhkan orang sakit, baca doa ini pada minyak. Sapukan minyak itu pada tempat yang sakit, insya-Allah akan sembuh. 23. Demikian juga, jika ada orang yang diganggu hantu, syaitan, jin, kerasukan, pengsan atau gila, bacakan pada minyak dan sapukan pada orang berkenaan. 24. Andainya anda ingin mendekati raja, orang berkedudukan tinggi atau orang ramai, baca doa ini setiap hari, insya-Allah semua akan kasihkan anda. 25. Jika ingin kuat berjalan, bacakan pada sirih bertemu urat, kemudian usapkan daun itu dari kepala sampai ke dua hujung kaki, insya-Allah anda akan kuat berjalan. 26. Jika anda dalam perjalanan dan ada tanda akan hujan, bacakan doa ini, insya- Allah tidak jadi hujan. 27. Jika terjadi permusuhan, bacakan berulang kali, insya-Allah akan berhenti. 28. Jika akan berangkat ke medan perang, bacakan doa ini, insya-Allah tidak di kejar musuh, sebaliknya musuh akan bercerai-berai sesama sendiri. 29. Jika ada wanita yang sukar bersalin, bacakan doa ini pada air dalam mangkuk putih, minumkan air itu, insya-Allah bayinya akan cepat lahir. 30. Jika ada orang sakit mata, bacakan doa ini dan hembuskan pada matanya, insya- Allah lekas sembuh. 31. Apabila ada orang digigit ular, kena bisa, racun atau penyakit lain, bacakan doa ini pada tempat yang luka atau tempat yang sakit, insya-Allah lekas sembuh. 32. Jika anda ingin bertemu raja jin, sucikan diri anda daripada najis dan hadas, bacakan doa ini 100 kali pada malam Jumaat di tempat yang suci dan sunyi. 33. Rasulullah bersabda:”Jika kamu ingin di muliakan orang lain, bacalah doa ini.” 34. Jika anda hendak melamar seseorang wanita, berpuasalah sehari dan jangan tidur pada malamnya. Bacakan doa ini terus-menerus di tempat sunyi. Insya-Allah lamaran anda diterima. Inilah Do’anya بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ أَللَّهُمَّ ذِيْ السُّلْطَانِ الْعَظِيْم , وَذِيْ الْمَنِّ الْقَدِ يْم, وَذِيْ الْوَجْهِ الْكَرِيْم وَوَلِيِّ الْكَلِمَا تِ التَّا مَّاتْ وِالدَّعَوَاتِ الْمُسْتَجَا بَةْ , عَا قِلِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْن مِنْ أَنْفُسِ الْحَقِّ عَيْنِ الْقُدْرَةِ وَالنَّا ظِرِيْن ِ وَعَيْنِ الْإنْسِ والْجِنّْ وَإِنْ يَكَادُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَيُزْلِقُوْنَكَ بِأَبْصَا رِهِمْ , لَمَّا سَمِعُوْا الذّ كْرَ وَيَقُوْلُوْنَ إنَّهُ لَمَجْنُوْن وَ مَا هُوَ إلاَّ ذِ كْرُ لِلْعَا لَمِيْن , وَمُسْتَجَا بُ لُقْمَانِ اْلحَكِيْمِ , وَوَرِثَ سُلَيْمَا نُ دَا وُوْدَ عَلَيْهِمَا السَّلامْ , ألْوَدُوْدُ ذُ وْ الْعَرْشِ الْمَجِيْد , طَوِّلْ عُمْرِيْ وَصَحِّحْ أجْسَا دِيْ , وَاقْضِ حَا جَاتِيْ , وَاكْثِرْ أمْوَا لِيْ وَأوْلاَ دِيْ , وَحَبِّبْ لِلنَّا سِ أجْمَعِيْن , وَتَبَا عَدِ الْعَدَاوَةَ كُلَّهَا مِنْ بَنِيْ أدَ مَ عَلَيْهِ السَّلامْ , مَنْ كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَا فِرِيْنَ ’ وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَ زَهَقَ الْبَاطِلْ , إنَّ الْبَاطِلَ كَا نَ زَهُو قًا , وَ نُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاءَنِ مَا هُوَا شِفَا ءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْ مِنِيْن , وَلاَ يَزِيْدُ الظَّاَ لِمِيْنَ إلاَّ خَسَا رًا , سُبْحَا نَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّأ يَصِفُوْنَ وَ سَلا مٌ عَلَى الْمُرْ سَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعاَ لَمِيْن, BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM “ALLAAHUMMA DZIS SULTHAANIL ‘AZHIM, WA DZIL MANNIL QADIIM, WA DZIL WAJHIL KARIIM, WA WALIY YIL KALIMAATI TAAMMAATI WAD DA’AWAATIL MUSTA JAABAH, ‘AAQILIL HASANI WAL HUSAINI MIN ANFUSIL HAQQI ‘AINIL QUDRATI WAN NAAZHIRIINA WA’AINIL INSI WAL JINN, WA IN YAKAADUL LADZIINA KAFARUU LA YUZLIQUUNAKA BI ABSHAARIHIM LAMMAA SAMI’ADZ DZHIKRU, WAYAQUULUUNA INNAHUU LAMAJNUUN, WA MAA HUWA ILLAA DZIKRUL LIL ‘AALAMIIN. WA MUSTAJAABU LUQMAANIL HAKIIM. WA WARITSA SULAIMAANUBNU DAAWUDA ‘ALAIHIMAS SALAAM.AL-WADUUDUDZUL’ARSYIL MAJIID. THAWWIL ‘UMRII WA SHAHHIH AJSAADII WAQDHI HAAJATII WAKTSIR AMWAALII WA AULAADII WAJ ALNI HABBIBAN LIN NAASI AJMA’J IN. WA TABAA’ADIL’ADAAWATA KULLAHA MIMBANII AADAMA ‘ALAIHIS SALAAM. MAN KAANA HAYYAUW WA YAHIQQAL QAULU ‘ALAL KAAFIRIIN. WA QUL JAA AL HAQQU WA ZAHAQAL BAATHIL, INNA BAATHILA KAANA ZAHUUQAA. WA NUNAZZI LU MINAL QUR’AANI MAA HUWA SYIFAAUW WARAHMATUL LIL MU’MINIIN. WA LAA YAZIIDUZH ZHAALIMIINA ILLAA KHASAARAA. SUBHAANA RABBIKA RABBIL ‘IZZATI ‘AMMAA YASHIFUUN, WA SALAAMUN ‘ALAL MURSALIIN, WAL HAMDU LIL LAAHI RABIIL ‘AALAMIIN”. Artinya: “Ya Allah, Zat Yang memiliki kekuasaan yang agung, yang memiliki anugerah yang terdahulu, memiliki wajah yang mulia, menguasai kalimat-kalimat yang sempurna, dan doa-doa yang mustajab, penanggung Hasan dan Husain dari jiwa-jiwa yang haq, dari pandangan mata yang memandang, dari pandangan mata manusia dan jin. Dan sesungguhnya orang-orang kafir benar-benar akan menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, ketika mereka mendengar Al-Quran dan mereka berkata: “Sesungguhnya (Muhammad) benar-benar orang yang gila, dan Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat. Dan yang mengijabahi Luqmanul hakim, dan Sulaiman telah mewarisi Daud a.s. Alwadud (Allah adalah Zat Yang Maha Pengasih)yang memiliki singgasana yang Maha Mulia, panjangkanlah umurku, sihatlah jasad tubuhku , kabulkan hajatku, perbanyakkanlah harta bendaku dan anakku (pengikutku), cintakanlah semua manusia dan jauhkanlah permusuhan dari anak cucu Nabi Adam a.s., orang-orang yang masih hidup (dihatinya) dan semoga tetap ancaman siksa bagi orang-orang kafir. Dan katakanlah : “Yang haq telah datang dan yang batil telah musnah, sesungguhnya perkara yang batil itu pasti musnah”. Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Quran tidak akan menambah kepada orang-orang yang berbuat aniaya melainkan hanya kerugian. Maha Suci Allah Tuhanmu Tuhan Yang Maha Mulia dari sifat-sifat yang di berikan oleh orang-orang kafir. Dan semoga keselamatan bagi para Rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.” ( CARA MENGHILANGKAN KUKUL ) Caranya adalah : 1-Membaca Surat Al Jin x3 2-Lailaaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu MinadhDhoolimin x100 3-Menghadap kemangkok yang ada airnya terus ditiup masa 40 hari ( TOLAK SANTET ) بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد انا سجا اورا تومكا انا تكا دودو سجا انا كاوي دودو كاوي بوكاء فايوغ لبار فاسار لااله الا الله محمد رسول الله . دي باجا تيكا كالي سسوداه صلاة فرض . ( Do’a Ampuh ) بسم الله الرمن الرحيم فسيكفيكهم الله وهو السميع العليم ( حسبي الله *3 تيداء برنفس ) ان يكف بأس الذين كفروا والله اشد بأسا وأشد تنكيلا (الله *9) ياحي يا قيوم ان شا الله (كدوت *9 )(بونتت *9 ) سغكيغ الله لااله الاالله محمد رسول الله * 21 بسم الله الرحمن الرحيم فوقع الحق وبطل ماكانوا يعملون قال موسى ماجئتم به السحر ان الله سيبطله ان الله لايصلح عمل المفسدين (ياحفيظ *7 ) (يامتين * 7 ) وربك على كل شيئ حفيظ وقل جاء الحق وزهق الباطل ان الباطل كان زهوقا حسبنا الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير لاحول ولاقوة الابالله العلي العظيم * 7 ( MAHABBAH ) اذقال يوسف لأبيه يآابت اني رايت احد عشر كوكبا والشمس والقمر رايتهم لي سجدين * 100 سابن فيغ سفولوه دي سبولاكى اغ اوياه * 3 كن فيكون الا هو. جهيا موليا ياواني سي ..........(فلان) سوموجود ماراغ اكو هو الله *3 روح اظافي ياواني سكالير ذات لان صفة ذات كيطوت صفة كيروت تكا كاتوت ياواني سي ..........سوموجود ماراغ ياواكو هو الله *3 . )DO’A FAHAM ILMU ) ففهناها سليمان وكلا آتينا حكما وعلما وسخرنا مع داود الجبال يسبحن والطير وكنا فاعلين ياحي ياقيم يارب موسى وهارون ونوح وابراهيم وعيسى ومحمد صلى الله عليه وسلم وعليهم اجمعين اكرمني بجودة الحفظ وسرعة الفهم وارزقني الحكمة ومعرفة العلم وثبات الذهن والعقل والحكم بحق سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم ( MENAKLUKKAN MASYARAKAT ) بسم الله الرحمن الرحيم فإن تولوا فقل حسبي الله لااله الاهو عليه توكلت وهو رب العرش العظيم اللهم يارب انت حسبي على رعيتي قرية دوسون ........ وذللهم لي برحمتك يا ارحم الرحمين Dibaca x 30 Malam Jumuah Tengah Malam. ( MAHABBAH ROKOK DITIUPKAN ) عسى الله ان يكف بأس الذين كفروا والله اشد بأسا واشد تنكيلا * 3 اتوا كومباغ كونيغ دي تاروه دي توفليس ( BALASAN DI DHOLIMI ) انما امره اذا اراد شيئا ان يقول له كن فيكون * 100 منوليس ناما اوراغ ياغ مغانييايا تروس دي تومفوكي باتو بسار . ( MENDATANGKAN UANG ) ياحي ياقيوم *1000 يالطيف*1000 اناانزلناه *41 الم نشرح *17 Diruang sepi yang atasnya bolong dan dilakukan setiap malam jumuah jam satu sampai berhasil. (DO’A SELAMAT PULANG PERGI ) بسم الله توكلت على الله لاحول ولاقوة الابالله العلي العظيم * 3 ( HAJAT SUPAYA BERHASIL ) صلاة حجات دووا ركعة لالو هدية الفاتحة كفادا : كنجغ نبي محمد صلى الله عليه وسلم *3 الشيخ عبد القادر الجيلاني *3 الفاتحة *11 استغفر الله *70 يا محمد *100 يالطيف *1641من العبد الذليل الفقير الى المولى الجليل الكبير أني مسني الضر وانت ارحم الرحمين اللهم بحرمة محمد صلى الله عليه وسلم ياالله يارب اسألك ........اكشف ضري واغنني فقري واجبر كسري وأزل همي وغمي انك على كل شيئ قدير ( CARA KETEMU SHAHIBUL MAQAM ) 1-Mandi Kramas 2-Sholat Taubat 3-Sholat Istikharah 4- Membaca : لااله الاانت سبحنك اني كنت من الظالمين *100 استغفر الله *70 يامحمد *100 يالطيف *1441 سورة الملك .....الايعلم من خلق وهو اللطيف الخبير *1000 ( IJAZAH RATIB ) Ijazah Ratib yang diberikan penulis tiga tapi awalnya adalah Ratib Al Haddad Kemudian pada waktu yang lain ada tambahan Ratib dan Hizib yang lain yaitu : 1-Ratib Al Habib Abdullah bin Alawi Al Haddad 2-Ratib Al Habib Umar bin Abdurrahma Al Atthas 3- Ratib Al Habib Abdullah bin Abu Bakar Al Aydrus 4-Aqidah Al Habib Ali bin Abi Bakar As Sakran ( KHAWARIQUL ADATNYA ) Kami pernah bersama-sama dengan Jam’iyyah Muslimat yasin Syifa’ membaca Ratib Al Haddad dari beliau, ditengah-tengah pembacaan Ratib Al Haddad datanglah Habib Umar Al Muthahar secara Sirr, setelah kami diam sejenak dan memberi hadiah Al Fatihah kepada beliau barulah pergi atas kedatangannya. Itu terjadi hari Senin pon 2 Rabi’ul Awwal 1418 H/6 Juli 1997 M. siang harinya datanglah Al Habib Ahmad Al Jufri. Pada hari Rabo Kliwon Kami melihat dalam Ru’yah Al Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan, Usai Ziarah Maqam dan mencium tanganya kami naik keatas yang sangat tinggi dan turun bagaikan anak kecil yang bersih, dan Alhamdulillah siangnya Habib Ahmad Al kaff datang kerumah Penagon memberi Tajdid Ijazah Ratib Al Haddad. ( KISAH PENGANGKATAN KHALIFAH / MURSYID ) Ketika kami Silaturrahim kerumah beliau Habib Ahmad Al Kaff berkata : Bahwa saya diangkat menjadi Khalifah Atau Mursyid Thariqah Naqsyabandiyyah Khalidiyyah asal baiat dari KH. Ulin Nuha Arwani Kudus dan di khatami oleh KH. Moh. Zuhri Giri Kusumo. Dan kami bertanya “ Bib kami ingin ketemu dan berkumpul dengan Habib Dunia dan Akhirat “ Beliau menjawab : الصلاة والسلام عليك ياسيدي يارسول الله خذ بيدي قد ضاقت حيلتي أدركني Dan beliau silaturrahim ke Girikusumo bersama rombongan disana Habib Ahmad dan Syaikh Shohibul Bait rangkulan Sang Kyai berkata kepada rombongan “ Ini Habib Ahmad beliau intan dan saya batu krikil “ begitulah para ulama sepuh yang sangat menjaga tawadlu’ tata krama kepada semua yang mesti dihormati dan menuntun umat sebagai Uswah panutan bukan lisan belaka. ( MENGHADIRI KHAUL ) Al Habib Ahmad Al Kaff menghadiri Khaul As Sayyid Thoyyib Thohir Cikal Bakal Dukuh Penagon Nalumsari dan Tahlil bersama di Maqamnya sekitar tahun 1998 M. Di hadiri Habib Hasan bin Ali As Syihab Habib Abdullah bin Muhdlor Al Hindwan Habib Ahmad bin Hasan Al Jufri ( RU’YAH 1 ) Ru’yah Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan kami bertanya : Wahai Habib saya Ru’yah terhadap engkau beberapa kali” Habib Luthfi mejawab : ya saya tahu dari Habib Ahmad Al Kaff. (malam Rabo pahing 21 j.Akhir1419 H/14 Oktober 1998 M.) ( MENGHADIRI NIKAHNYA PURWATI BINTI ABDURRAHMAN ) Beliau menghadiri acara PernikahanSdr.Purwati binti Abdurrahman di rumah Penagon Nalumsari memimpin acara Doa Aqdun Nikah dan penutup . (malam kamis legi 7 J. Awal 1420 H / 18 Agustus 1999 M (RU’YAH 2 ) Habib Ahmad Al Kaff Singgah kerumah kami Penagon dengan mengendarai sepeda Onthel (Selasa Legi 15 dzul Hijjah 1420H /21 Maret 2000 M) ( BAIAT THARIQAH ) Pembaiatan Thariqah Naqsyabandiyyah Khalidiyyah di Musholla / Pondok Nurul Hidayah Penagon Nalumsari setelah kami dan walidi Abdurrahman, ada beberapa orang yang akan minta baiat sekaligus anggota Tawajjuhan diantaranya adalah : 1-Bp. Abdul Basyir 2-Bp.Heri Usman 3-Bp.Rosyidi 4-Bp.Kadarusman 5-Bp.Fahrur Rozi 6-Bp.Narso 7-Bp.Sumaji 8-Ibu Marsih 9-Ibu Suwarni 10-Ibu Surini 11-Ibu Katijah 12- Ibu sumijah 13-ibu Rokah 14-Ibu Sutipah 15-Ibu Suparmi 16-Ibu Markisah 17-Ibu Azizah 18-Ibu Sri Nurwati 19-Ibu Mu’minah 20-Ibu Siti Aminah (Kamis Kliwon 25 Muharram 1422 H / 19 April 2001 H). NB: Sebelum pembaiatan kami Ru’yah bertemu Mbah Kyai Arwani Amin Kudus. ( RU’YAH 3 ) Ru’yah di Baiat Thariqah oleh Habib Ahmad Al Kaff dengan Syarat mencukur rambut dengan alat pencukur. (Jumuah Kliwon 21 R. Awal 1422 H / 13 Juli 2001 M). ( MEMBAIAT WALIDI ABDURRAHMAN ) Al Habib Ahmad Al Kaff mengijazahi dan membaiat serta menjadikan wakil atau badal kepada Walidi Abdurrahman di kamar penulis dengan suluk 40 hari dan di khatami di Musholla Nurul Hidayah Penagon Nalumsari (Ahad Pahing 11Sya’ban 1422 H / 28 Oktober 2001 M). ( RU’YAH 4 ) Ru’yah Al Habib Ahmad Al Kaff dengan boleh kembali ke syarat masuk Thariqah Naqsyabandiyyah dan ini terjadi lalu penulis laksanakan atas perintah dan Ridla Beliau. (Senin Pon 17 Romadlan 1422 H / 3 Desember 2021 M). ( MENGHADIRI MAULID NABI MUHAMMAD SAW) Al Habib Ahmad Al Kaff menghadiri Maulidur Rasul SAW di Musholla Nurul Hidayah Penagon Nalumsari bersama Al Habib Ali Zainal Abidin bin husein Al Muhdhor (Banyuwangi), habib Ahmad Hasan Al Jufri(Nalumsari), Habib Syihabuddin Al Hinduwan(Kudus), Habib Syafiq bin Sholeh Al Kaff (Kudus). (RU’YAH 5 ) Ru’yah bersama Al Habib Ahmad Al Kaff membaca Ratib Al Haddad hampir Mahgrib setelah itu Beliau memberi kami buah jambu (malam Sabtu Kliwon 27 R. Akhir 1424 H / 28 Juni 2003) ( MEMBAIAT PENULIS ) Al Habib Ahmad Al Kaff membaiat Thariqah Naqsyabandiyyah Khalidiyyah secara sempurna dengan suluk puasa 40 hari. Setelah khatam beliau memberkahi dengan Do’a Waktu ba’dal Maghrib sampai Isya’ dan Ifthar atau Telasan dirumah beliau. (Malam Rabo Pahing 12 Sya’ban 1424 H / 7 Oktober 2013 M). ( IJAZAH ) Ketika kami Silaturrahim ke kediaman beliau, Beliau mengijazahi supaya bisa bertemu Shahibul Maqam dengan membaca : الايعلم من خلق وهو اللطيف الخبير * 41 (Malam Selasa Wage 11 J. Akhir 1429 H / 15 Juni 2008 M) ( SILATURRAHIM ) Pernah kami silaturrahim kepada beliau Al Habib Ahmad Al Kaff Beliau berkata : Ketika saya ke maqam Abah ( Habib Ali Al Kaff ) Saya bertemu Nabi Khadlir dan beliau Nabi Berkata “ LANJUTKAN “ Tidak usah tanya-tanya, di ketahui bahwa itu Nabi Khadlir adalah ibu jarinya tidak ada tulangnya. Seketika al Habib Ahmad merangkulnya dan menangis (14 J.Akhir 1433 H / 6 Mei 2012 M) ( TAWAJJUHAN ) Selama penulis menjadi murid beliau, penulis melakukan Tawajjuhan seperti murid lainnya bedanya kalau umumnya dilaksanakan di pondok Thariqah tapi ini langsung di kamar rumah beliau yang aneh ketika Al Habib menawajjuhi penulis melihat sinar yang begitu terang dari wajah beliau. (Ahad Kliwon 14 J.Akhir 1433 H / 6 Mei 2012 M) ( IJAZAH SAWAH ) Selanjutnya beliau memberi Ijazah Doa-Doa sawah dengan cara : Mengambil batu krikil satu krakupan terus diambil satu-satu dengan membaca Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali x3 x4 pojok sawah. (Ahad Kliwon 14 J.Akhir 1433 H / 6 Mei 2012 M) ( MEDO’AKAN KEHAMILAN ) Alhamdulillah beliau masih sempat mendo’akan penulis sekeluarga khususnya pada kehamilan anak yang ketiga dan lahirlah perempuan yang bernama “Naura Syareeva Lubna” (Ahad Kliwon 14 J.Akhir 1433 H / 6 Mei 2012 M) ( SILATURRAHIM MENJELANG AKHIR HIDUPNYA ) Alhamdulillah Penulis pada akhir-akhir beliau akan wafat selalu ingin bertemu dan sebaliknya beliau juga sering menanyakan kepada penulis. Selama kami bertemu beliau selalu mendoakan baik untuk pribadi keluarga dan teman-teman. (Ahad Wage J.Akhir 1434 H / 5 Mei 2013 M) ( AKHIR MEMBAIAT THARIQAH ) Bismillahi Masya Allah, Subhanallah Wal Hamdulillah Al Habib Ahmad bin Ali bin Abdullah bin Umar Al Kaff dengan tenaga dan usia yang sudah begitu sepuh dan udzur sambil berjalan yang didampingi dan di tuntun oleh istri tercinta beliau masih bisa dan mau membaiat Thariqah kepada saudara Munasir bin Nur Wahid, ini adalah pembaiatan terakhir kepada murid diantara murid - murid Thariqah Naqsyabandiyyah Khalidiyyah, pembaiatan dilakukan di kamar beliau dan di saksikan oleh penulis. Al Habib Ahmad berwasiat supaya menepati dan menetapi Shalat Lima Waktu dan Bersabar. (Malam senin wage 10 Rajab 1434 H / 19 Mei 2013 M) ( DETIK-DETIK MENINGGALNYA BELIAU ) Silaturrahim terakhir kami bertemu Al Habib Ahmad Al Kaff di kediamannya tepatnya hari kamis legi 8 Syawal 1434 H / 15 Agustus 2013 M. disitu Habib Ahmad berbaringan di bangku disampingnya ada salah satu muridnya bersama istri dari Demak mendekat serta salaman, kami ditanya “ Niki sinten ? kami jawab “ Nur Amin Bib….” Kang Amin Nalumsari ? nggih Bib….” Seketika Habib Ahmad Minta dibangunkan dari pembaringanya. Setelah kami angkat dan sebentar bercengkrama Habib Berkata : Kang Aminkulo yen mati sampeyan iling kulo ra ? Nggih wajib Bib…..” Dongakke mlebu Suwargo yo kang kulo kepingin yen mati pas Shalat” Amin x3 setelah itu Habib berdo’a sampai dua kali kami pamit pulang. Hari itu H – 52 dari wafatnya beliau.Silaturrahim paling akhir kami sudah tidak bisa menemuinya dikarenakan kondisi Habib yang tidak bisa memungkinkan karena malam dan beliau sedang istirahat yaitu bertepatan Khaulnya Habib Ali bin Abdullah Al Kaff . (Malam Sabtu Pon 15 Dzulqa’dah 1434 H / 21September 2013 M) Malam itu kami hanya bertemu putra-putranya khususnya Habib Taufiq Al Kaff dan kami diminta mengisi sambutan dalam acara Khaul Habib Ali untuk Mewakili atas nama keluarga hari itu H- 15 dari wafatnya Al Habib Ahmad Al Kaff. Akhirnya tepat pada hari Sabtu pahing sore jam 16.00 WIB 29 Dzulqa’dah 1434 H / 5 Oktober 2013 M. INNA LILLAHI WAINNA ILAIHI ROJI’UN Beliau telah pulang kerahmatullah. Semoga Beliau ditempatkan disisi Allah SWT masuk dalam Ridlo Rahmat dan maghfirahnya diangkat setinggi-tingginya yaitu Jannatun Na’im bersama Datuknya yaitu Baginda Rasulullah Muhammad SAW yang menjadi Rahmatal Lil Alamin. Dan semoga Uswah beliau bisa dilanjutkan oleh putra-putra beliau dan para pecinta-pecinta beliau (Muhibbin). Sehingga mendapat berkahnya dunia dan akhirat Amin Yarabbal Alamin. يارب بهم وبآلهم * عجل بالنصر وبالفرج لي خمسة اطفي بها * حر الوباء الحاطمة المصطفى والمرتضى * وابناهما وفاطمة ياالله بها ياالله بها * ياالله بحسن الخاتمة جزى الله عنا محمدا صلى الله عليه وسلم ماهو اهله سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين SEKIAN

SEJARAH QIRO'AT SAB'IYYAT

Sejarah Qiro`ah Sab`ah Qiro’at sab’ah atau qiro’at tujuh adalah macam cara membaca al-qur’an yang berbeda. disebut qiro’at tujuh karena ada tujuh imam qiro’at yang terkenal masyhur yang masing-masing memiliki langgam bacaan tersendiri. tiap imam qiro’at memiliki dua orang murid yang bertindak sebagai perawi. tiap perawi tersebut juga memiliki perbedaan dalam cara membaca qur’an. sehingga ada empat belas cara membaca al-qur’an yang masyhur. perbedaan cara membaca itu sama sekali bukan dibuat-buat, baik dibuat oleh imam qiro’at maupun oleh perawinya. cara membaca tersebut merupakan ajaran rasulullah dan memang seperti itulah al-qur’an diturunkan. Dari umar bin khathab, ia berkata, “aku mendengar hisyam bin hakim membaca surat al-furqon di masa hidup rasulullah. aku perhatikan bacaannya. tiba-tiba ia membaca dengan banyak huruf yang belum pernah dibacakan rasulullah kepadaku, sehingga hampir saja aku melabraknya di saat ia shalat, tetapi aku urungkan. maka, aku menunggunya sampai salam. begitu selesai, aku tarik pakaiannya dan aku katakan kepadanya, ‘siapakah yang mengajarkan bacaan surat itu kepadamu?’ ia menjawab, ‘rasulullah yang membacakannya kepadaku. lalu aku katakan kepadanya, ‘kamu dusta! demi Allah, rasulullah telah membacakan juga kepadaku surat yang sama, tetapi tidak seperti bacaanmu. kemudian aku bawa dia menghadap rasulullah, dan aku ceritaan kepadanya bahwa aku telah mendengar orang ini membaca surat al-furqon dengan huruf-huruf (bacaan) yang tidak pernah engkau bacakan kepadaku, padahal engkau sendiri telah membacakan surat al-furqon kepadaku. maka rasulullah berkata, ‘lepaskanlah dia, hai umar. bacalah surat tadi wahai hisyam!’ hisyam pun kemudian membacanya dengan bacaan seperti kudengar tadi. maka kata rasulullah, ‘begitulah surat itu diturunkan.’ ia berkata lagi, ‘bacalah, wahai umar!’ lalu aku membacanya dengan bacaan sebagaimana diajarkan rasulullah kepadaku. maka kata rasulullah, ‘begitulah surat itu diturunkan. Sesungguhnya Al-Qur’an itu diturunkan dengan tujuh huruf, maka bacalah dengan huruf yang mudah bagimu di antaranya.’” [HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i, At-Tirmidzi, Ahmad, dan Ibnu Jarir] Mengenai makna dari ‘tujuh huruf’ tersebut ada dua pendapat yang kuat. pertama adalah tujuh macam bahasa dari bahasa-bahasa arab mengenai satu makna: Quraisy, Hudzail, Saqif, Hawazin, Kinanah, Tamim, dan Yaman. Diumpamakan kalau Dulu menggunakan ejaan yang lama bahasa Indonesia " Doeloe " dengan ejaan yang telah disempurnakan " dulu " lafadz berbeda dengan bunyi yang sama. maka Tulisan "Doeloe" di rubah menjadi "dulu" tulisannya berubah tapi bacaannya sama. Padahal Bahasa Indonesia Bahasa Pemersatu Bangsa. hikmah diturunkannya al-qur’an dengan tujuh huruf antara lain: Memudahkan bacaan dan hafalan bagi bangsa ummi, Bukti kemukjizatan Al-Qur’an dari sisi kebahasaan orang arab, dan Kemukjizatan dalam aspek makna dan hukum (ketujuh huruf tersebut memberikan deskripsi hukum yang dikandung al-qur’an dengan lebih komprehensif dan universal). At-Turmudzy Juga meriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab, ia mengatakan: “Rasulullah SAW berjumpa dengan Jibril di gundukan Marwah”. Ia (Ka’ab) berkata: “Kemudian Rasul berkata kepada Jibril bahwa aku ini diutus untuk ummat yang ummy (tidak bisa menulis dan membaca). Diantaranya ada yang kakek-kakek tua, nenek-nenek bangka dan anak-anak”. Jibril menjawab: “Perintahkan, membaca Al-Qur’an dengan tujuh huruf”. Imam Turmudzy mengatakan: “Hadits ini hasan lagi shahih”. Dalam suatu lafazh lain disebutkan: “Barangsiapa membacanya dengan satu huruf saja berarti telah membaca seperti ia (Nabi) membaca”. Dituturkan dalam lafazh Hudzaefah, kemudian aku berkata: “Wahai Jibril bahwa aku diutus untuk ummat yang ummiyah di dalamnya terdapat orang lelaki, perempuan, anak-anak, pelayan (babu) dan kakek tua yang tidak bisa membaca sama sekali”. Jibril balik berkata: “Bahwa Al-Qur’an diturunkan dengan tujuh huruf”. Jumlah Qira’at Dan Aneka Ragam Pendapat Tentang Qira’at Qira’at ada macam-macam jenisnya. pendapat tentang qira’at itu sendiri juga sangatlah beragam dan semua pendapat tersebut sangatlah berbobot seperti yang tertera di bawah ini.Pengarang kitab Al-Itqan menyebutkan macam-macam qira’at itu ada yang mutawatir, masyhur, Syadz, ahad, maudhu’ dan mudarraj[3]. Qadhi’ Jalaluddin al-Bulqiny mengatakan: Qira’at itu terbagi ke dalam: mutawatir, ahad dansyadz. Yang mutawatir adalah qira’at tujuh yang masyhur. Yang ahad adalah qira’at tsalatsa (tiga) yang menjadi pelengkap qira’ah ‘asyrah (sepuluh), yang kesemuanya dipersamakan dengan qira’at para sahabat. Adapun qira’at yang syadz ialah qira’at para tabi’in seperti qira’at A’masy, Yahya ibnu Watsab, Ibnu Jubair dan lain-lain. Imam as-Suyuthy mengatakan bahwa kata-kata di atas perlu ditinjau kembali. Yang pantas untuk berbicara dalam bidang ini adalah tokoh qurra’ pada masanya yang bernama Syaikh Abu al-Khair ibnu al-Jazary dimana beliau mengatakan dalam muqaddimah kitabnya An-Nasyr: “Semua qira’at yang sesuai dengan bacaan Arab walau hanya satu segi saja dan sesuai dengan salah satu mushhaf Utsmany walaupun hanya sekedar mendekati serta sanadnya benar maka qira’at tersebut adalah shahih (benar), yang tidak ditolak dan haram menentangnya, bahkan itu termasuk dalam bagian huruf yang tujuh dimana Al-Qur’an diturunkan. Wajib bagi semua orang untuk menerimanya baik timbulnya dari imam yang tujuh maupun dari yang sepuluh atau lainnya yang bisa diterima. Apabila salah satu persyaratan yang tiga tersebut di atas tidak terpenuhi maka qira’at itu dikatakan qira’at yang syadz atau bathil, baik datangnya dari aliran yang tujuh maupun dari tokoh yang lebih ternama lagi. Inilah pendapat yang benar menurut para muhaqqiq dari kalangan salaf maupun khalaf. Pengarang kitab Ath-Thayyibah dalam memberikan batas diterimanya qira’at mengatakan: Setiap bacaan yang sesuai dengan nahwu, mirip dengan tulisan mushhaf Utsmany, benar adanya itulah bacaan. Ketiga sendi ini, bila rusak salah satunya menyatakan itu cacat, meski dari qira’at sab’ah datangnya. Qira’at ada yang mengartikan qira’at sab’ah, qira’at sepuluh dan qira’at empat belas. Semuanya yang paling terkenal dan nilai kedudukannya tinggi ialah qira’at sab’ah. Qira’at sab’ah (tujuh) adalah qira’at yang dinisbatkan kepada imam yang tujuh dan terkenal, yaitu: Nafi’, Ashim, Hamzah, Abdullah bin Amir, Abdullah ibnu Katsir, Abu Amer ibnu ‘Ala’ dan Ali al-Kisaiy. Qira’at ‘asyar (sepuluh) adalah qira’at yang tujuh ditambah dengan qira’at: Abi Ja’far, Ya’qub dan Khalaf. Qira’at arba’ ‘asyar (empat belas) yaitu qira’at yang sepuluh ditambah empat qira’at: Hasan al-Bashry, Ibnu Mahish, Yahya al-Yazidy dan asy-Syambudzy. Qiro`ah Sab`ah adalah Qiro`ah Utsmani. Pengertian ‘Tujuh Huruf’ Pendapat yang paling masyhur mengenai pentafsiran Sab’atu Ahruf adalah pendapat Ar- Razi dikuatkan oleh Az-Zarkani dan didukung oleh jumhur ulama. Perbedaan yang berkisar pada tujuh wajah; 1. Perbedaan pada bentuk isim , antara mufrad, tasniah, jamak muzakkar atau mu’annath. Contohnya, وَالَّذِينَ هُمْ لأمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ (Al-Mukminun: Lafad bergaris dibaca secara jamak لأمَانَاتِهِمْ dan mufrad لأمَانتِهِمْ. 2. Perbedaan bentuk fi’il madhi , mudhari’ atau amar. Contohnya, فَقَالُوا رَبَّنَا بَاعِدْ بَيْنَ أَسْفَارِنَاٍ (Saba’ : 19) Sebahagian qiraat membaca lafad ‘rabbana’ dengan rabbuna, dan dalam kedudukan yang lain lafad ‘ba’idu’ dengan ‘ba’ada’. 3. Perbedaan dalam bentuk ‘irab. Contoh, lafad إِذَا تَبَايَعْتُمْ وَلا يُضَارَّ كَاتِبٌ (Al-Baqarah: 282) dibaca dengan disukunkan huruf ‘ra’ sedangkan yang lain membaca dengan fathah. 4. Mendahulukan (taqdim) dan mengakhirkan (ta’khir). Contoh, وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَق (Surah Qaf: 19) dibaca dengan didahulukan ‘al-haq’ dan diakhirkan ‘al-maut’,وَجَاءَتْ سَكْرَةُالْحَق بِالْمَوْتِ . Qiraat ini dianggap lemah. 5. Perbedaan dalam menambah dan mengurangi. Contoh ayat 3, Surah al-Lail, وَمَا خَلَقَالذَّكَرَ وَالأنْثَى Ada qiraat yang membuang lafad ‘ma kholaqo’(bergaris). 6. Perbedaan ibdal (ganti huruf). Contoh, kalimah ‘nunsyizuha’ dalam ayat 259 Surah al-Baqarah dibaca dengan ‘nunsyiruha’ (‘zai’ diibdalkan dengan huruf ‘ra’). 7. Perbedaan lahjah Seperti dalam masalah imalah, tarqiq, tafkhim, izhar, idgham dan sebagainya. Perkataan ‘wadduha’ dibaca dengan fathah dan ada yang membaca dengan imalah (teleng) dengan bunyi ‘wadduhe’ (sebutan antara fathah dan kasrah). Itulah tujuh Imam yang tak diragukan lagi. 1. Ibnu ‘Amir Nama lengkapnya adalah Abdullah al-Yahshshuby seorang qadhi di Damaskus pada masa pemerintahan Walid ibnu Abdul Malik. Pannggilannya adalah Abu Imran. Dia adalah seorang tabi’in, belajar qira’at dari Al-Mughirah ibnu Abi Syihab al-Mahzumy dari Utsman bin Affan dari Rasulullah SAW. Beliau Wafat di Damaskus pada tahun 118 H. Orang yang menjadi murid, dalam qira’atnya adalah Hisyam dan Ibnu Dzakwan. Dalam hal ini pengarang Asy-Syathiby mengatakan: “Damaskus tempat tinggal Ibnu ‘Amir, di sanalah tempat yang megah buat Abdullah. Hisyam adalah sebagai penerus Abdullah. Dzakwan juga mengambil dari sanadnya. 2. Ibnu Katsir Nama lengkapnya adalah Abu Muhammad Abdullah Ibnu Katsir ad-Dary al-Makky, ia adalah imam dalam hal qira’at di Makkah, ia adalah seorang tabi’in yang pernah hidup bersama shahabat Abdullah ibnu Jubair. Abu Ayyub al-Anshari dan Anas ibnu Malik, dia wafat di Makkah pada tahun 120 H. Perawinya dan penerusnya adalah al-Bazy wafat pada tahun 250 H. dan Qunbul wafat pada tahun 291 H. Asy-Syathiby mengemukakan: “Makkah tempat tinggal Abdullah. Ibnu Katsir panggilan kaumnya. Ahmad al-Bazy sebagai penerusnya. Juga….. Muhammad yang disebut Qumbul namanya. 3. ‘Ashim al-Kufy Nama lengkapnya adalah ‘Ashim ibnu Abi an-Nujud al-Asady. Disebut juga dengan Ibnu Bahdalah. Panggilannya adalah Abu Bakar, ia adalah seorang tabi’in yang wafat pada sekitar tahun 127-128 H di Kufah. Kedua Perawinya adalah; Syu’bah wafat pada tahun 193 H dan Hafsah wafat pada tahun 180 H. Kitab Syathiby dalam sya’irnya mengatakan: “Di Kufah yang gemilang ada tiga orang. Keharuman mereka melebihi wangi-wangian dari cengkeh Abu Bakar atau Ashim ibnu Iyasy panggilannya. Syu’ba perawi utamanya lagi terkenal pula si Hafs yang terkenal dengan ketelitiannya, itulah murid Ibnu Iyasy atau Abu Bakar yang diridhai. 4. Abu Amr Nama lengkapnya adalah Abu ‘Amr Zabban ibnul ‘Ala’ ibnu Ammar al-Bashry, sorang guru besar pada rawi. Disebut juga sebagai namanya dengan Yahya, menurut sebagian orang nama Abu Amr itu nama panggilannya. Beliau wafat di Kufah pada tahun 154 H. Kedua perawinya adalah ad-Dury wafat pada tahun 246 H. dan as-Susy wafat pada tahun 261 H. Asy-Syathiby mengatakan: “Imam Maziny dipanggil orang-orang dengan nama Abu ‘Amr al-Bashry, ayahnya bernama ‘Ala, Menurunkan ilmunya pada Yahya al-Yazidy. Namanya terkenal bagaikan sungai Evfrat. Orang yang paling shaleh diantara mereka, Abu Syua’ib atau as-Susy berguru padanya. 5. Hamzah al-Kufy Nama lengkapnya adalah Hamzah Ibnu Habib Ibnu ‘Imarah az-Zayyat al-Fardhi ath-Thaimy seorang bekas hamba ‘Ikrimah ibnu Rabi’ at-Taimy, dipanggil dengan Ibnu ‘Imarh, wafat di Hawan pada masa Khalifah Abu Ja’far al-Manshur tahun 156 H. Kedua perawinya adalah Khalaf wafat tahun 229 H. Dan Khallad wafat tahun 220 H. dengan perantara Salim. Syatiby mengemukakan: “Hamzah sungguh Imam yang takwa, sabar dan tekun dengan Al-Qur’an, Khalaf dan Khallad perawinya, perantaraan Salim meriwayatkannya. 6. Imam Nafi. Nama lengkapnya adalah Abu Ruwaim Nafi’ ibnu Abdurrahman ibnu Abi Na’im al-Laitsy, asalnya dari Isfahan. Dengan kemangkatan Nafi’ berakhirlah kepemimpinan para qari di Madinah al-Munawwarah. Beliau wafat pada tahun 169 H. Perawinya adalah Qalun wafat pada tahun 12 H, dan Warasy wafat pada tahun 197 H. Syaikh Syathiby mengemukakan: “Nafi’ seorang yang mulia lagi harum namanya, memilih Madinah sebagai tempat tinggalnya. Qolun atau Isa dan Utsman alias Warasy, sahabat mulia yang mengembangkannya. 7. Al-Kisaiy Nama lengkapnya adalah Ali Ibnu Hamzah, seorang imam nahwu golongan Kufah. Dipanggil dengan nama Abul Hasan, menurut sebagiam orang disebut dengan nama Kisaiy karena memakai kisa pada waktu ihram. Beliau wafat di Ranbawiyyah yaitu sebuah desa di Negeri Roy ketika ia dalam perjalanan ke Khurasan bersama ar-Rasyid pada tahun 189 H. Perawinya adalah Abul Harits wafat pada tahun 424 H, dan ad-Dury wafat tahun 246 H. [4] Inilah Qiraat yang 7, adapun tambahannya adalah: 8. Qiraat Ya’kub bin IshaQ Hadhrami. Meninggal 250 Hijrah. 9. Qiraat Khalaf bin Hisyam. Meninggal 229 Hijrah. 10. Qiraat Yazid bin Al- Qa’qa dikenali sebagai Abu Ja’far. Meninggal 130 Hijrah. Disamping itu terdapat pula Qiraat 14, yakni ditambah : 11. Qiraat Hasan Al Bashri. Meninggal 110 Hijrah. 12. Qiraat Yahya bin Al Mubarak Al Yazid. Meninggal 202 Hijrah. 13. Qiraat Muhammad bin Abdurrahman yang dipanggil Ibnu Muhaishan. Meninggal 123 Hijrah.Q 14. iraat Abil- Faraj Muhammad bin Ahmad Asy- Syanbuzi. Meninggal 388 Hijrah.[5] F. Syarat-Syarat Qiraat yang Muktabar dan Jenisnya Untuk menangkal penyelewengan Qiraat yang sudah mulai muncul, para ulama membuat persyaratan-persyaratan bagi qiraat yang dapat diterima. Hal ini untuk membedakan Qiraat yang benar dan yang aneh/asing (Syazzah). Para ulama membuat tiga syarat. Pertama, Qiraat itu sesuai dengan bahasa Arab meskipun menurut satu jalan. Kedua, Qiraat itu sesuai dengan salah satu mushaf-mushaf utsmani. Ketiga, sahih sanadnya.