(30) NURUL 'A'YUN

37 Karya Tulis Nur Amin Bin Abdurrahman:
(1) Kitab Tawassulan Washolatan, (2) Kitab Fawaidurratib Alhaddad, (3) Kitab Wasilatul Fudlola', (4) Kitab Nurul Widad, (5) Kitab Ru'yah Ilal Habib Luthfi bin Yahya, (6) Kitab Manaqib Assayyid Thoyyib Thohir, (7) Kitab Manaqib Assyaikh KH.Syamsuri Menagon, (8) Kitab Sholawat Qur'aniyyah “Annurul Amin”, (9) Kitab al Adillatul Athhar wal Ahyar, (10) Kitab Allu'lu'ul Maknun, (11) Kitab Assirojul Amani, (12) Kitab Nurun Washul, (13) Kitab al Anwarullathifah, (14) Kitab Syajarotul Ashlin Nuroniyyah, (15) Kitab Atthoyyibun Nuroni, (16) Kitab al 'Umdatul Usaro majmu' kitab nikah wal warotsah, (17) Kitab Afdlolul Kholiqotil Insaniyyahala silsilatis sadatil alawiyyah, (18) Kitab al Anwarussathi'ahala silsilatin nasabiyyah, (19) Kitab Nurul Alam ala aqidatil awam (20) Kitab Nurul Muqtafafi washiyyatil musthofa.(21) KITAB QA'IDUL GHURRIL MUCHAJJALIN FI TASHAWWUFIS SHOLIHIN,(22) SHOLAWAT TARBIYAH,(23) TARJAMAH SHOLAWAT ASNAWIYYAH,(24) SYA'IR USTADZ J.ABDURRAHMAN,(25) KITAB NURUSSYAWA'IR(26) KITAB AL IDHOFIYYAH FI TAKALLUMIL ARABIYYAH(27) PENGOBATAN ALTERNATIF(28) KITAB TASHDIRUL MUROD ILAL MURID FI JAUHARUTITTAUHID (29) KITAB NURUL ALIM FI ADABIL ALIM WAL MUTAALLIM (30) NURUL 'A'YUN ALA QURRATIL UYUN (31) NURUL MUQODDAS FI RATIBIL ATTAS (32) INTISARI & HIKMAH RATIB ATTAS (33) NURUL MUMAJJAD fimanaqibi Al Habib Ahmad Al Kaff. (34) MAMLAKAH 1-25 (35) TOMBO TEKO LORO LUNGO. (36) GARAP SARI (37) ALAM GHAIB

Rabu, 17 Juni 2015

FADLILAH PUASA

Berbagai penelitian telah mengungkap adanya mukjizat puasa ditinjau dari perpekstif medis modern. Dalam penelitian ilmiah, tidak ditemukan efek merugikan dari puasa Ramadhan pada jantung, paru, hati, ginjal, mata, profil endokrin, hematologi dan fungsi neuropsikiatri. Penelitian meta analisis atau penelitian terhadap berbagai Abstrak Terkait ini diperoleh dari Medline dan jurnal lokal di negara-negara Islam 1960-2009. Seratus tiga belas artikel yang memenuhi kriteria untuk pemilihan kertas dikaji secara mendalam untuk mengidentifikasi rincian bahan terkait. Hasilnya, terdapat manfaat luar biasa dan tidak disangka sebelumnya oleh para ilmuwan tentang adanya mukjizat puasa Ramadhan bagi kesehatan manusia. Meskipun puasa Ramadhan aman untuk semua orang sehat dan beberapa kondisi sakit tertentu, namun dalam keadaan penyakit tertentu seseorang harus berkonsultasi dengan dokter dan mengikuti rekomendasi ilmiah. Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling dinanti oleh umat muslim. Saat itu, dianggap sebagai bulan yang penuh berkah dan rahmah. Semua umat muslim yang sehat dan sudah akil balik diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh. Meskipun untuk sebagian orang ibadah puasa cukup berat, tetapi terdapat keistimewaan untuk mendapatkan hikmah dari Allah berupa kebahagian, pahala berlipat, dan bahkan suatu muhjizat dalam kesehatan. Allah berjanji akan memberikan berkah kepada orang yang berpuasa. Seperti ditegaskan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan Abu Nu'aim: "Berpuasalah maka kamu akan sehat." Dengan berpuasa, akan diperoleh manfaat secara biopsikososial berupa sehat jasmani, rohani dan sosial. Rahasia kesehatan yang dijanjikan dalam berpuasa inilah yang menjadi daya tarik ilmuwan untuk meneliti berbagai aspek kesehatan puasa secara psikobiologis, imunopatofisilogis dan biomolekular. Para pakar nutrisi dunia mendefinisikan puasa atau kelaparan (starvasi) sebagai pantangan mengkonsumsi nutrisi baik secara total atau sebagian dalam jangka panjang atau jangka pendek. Sedangkan konsep puasa dalam Islam secara substansial adalah menahan diri tidak makan, minum dan berhubungan suami istri mulai terbit fajar hingga terbenam matahari dengan disertai niat. Sehingga puasa memiliki perbedaan dibandingkan starvasi biasa. Inilah 20 Mukizat Puasa Terhadap Kesehatan Manusia 1. Keseimbangan anabolisme dan katabolisme Berbeda dengan kelaparan atau starvasi dalam berbagai bentuk dapat mengganggu kesehatan tubuh. Namun sebaliknya, dalam puasa ramadhan terjadi keseimbangan anabolisme dan katabolisme yang berakibat asam amino dan berbagai zat lainnya membantu peremajaan sel dan komponennya memproduksi glukosa darah dan mensuplai asam amino dalam darah sepanjang hari. Cadangan protein yang cukup dalam hati karena asupan nutrisi saat buka dan sahur akan tetap dapat menciptakan kondisi tubuh untuk terus memproduksi protein esensial lainnya seperti albumin, globulin dan fibrinogen. Hal ini tidak terjadi pada starvasi jangka panjang, karena terjadi penumpukan lemak dalam jumlah besar, sehingga beresiko terjadi sirosis hati. Sedangkan saat puasa di bulan ramadhan, fungsi hati masih aktif dan baik. 2. Tidak akan mengakibatkan pengasaman dalam darah. Kemudian juga berbeda dengan starvasi, dalam puasa Islam penelitian menunjukkan asam amino teroksidasi dengan pelan dan zat keton tidak meningkat dalam darah sehingga tidak akan mengakibatkan pengasaman dalam darah. 3. Tidak berpengaruh pada sel darah manusia Dalam penelitian, saat puasa tidak berpengaruh pada sel darah manusia & tidak terdapat perbedaan jumlah retikulosit, volume sel darah merah serta rata-rata konsentrasi hemoglobin (MCH, MCHC) dibandingkan dengan orang yang tidak berpuasa. 4. Puasa pada penderita diabetes tipe 2 tidak berpengaruh Puasa ramadhan pada penderita diabetes tipe 2 tidak berpengaruh dan tidak terdapat perbedaan protein gula, protein glikosilat dan hemoglobin glikosilat. Namun pada penderita diabetes tipe tertentu sebaiknya harus berkonsultasi dengan dokter bila hendak berpuasa. Diantaranya adalah penderita diabetes dengan keton meningkat, sedang hamil, usia anak atau komplikasi lain seperti gagal ginjal dan jantung. 5. Pengaruh pada Ibu hamil dan menyusui Terdapat sebuah penelitian puasa pada ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok tidak hamil dan tidak menyusui di perkampungan Afika Barat. Ternyata dalam penelitian tersebut disimpulkan tidak terdapat perbedaan kadar glukosa serum, asam lemak bebas, trigliserol, keton, beta hidroksi butirat, alanin, insulin, glucagon dan hormon tiroksin. 6. Pengaruh pada janin saat ibu hami berpuasa Penelitian di Departemen Obstetri dan Ginekologi dari Gaziantep University Hospital, terhadap 36 wanita sehat dengan kehamilan tanpa komplikasi berturut-turut dari 20 minggu atau lebih, yang berpuasa selama bulan Ramadhan untuk mengevaluasi efek Ramadan pada janin, pengukuran Doppler ultrasonografi dalam peningkatan diameter biparietal janin (BPD), peningkatan panjang tulang paha janin (FL), meningkatkan berat badan diperkirakan janin (EFBW), profil biofisik janin (BPP), indeks cairan amnion (AFI), dan rasio arteri umbilikalis sistol / diastol (S / D) rasio. Kortisol serum ibu, trigliserida, kolesterol total, low-density lipoprotein (LDL), high density lipoprotein (HDL), very Low density lipoprotein (VLDL), dan LDL / HDL rasio juga dievaluasi sebelum dan sesudah Ramadhan. Hasil penelitian menunjukkan, tidak ada perbedaan signifikan yang ditemukan antara kedua kelompok untuk usia janin, berat badan ibu, perperkiraan kenaikan berat badan janin (EFWG), BPP janin, AFI, dan rasio arteri umbilikalis S / D. 7. Penurunan glukosa dan berat badan Studi kohort dilakukan pada 81 mahasiswa Universitas Teheran of Medical Sciences saat berpuasa. Dilakukan evaluasi berat badan, indeks massa tubuh (BMI), glukosa, trigliserida (TG), kolesterol, lipoprotein densitas rendah (LDL), high density lipoprotein (HDL), dan Very Low density lipoprotein (VLDL), sebelum dan sesudah Ramadhan. Studi ini menunjukkan bahwa puasa Ramadhan menyebabkan penurunan glukosa dan berat badan. Meskipun ada penurunan yang signifikan dalam frekuensi makan, peningkatan yang signifikan dalam LDL dan penurunan HDL tercatat pada bulan Ramadhan. Tampaknya efek puasa Ramadhan pada tingkat lipid dalam darah mungkin berkaitan erat dengan pola makan gizi atau respon kelaparan biokimia. 8. Pengaruh pada fungsi kelenjar gondok Ketika berpuasa ternyata juga terbukti tidak berpengaruh pada fungsi kelenjar gondok manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar plasma tiroksin (TS),tiroksin bebas, tironin triyodium dan hormon perangsang gondok (TSH) pada penderita laki-laki yang berpuasa. 9. Pengaruh pada hormon virgisteron Sedangkan pada penelitian hormon wanita tidak terjadi gangguan pada hormon virgisteron saat melaksanakan puasa. Tetapi, 80% populasi penelitian menunjukkan penurunan hormon prolaktin. Penelitian ini menunjukkan harapan baru bagi penderita infertilitas atau kemandulan wanita yang disebabkan peningkatan hormon prolaktin. Sehingga saat puasa, wanita tetap berpeluang besar untuk tetap pada kondisi subur. 10. Bermanfaat Bagi Jantung Beberapa penelitian menyebutkan sebenarnya tidak terdapat perbedaan yang mencolok saat berpuasa dibandingkan saat tidak berpuasa. Puasa Ramadhan tidak mempengaruhi secara drastis metabolisme lemak, karbohidrat dan protein. Meskipun terjadi peningkatan serum uria dan asam urat sering terjadi saat terjadi dehidrasi ringan saat puasa. Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL dan apoprotein alfa1. Penurunan LDL sendiri ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa penelitian "chronobiological" menunjukkan saat puasa Ramadhan berpengaruh terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia. Berbagai perubahan yang meskipun ringan tersebut tampaknya juga berperan bagi peningkatan kesehatan manusia. 11. Memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerja sel Saat puasa terjadi perubahan dan konversi yang masif dalam asam amino yang terakumulasi dari makanan, sebelum didistribusikan dalam tubuh terjadi format ulang. Sehingga, memberikan kesempatan tunas baru sel untuk memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerjanya. Pola makan saat puasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein , lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel baru dan membersihkan sel lemak yang menggumpal di dalam hati. Jumlah sel yang mati dalam tubuh mencapai 125 juta perdetik, namun yang lahir dan meremaja lebih banyak lagi. 12. Sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin Penghentian konsumsi air selama puasa sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini akan memberi perlindungan terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air dalam puasa ternyata dapat meminimalkan volume air dalam darah. Kondisi ini berakibat memacu kinerja mekanisme lokal pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin yang pada akhirnya memacu fungsi dan kerja sel darah merah. 13. Dalam keadaan puasa ternyata dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi peningkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalami kenaikkan pesat. Pada penelitian terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar apo-betta, menaikkan kadar apo-alfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi tersebut dapat menjauhkan serangan penyakit jantung dan pembuluh darah. 14. Penurunan berbagai hormon salah satu rahasia hidup jangka panjang Penelitian endokrinologi menunjukkan bahwa pola makan saat puasa yang bersifat rotatif menjadi beban dalam asimilasi makanan di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan penurunan pengeluaran hormon sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar. Penurunan berbagai hormon tersebut merupakan salah satu rahasia hidup jangka panjang. 15. Bermanfaat dalam pembentukan sperma Manfaat lain ditunjukan dalam penelitian pada kesuburan laki-laki. Dalam penelitian tersebut dilakukan penelitian pada hormon testoteron, prolaktin, lemotin, dan hormon stimulating folikel (FSH), Ternyata hasil akhir kesimpulan penelitian tersebut puasa bermanfaat dalam pembentukan sperma melalui perubahan hormon hipotalamus-pituatari testicular dan pengaruh kedua testis. 16. Bermanfaat untuk penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis Manfaat lain yang perlu penelitian lebih jauh adalah pengaruh puasa pada membaiknya penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis. Parameter yang diteliti adalah fungsi sel penetral (netrofil) dan progresifitas klinis penderita. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa terdapat korelasi antara membaiknya radang sendi dan peningkatan kemampuan sel penetral dalam membasmi bakteri. 17. Memperbaiki hormon testoteron dan performa seksual Dalam sebuah jurnal endokrin dan metabolisme dilaporkan penelitian puasa dikaitkan dengan hormon dan kemampuan seksual laki-laki. Penelitian tersebut mengamati kadar hormon kejantanan (testoteron), perangsang kantung (FSH) dan lemotin (LH). Terjadi perubahan kadar berbagai hormon tersebut dalam tiap minggu. Dalam tahap awal didapatkan penurunan hormon testoteron yang berakibat penurunan nafsu seksual tetapi tidak menganggu jaringan kesuburan. Namun hanya bersifat sementara karena beberapa hari setelah puasa hormon testoteron dan performa seksual meningkat pesat melebihi sebelumnya 18. Memperbaiki kondisi mental secara bermakna Seorang peneliti diMoskow melakukan penelitian pada seribu penderita kelainan mental termasuk skizofrenia. Ternyata dengan puasa sekitar 65% terdapat perbaikan kondisi mental yang bermakna. Berbagai penelitian lainnya menunjukkan ternyata puasa Ramadhan juga mengurangi risiko kompilkasi kegemukan, melindungi tubuh dari batu ginjal, meredam gejolak seksual kalangan muda dan penyakit lainnya yang masih banyak lagi. 19. Peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah dan sesama manusia Manfaat puasa bagi kehidupan psikososial memegang peranan penting dalam kesehatan manusia. Dalam bulan puasa terjadi peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah dan sesama manusia. Hubungan psikologis berupa komunikasi dengan Allah akan meningkat pesat, karena puasa adalah bulan penuh berkah. Setiap doa dan ibadah akan berpahala berlipat kali dibandingkan biasanya. Bertambahnya kualitas dan kuantitas ibadah di bulan puasa akan juga meningkatkan komunikasi sosial dengan sesama manusia baik keluarga, saudara dan tetangga akan lebih sering. Berbagai peningkatan ibadah secara langsung akan meningkatkan hubungan dengan Pencipta dan sesamanya ini akan membuat jiwa lebih aman, teduh, senang, gembira, puas serta bahagia. 20. Menurunkan adrenalin Keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pembuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah arterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya. Berbagai kajian ilmiah melalui penelitian medis telah menunjukkan bahwa ternyata puasa sebulan penuh saat bulan ramadhan bermanfaat sangat luar biasa bagi tubuh manusia. Sebaliknya banyak penelitian menunjukkan bahwa puasa berbeda dengan starvasi biasa, secara umum tidak akan mengganggu tubuh manusia. Dalam mencermati temuan ilmiah tersebut akan lebih diyakini bahwa berkah kesehatan yang dijanjikan dalam berpuasa ternyata bukan sekedar teori dan opini. Manfaat puasa bagi kesehatan sebagian telah terbukti secara ilmiah. Wajar saja, bahwa puasa adalah saat yang paling dinantikan oleh kaum muslim karena memang terbukti secara ilmiah menjanjikan berkah dan mukjizat dalam kesehatan manusia.

TAWADLU

Pengertian Tawadhu’ adalah rendah hati, tidak sombong. Pengertian yang lebih dalam adalah kalau kita tidak melihat diri kita memiliki nilai lebih dibandingkan hamba Allah yang lainnya. Orang yang tawadhu’ adalah orang menyadari bahwa semua kenikmatan yang didapatnya bersumber dari Allah SWT. Yang dengan pemahamannya tersebut maka tidak pernah terbersit sedikitpun dalam hatinya kesombongan dan merasa lebih baik dari orang lain, tidak merasa bangga dengan potrensi dan prestasi yang sudah dicapainya. Ia tetap rendah diri dan selalu menjaga hati dan niat segala amal shalehnya dari segala sesuatu selain Allah. Tetap menjaga keikhlasan amal ibadahnya hanya karena Allah. Tawadhu ialah bersikap tenang, sederhana dan sungguh-sungguh menjauhi perbuatan takabbur (sombong), ataupun sum’ah ingin diketahui orang lain amal kebaikan kita. Tawadhu merupakan salah satu bagian dari akhlak mulia, jadi sudah selayaknya kita sebagai umat muslim bersikap tawadhu, karena tawadhu merupakan salah satu akhlak terpuji yang wajib dimiliki oleh setiap umat islam. Perhatikan sabda Nabi SAW berikut ini : Rasulullah SAW bersabda: yang artinya "Tiada berkurang harta karena sedekah, dan Allah tiada menambah pada seseorang yang memaafkan melainkan kemuliaan. Dan tiada seseorang yang bertawadhu� kepada Allah, melainkan dimuliakan (mendapat �izzah) oleh Allah. (HR. Muslim).

AL AIDID

BIOGRAFI AL- IMAM MUHAMMAD BIN ALI SHAHIB AL- HAUTHOH ( MUHAMMAD MAULA AIDID ) Mukadimah Al - Imam Muhammad bin Ali Shahib Al-Hauthah adalah seorang yang terhormat dan mulia, pemegang dan penerus ilmu dari aslafuna sholeh, pemegang sunnah-sunnah Rasulullah S.A.W. mempunyai pandangan yang khashaf, berjalan pada jalan yang di ridhoi Allah, mempunyai jiwa dan hati yang suci dan bijaksana dalam hukum-hukum agama. Al-Imam Muhammad bin Ali Shahib Al-Hauthoh seorang ulama besar dengan ilmu dan pengalamannya. Mempunyai ilmu para ulama yang arif atau orang-orang yang bijaksana. Beliau belajar atau menimba ilmu agama dari ulama yang arif atau orang-orang yang bijaksana. Beliau belajar atau menimba ilmu agama dari ulama-ulama besar dan arif Billah. Beliau menguasai bermacam-macam ilmu syariat dan ilmu thariqah, sehingga beliau mendapat keberkahan yang haq, dan oleh Allah diberikan suatu kelebihan kebaikan akhlak yang mulia, tekun dan istiqomah dalam ibadah. Beliau seorang yang mulia karena kedzhuhudannya serta sifatnya yang waro, yang selalu berhalwat ditempat-tempat mulia. Banyak dari ulama-ulama besar memuji, mengagumi dan memuliakannya karena akhlaknya dan keluasan ilmu-ilmu agama yang ada padanya. Dan banyak juga para ulama besar, Aulia dan para sholihin belajar menimba ilmu kepadanya. Riwayat Hidup Al - Imam Muhammad bin Ali Shahib Al-Hauthah bin Muhammad bin Abdullah bin Ahmad Al-Faqih bin Abdurrahman bin Alwi Ammul Faqih adalah generasi ke-23 dari Rasulullah S.A.W. dilahirkan di kota Tarim, Hadhramaut, Yaman Selatan tahun 754 H. Ayahnya yaitu Ali Shahib Al-Hauthah wafat tahun 830 H. Gelar Shahib Al-Hauthah yang di sandangnya karena tinggal di Hauthah yang terletak sebelah barat kota Tarim, Hadhramaut, Yaman Selatan. Istrinya bernama Syarifah binti Hasan bin Al-Faqih Ahmad bin Abdurrahman, seorang yang sholehah dan dzuhud dalam urusan dunia. Al-Imam Muhammad bin Ali Shahib Al-Hauthoh, dikaruniai enam orang anak laki-laki : 1. Ahmad Al-Akbar, wafat tahun 862 H. 2. Abdurrahman Bafaqih, mempunyai lima orang anak laki-laki, yaitu : Muhammad, Ahmad, Abdullah, Zein dan Atthayib, wafat di Tarim tahun 862 H.. 3. Abdullah Bafaqih, mempunyai tiga orang anak laki-laki, yaitu : Alwi, Husein dan Ahmad, wafat selang beberapa tahun wafatnya Abdurrahman Bafaqih. 4. Ali Aidid, mempunyai tiga orang anak laki-laki, yaitu : Muhammad, Abdullah dan Abdurrahman, wafat tahun 919 H. 5. Alwi 6. Al-Faqih Ahmad Abdullah dan Abdurrahman mendapat gelar Bafaqih yang kemudian menjadi leluhur " Bafaqih ". Diberikan gelar Bafaqih karena beliau 'alim dalam ilmu fiqh sebagaimana ayahnya dikenal masyarakat sebagai ahli fiqh. Sedangkan Ali gelarnya tetap Aidid, yang kemudian menjadi leluhur " Aidid ". Gelar Aidid Al-Imam Muhammad bin Ali Shahib Al-Hauthah orang yang pertama mendapat gelar Aidid. Gelar yang disandangnya karena beliau adalah orang yang pertama tinggal di lembah Aidid yang tidak berpenduduk disebut " Wadi Aidid ", yaitu lembah yang terletak di daerah pegunungan sebelah barat daya kota Tarim, Hadhramaut, Yaman Selatan dan mendirikan sebuah rumah dan masjid untuk tempat beribadah dan dipakai untuk shalat jum'at serta beruzlah ( mengasingkan diri ) dari keramaian. Asal mulanya lembah tersebut gelap gulita dan banyak keanehan-keanehan, tidak ada yang berani masuk maupun melintasi lembah tersebut, bahkan mengambil sesuatu didalam lembah tersebut. Akhirnya lembah tersebut menjadi lembah yang sangat aman, makmur, semerbak dan terang benderang dengan sinar keberkahan dari Waliyullah Al-Imam Muhammad bin Ali Shahib Al-Hauthah. Selanjutnya penduduk disekitar lembah tersebut mengangkat Al-Imam Muhammad bin Ali Shahib Al-Hauthah sebagai penguasa lembah Aidid dengan gelar Muhammad Maula Aidid. Maula berarti Penguasa. Waliyullah Al-Imam Muhammad Maula Aidid ditanya oleh beberapa orang penduduk : “ Wahai Imam mengapa engkau mendirikan sebuah Masjid yang juga dipakai untuk shalat Jum’at, sedangkan di lembah ini tak ada penghuninya ? “. Lalu beliau menjawab “ nanti akan datang suatu zaman dimana zaman tersebut banyak sekali Umat yang datang kelembah ini, datang dan bertabaruk ". Alhabib Umar bin Muhammad Bin Hafidz pada kesempatan ziarah di Zanbal, menceritakan ucapan Al-Imam Muhammad Maula Aidid tersebut dihadapan murid-muridnya, kemudian ia berkata didepan maqam Al-Imam Muhammad Maula Aidid “ Wahai Imam kami, semua yang hadir dihadapanmu ini menjadi saksi akan ucapanmu ini “. Guru - guru Al - Imam Muhammad Maula Aidid Waliyullah Al-Imam Muhammad Maula Aidid adalah seorang ulama besar pada zamannya yang sangat luas ilmunya, baik ilmu syariat ataupun ilmu thariqah dan yang mukasif. Beliau belajar atau menuntut ilmu agama dari berbagai-bagai guru di zamannya, diantaranya : 1. Syech Muhammad bin Hakam Baqusyair, di Qasam 2. Al-Faqih Abdullah bin Fadhel Al-Haj 3. Assayyid Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Maula Dawilah 4. Al-Imam Muhammad bin Hasan Jamalullail 5. Syekh Abdurrahman bin Muhammad Al-Khatib 6. Al-Imam Ali bin Muhammad Aidid ( ayahnya ) Murid - murid Al - Imam Muhammad Maula Aidid : Banyak para ulama memuji, juga mengagumi dan memuliakan beliau karena akhlak juga keluasan ilmu-ilmu agama yang ada pada dirinya. Para ulama yang belajar menimba ilmu kepadanya, diantaranya sbb. : 1. Abdullah Alaydrus bin Abubakar Assakran 2. Ali bin Abubakar Assakran 3. Abubakar Al-Adny bin Abdullah Alaydrus 4. Al-Faqih Al-'Alamah Muhammad bin Ahmad Bafadhaj 5. Muhammad bin Ahmad Abi Jarasy 6. Umar bin Abdurrahman Shahib Al-Hamra 7. Assayyid Al-Faqih Al-'Alamah Muhammad bin Ali bin Alwi Al-Khirid (Shahib kitab Al-Ghurror) 8. Putera-puteranya, yaitu Abdullah dan Abdurrahman Riwayat / Kisah - Kisah karomahnya Al - Imam Muhammad Maula Aidid Al-Imam Muhammad Maula Aidid banyak membaca Al-Qur'an disetiap waktu terutama surat Al-Ikhlas. Beliau adalah seorang yang dzuhud. Beliau memandang dunia hanya sebagai bayangan yang cepat berlalu. Banyak fakir miskin dan tamu yang datang kepadanya dengan berbagai keperluan, dan beliau selalu memenuhinya. Akhlaknya lebih lembut dari tiupan angin. Tertulis dalam kitab Syarah Al-Ayniyyah, bahwa Al-Faqih Muhammad Maula Aidid mendawamkan bacaan surat Al-Ikhlas antara shalat maghrib dan isya sebanyak 3000 kali. Dijelaskan oleh Al-Habib Ahmad bin Zein Alhabsyi dalam kitab Syarah Al-Ayniyyah ( nadzom Imam Hadad ), bahwa Al-Faqih Muhammad Maula Aidid sering bertemu dengan Nabi Khidir. Syekh Abdurrahman Assegaf memuji, menyanjung serta memuliakan Al-Faqih Muhammad Maula Aidid dengan ayahnya. Dan ringkasan-ringkasan apa-apa yang diucapkan oleh para ulama-ulama, bahwa Al-Faqih mempunyai keutamaan dan ilmu seperti lautan. Al-Faqih Muhammad Maula Aidid dikenal dengan shohibu Aidid. Al-Faqih Syekh Muhammad bin Hasan bin Umar Abi Jaras mengabarkan, ia dikabari oleh Syekh yang sholeh Muhammad bin Ahmad bin Abubakar bin Abu Harma, bahwasanya Syekh Ali bin Abdurrahman Al-Khotib berkata : Saya bermaksud mendatangi kediaman Al-Faqih Muhammad bin Ali Shohib Aidid yang rumahnya terletak di lembah Wadi, tetapi saya tidak menemukan di rumahnya. Saya teman akrabnya, juga menghormati dan salah satu muhibin terhadapnya. Dikarenakan tidak adanya beliau di rumahnya, saya langsung ke lembah yang sering dijadikan tempat untuk beribadah kepada Allah S.W.T. Ketika di pertengahan jalan, saya mendengar bunyi aliran air dari bukit, padahal suana tidak ada mendung dan hujan. Dalam keadaan heran saya menelusuri suara aliran air tadi, maka aku berniat mendekat untuk menjawab rasa penasaranku terhadap bunyi aliran air tadi. Seketika aku melihat Al-Faqih Muhammad Maula Aidid sedang duduk dan aliran air tersebut seharusnya mengenai tubuhnya, tetapi tidak mengenai tubuhnya, padahal beliau duduk tepat pada aliran air tersebut. Dalam keadaan heran saya mendekati, kemudian Al-Faqih Muhammad Maula Aidid menyuruh saya duduk dan meminta untuk tidak menceritakan kepada siapapun kejadian yang dialaminya tadi. Saya mandi dan minum serta berwudhu pada air tersebut. Setelah itu saya turun dari lembah tersebut menuju kerumah yang berada di tengah-tengah kebun kurma. Setelah sampai dirumah , keluarga saya bertanya : “ Siapa yang menciprati Ja’faron ditubuhmu ? “. Saya katakan, saya tidak memakai dan memegang ja'faron sebelumnya atau melihatnya. " Ja'faron itu tercium dari badan dan bajumu " kata keluarga saya, saya menjawab, beberapa saat yang lalu saya mandi dan mencuci bajuku bersama Al-Faqih Muhammad Maula Aidid. Kemudian saya melihat dan memperhatikan apa-apa yang dikatakan oleh keluarga saya dan ternyata benar. Maka saya cuci pakaian saya dengan air berulang-ulang, akan tetapi tidak hilang bekas ja'faronnya. Kemudian saya cuci dengan air yang dicampur dengan tanah, juga saya merendam diri di kamar mandi untuk menghilangkan bekas wangi dari ja'faron yang ada pada tubuh dan pakaian saya, tidak hilang juga. Akhirnya saya berdiam di kebun kurma dan tidak keluar ketempat lain atau keluar kota selama tiga hari, saya berharap agar nanti berkurang wanginya pada tubuh dan baju ketika mandi dan mencucinya. Pada setiap shalat fardhu saya cuci, tapi tidak hilang. Beberapa hari kemudian dalam waktu yang panjang wangi ja'faron itu hilang. Itulah salah satu keramat Al-Faqih Muhammad Maula Aidid. Diriwayatkan oleh Muhammad bin Abu Mukhtar, bahwa say bersama rombongan atau kafilah keluar dari kota Syihr dan tiba pada malam hari serta menginap di suatu daerah pada waktu itu lagi musim dingin. Ketika itu akhir dari bulan musim dingin, orang-orang tidak mampu keluar berjalan-jalan atau mendatangi tempat tersebut dikarenakan sangat dingin. Saya tidak membawa bekal berupa selimut atau alat penghangat. Menjelang malam, saya tertidur, sebelum tidur mengucapkan nama Al-Faqih Muhammad Maula Aidid. Ketika dalam tidur saya bertemu dengan Al-Faqih Muhammad Maula Aidid. Saya berkata : " saya kedinginan " , kemudian diselimuti oleh Al-Faqih Muhammad Maula Aidid, selimut demi selimut. Berkata Al-Faqih Muhammad Maula Aidid : " Sudah hangatkah badanmu ? ", Saya menjawab: " belum ". Kemudian diselimuti lagi sampai merasakan tidak kedinginan lagi. Lalu saya berkata kepadanya : " sudah hangat wahai sayyid ". Diriwayatkan dari sebahagian orang kepada Al-Habib Muhammad bin Ali Al-Khirid ( Pengarang kitab Al-Ghuror). Ketika air yang mengalir sangat sedikit dari lembah atau bukit-bukit dan tidak mencukupi untuk menyiram kebunnya, berupa pohon kurma dan pohon sidir ditengah lembah, sehingga banyak tumbuh ilalang dari aliran air tersebut, seseorang memasuki daerah itu dan tertidur, dalam tidurnya didatangi oleh seseorang yang rupanya sangat putih dan wajah yang bercahaya dengan pakaian yang bagus, kemudian ia dipeluknya hingga susah bernapas. Ia bertanya, apa salah dan dosa saya, orang itu berkata : " Engkau meninggalkan hewan peliharaanmu di tempat saya ", maka ia berkata, karena saya terlalu letih, kemudian ia berteriak sampai keluarganya mendengar teriakannya, maka ia berkata, saya minta maaf dengan teriakan yang terdengar oleh keluarga saya. Dan ini terjadi setelah Al-Faqih Muhammad Maula Aidid meninggal dunia dan ia tidak mengenal rupa wajahnya, kemudian ia bertanya, siapa engkau ?, dijawab oleh orang itu : " Saya Muhammad bin Ali Shahib Aidid ". Al-Faqih Muhammad Maula Aidid pernah dalam melaksanakan da'wahnya bertemu dengan seorang anak muda. Kemudian anak muda tersebut bertanya kepada Al-Faqih : " Siapa Engkau ". Karena tawadhunya, beliau menjawab : " Saya Abdullah ( Hamba Allah ) ". Setelah mendengar ucapan tersebut, anak muda itu dengan sombong dan kasarnya langsung meludah kewajahnya Al-Faqih. Walaupun diperlakukan demikian, beliau sabar dan tidak marah, malah beliau berkata kepada anak muda tersebut : " Sekalipun sikap kamu kasar dan tidak beradab, akan tetapi lisanmu pernah mengucapkan kalimat dzikir kepada Allah walaupun hanya sekali ". Dengan kesabarannya, ludah yang ada di wajahnya di usap dengan tangannya. Kemudian anak muda itu menangis dan meminta maaf kepada Al-Faqih, menyadari akan kehilafan, sikap dan sifatnya. Karena Al-Faqih mempunyai sifat dan akhlak yang penuh dengan kasih sayang, anak muda itu dimaafkan. Penutup Waliyyullah Muhammad Maula Aidid wafat di kota Tarim pada tahun 862 Hijriyyah. Dimakamkan di Pemakaman Zanbal disamping ayahnya Ali Shahib Al-Hauthah satu deretan dengan Al-Faqih Muqaddam.

PIDATO NISHFU SYA'BAN

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الْحَمْدُ لله وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ رَسُوْلِ الله سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهْ اَمَّا بَعْد Wonten ngarsanipun poro alim ulama ingkang satuhu kinabekten…Nadhir lan sedoyo keluarga soho sedoyo pengurus Musholla Nurul Hidayah ingkang tansah kawulo hormati…., Bapak ibu lan sedoyo rencang enkang sami rawuh Rohimakumulloh…. sepisan monggo kito sami Muji Syukur wonten ngarsanipun Gusti Allah Swt, kanti Maos Tahmid, Alhamduliilahirobbil‘alamiin, atas limpahan Rohmat taufiq soho Hidayahipun ing wekdal dalu meniko kulo lan panjenengan taseh saget makempal maguyup manunggal wonten ing majlis ingkang mubarok meniko, mugi-mugi pakempalan meniko kacatet dening Allah minongko amal Soleh, amiin Allohumma Amiin……. Solawat serto salam mugio tansah kunjuk wonten ngayunan dalem Nabi Agung Muhammad SAW, mugi-mugi kito sedoyo pikantuk syafa’atipun mbenjang wonten ing yaumil qiyamah, Allohumma Amin…….Hadirin-Hadirot ingkang tansah kulo mulyaaken…… Malam Nisfu Sya'ban Nisfu artine separo dados separo wulan ingdalem wulan arab… biasanipun tanggal 15 Kaum Muslimin yakin bileh malam niki, kaleh malaikat pencatat amal, sinten poro rawuh….? Roqib lan Atid, nyerahaken catatan amalan manuso dateng Allah SWT, ingdalem malam niki ugi buku catatan-catatan amal kang digunaaken setiap tahun digantos ingkang enggal.bpPPPPPulan nifsu sya'ban Poro rawuh ingkang kawulo Mulya aken……. Imam Ghazali mengistilahkan malam Nisfu Sya'ban dados malam ingkang penuh syafaat (pertolongan). Menurut al-Ghazali, ing malam ke-13 bulan Sya'ban Allah SWT maringaken sepertiga syafaat dateng hambanipun. lan malam ke-14,sedoyo syafaat diparingaken secara penuh. Saking meniko, ing malam ke-15, umat Islam saget miliki katah sanget kesahenan dados penutup catatan amal selama satu tahun. sebab pada malam ke-15 bulan Sya’ban niki, catatan perbuatan manuso bade diunggahaken ing ngersanipun Allah SWT. nisfu syaban Poro ulama dawuh bilih Nisfu Sya'ban ugi kawastanan malam pengampunan utawi malam maghfirah, sebab wonten malam niku Allah SWT nurunaken pengampunan dateng sedoyo hamba Allah sak Alam Dunyo.nisfu sya'ban Malam Nishfu Sya’ban malam kang utami lan penuh berkah, milo monggo kito katahaken amal kesahenan. Doa meniko pembuka kelapangan lan kuncikeberhasilan, monggo kito dongo supados pikantuk berkahe MALAM NISFU SYA’BAN LAN SAGET MENANGI POSO ROMADLON Rencang-rencang poso nopo mboten….? Adik Hayyin Rumiyen naliko nembe TK Kecil sampun poso….menawi adik kecil mboten poso berarti kalah kaleh Dik Hayyin satu kosong……lan kakak-kakak koq mboten poso berarti kalah dua kosong …..lan umpami bapak ibu wonten kang mboten poso berarti kawon kalih Dik Hayyin Tiga Kosong…..tepuk tangan,,,,,,,tapi insya Allah kito poso sedoyo Amin Allahimma Amiinn…. صل وسلم دائما على احمدا # والال والاصحاب من قد وحدا sopo wonge dungo bakal di ijabahi # malem nishfu sya’ban duso di ilangi. Kebak rohmat ni’mat kang mudun ing bumi # buku amal anyar ayo di iseni. Sopo wonge bungah tekani romadhon # selamet neroko laku ingkan awon. Sopo gelem poso ing wulan romadhon # mlebu ing suwargo kabeh lanang wadon BILLAHI TAUFIQ WAL HIDAYAH ASSALAMUALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH TTD HAYYIN NAJAH JANIYYA N.I )Jumu’ah legi 4 Rajab/22 mei 2015)

PEDAN & KESAN MADIN SABILUL HUDA NALUMSARI

الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ. وَنُصَلِّيْ وَنُسَلِّمُ عَلَى خَيْرِ اْلأَنَامِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ مَدَى اللَّيَالِي وَالاَيَّام أَمَّا بَعْدُ Kepada yang terhormat para alim ulama dan sesepuh pinisepuh Kepada yang terhormat Bapak kepala madrasah Diniyyah Awwaliyah Sabilul Huda Nalumsari dan dewan guru beserta karyawannya. Kepada bapak ibu wali santri Madrasah Diniyyah Sabilul Huda Nalumsari Kepada Teman-Temanku semua mulai kelas 2 sampai kelas 6 yang kami cintai dan kami banggakan Hadirin Hadirot yang berbahagia……..saya mewakili kelas 6 madrasah Diniyyah Awwaliyyah Sabilul Huda Nalumsari mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada semua bapak ibu guru yang telah mendidik dan membimbimg kami mulai kami belum kenal huruf belum kenal hukum belum kenal baik dan jelek sampai sekarang Al hamdulillah sedikit banyak kami tahu apa itu mengaji, apa itu wajib,apa itu haram,dan kami tahu bagaimana bisa menghormati para bapak ibu guru dan bagaimana kami bisa berbakti kepada orang tua dan berakhlaq mulia….semuanya tidak lepas dari bimbingan bapak ibu guru….dan apabila kami selama awal menjadi murid engkau wahai guruku ada kenakalan, kemalasan, dan lain sebagainya sudilah engkau memberi maaf pada kami…..walau sebentar lagi engkau tidak mengajar kami akan tetapi selama engakau adalah guruku dunia dan akhirat maka doa dan ridlomu selalu kami harap setiap saat untuk menumbuhkan rasa semangat kami dalam menggapai cita-cita kami, dan semoga apa yang kami peroleh dari engkau semua menjadi berkah dan manfa’at dunia sampai akhirat Amin Allah humma Amin…..Perkenankan kami membaca puisi dengan judul “ GURUKU ” GURUKU…. ENGKAU MEMBIMBINGKU…. ENGKAU MENDIDIKKU ….. ENGKAU ADALAH PELITA…… YANG MENERANGI KEGELAPAN….. JASAMU BEGITU BESAR…… MENCERDASKAN PUTRA PUTRI BANGSA.. ENGKAU PAHLAWAN TANPA TANDA JASA…… TRIMA KASIH GURUKU…. Hadirin Hadirot yang berbahagia……… Untuk adik-adikku semua jangan patah semangat dalam belajar مَنِ اجْتَهَدَ حَصَلَ, مَنْ جَدَ وَجَدَ, مَنْ زَرَعَ حَصَدَ, مَنْ فَرَّطَ نَدِمَ Siapa yang giat maka pasti berhasil, siapa yang semangat maka pasti menemukan, siapa yang menanam maka pasti akan menuai, siapa yang semauanya sendiri maka pasti akan menyesal. Rajin dan semangatlah belajar hormati gurumu berbaktilah kepada ayah dan ibu pasti kamu akan menjadi insan yang mulia, hidup sejahtera akhirnya masuk kesurga amin Allahumma amin….. Wahai temanku kita bersatu # Tegakkan sholat yang 5 waktu patuhlah pada ayah dan ibu # Serta hormati semua guru Ridho Tuhanmu slalu tertuju # Pada ridhonya ayah dan ibu Serta pak Guru Yang menuntunmu# Kesurga kelak tempat tinggalmu يارسول الله سلام عليك * يارفيع الشان والدرج. عطفة يجيرة العلم * يااهيل الجود والكرم والعفو منكم والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Rabu, 10 Desember 2014

KREDIT

Hukum Jual Beli Kredit Deskripsi Masalah Sebuah dealer di Kediri melakukan praktek aneh. Pasalnya mereka menkreditkan barang seharga 10 juta, dengan uang muka 1 juta dan biaya selanjutnya diangsur. Di tengah pengangsuran pihak dealer menawari konsumen membayar uang 5 juta sebagai jaminan cicilan, jika sewaktu-waktu ia mati sebelum angsurannya lunas maka dianggap lunas. Namun bila ternyata ia masih hidup terus sampai angsurannya lunas maka jaminan itu tidak bisa diminta kembali. (5 juta tersebut bukan termasuk angsuran ataupun uang muka) Pertanyaan Bolehkah jual beli kredit (secara umum) ?. Apa status uang lima juta di atas dan bagaimana hukumnya ?. Jawaban Boleh, karena termasuk bai’ muajjal dan tidak terdapat unsur ibhaam dalam transaksinya. Catatan : Transaksi kredit dengan praktek perjanjian pencabutan barang serta hangusnya uang cicilan disaat konsumen tidak mampu memenuhi kewajiban angsuran dalam jangka tertentu adalah tidak sah kecuali jika hal itu dilakukan di luar aqad (kharij al-aqd). Ibarat سلم التوفق ص : 65 واعلم ان الكلام وسيلة إلى المقاصد فكل مقصود محمود يمكن التوصل اليه بالصدق والكذب جميعا فالكذب فيه حرام لعدم الحاجة اليه وان أمكن التوصل اليه بالكذب ولم يمكن بالصدق فالكذب فيه مباح ان كان تحصيل ذلك المقصود مباحا وواجب ان كان المقصود واجبا فاذا اختفى مسلم من ظالم وسأل عنه وجب الكذب بإخفائه وكذا لو كان عنده أو عند غيره وديعة وسأل عنها ظالم قهرا وجب ضمانها على المودع المخبر. اهـ حواشي الشرواني ج: 4 ص: 294 (وقوله في بيعة ) بفتح الباء اه ع ش (قوله بخلاف بألف الخ ) أي فإنه يصح ويكون الثمن ثلاثة آلاف ألف حالة وألفان مؤجلة لسنة اه نهاية )قوله وألفين لو زاد على ذلك فخذ بأيهما شئت الخ( ففي شرح العباب أن الذي يتجه البطلان وإن تردد فيه الزركشي لأن قوله فخذ الخ مبطل لإيجابه فبطل القبول المترتب عليه سم على حج اهـ (قوله بألف نقدا وألفين إلي سنة الخ) قضيته بطلان ذلك وإن قبل بأحدهما معينا وهو الأوجه في شرح العباب وفاقا لمقتضى كلام الغزالي وغيره خلافا لما نقله ابن الرفعة عن القاضي من الصحة حينئذ وتخصيص البطلان بقبوله علي الإبهام أو بقبولهما معا .اهـ المجموع ج: 9 ص: 364 الشروط خمسة أضرب أحدها: ما هو من مقتضى العقد بأن باعه بشرط خيار المجلس أو تسليم المبيع أو الرد بالعيب أو الرجوع بالعهدة أو انتفاع المشتري كيف شاء وشبه ذلك فهذا لا يفسد العقد بلا خلاف لما ذكره المصنف ويكون شرطه توكيداً وبياناً لمقتضاه الضرب الثاني: أن يشترط ما لا يقتضيه إطلاق العقد لكن فيه مصلحة للعاقد كخيار الثلاث والأجل والرهن والضمين والشهادة ونحوها، وكشرط كون العبد المبيع خياطاً أو كاتباً ونحوه فلا يبطل العقد أيضاً بلا خلاف بل يصح ويثبت المشروط الضرب الثالث: أن يشترط ما لا يتعلق به غرض يورث تنازعاً كشرط ألا يأكل إلا الهريسة، أو لا يلبس إلا الخز أو الكتان، قال إمام الحرمين وكذا لو شرط الإشهاد بالثمن وعين شهوداً وقلنا لا يتعينون فهذا الشرط لا يفسد العقد، بل يلغو ويصح البيع، هذا هو المذهب، وبه قطع إمام الحرمين والغزالي ومن تابعهما، وقال المتولي لو شرط التزام ما ليس بلازم بأن باع بشرط أن يصلي النوافل، أو رمضان أو يصلي الفرائض في أول أوقاتها بطل البيع لأنه ألزم، ما ليس بلازم، قال الرافعي مقتضى هذا فساد العقد في مسألة الهريسة ونحوها، والله سبحانه وتعالى أعلم الضرب الرابع: أن يبيعه عبداً أو أمة بشرط أن يعتقه المشتري ففيه ثلاثة أقوال الصحيح المشهور الذي نص عليه الشافعي في معظم كتبه وقطع به المصنف وأكثر الأصحاب، أن البيع صحيح طاعة لازم يلزم الوفاء به ولثاني يصح البيع ويبطل الشرط، فلا يلزمه عتقه والثالث يبطل الشرط والبيع جميعـاً همام من الشروط، والمذهب صحتهما، b. Statusnya adalah sebagai imbalan dari transaksi yang mengandung unsur ghurur karena hal itu adalah sebagai kompensasi dari sesuatu yang majhul. لزواجر الجزء الأول ص : 383 الكبيرة السابعة والثمانون بعد المائة أكل المال بالبيوعات الفاسدة وسائر وجوه الأكساب المحرمة قال الله تعالى يآأيها الذين آمنوا لاتأكلوا أموالكم بينكم بالباطل (االنساء/29)واختلفوا فى المراد به فقيل الربا والقمار والغصب والسرقة والخيانة وشهادة الزور وأخذ المال باليمين الكاذبة وقال ابن عباس هو ما يؤخذ من الانسان بغير عوض وعليه قيل لما نزلت الآية – إلى أن قال – وقيل هو العقود الفاسدة والوجه قول ابن مسعود انها محكمة ما نسخت ولاتنسخ الى يوم القيامة وذلك لأن الأكل بالباطل يشمل كل مأخوذ بغير حق سواء كان على جهة الظلم كالغصب والخيانة والسارقة –إلى أن قال- او على جهة المكر والخديعة كالمأخوذ بعقد فاسد ويؤيد ما ذكرته قول بعضهم . فتح الباري الجزء الرابع ص: 357 حدثني نافع وابن حبان من طريق سليمان التيمي عن نافع عن بن عمر قال نهى النبي صلى الله عليه وسلم عن بيع الغرر وقد أخرج مسلم النهى عن بيع الغرر من حديث أبي هريرة وابن ماجة من حديث بن عباس والطبراني من حديث سهل بن سعد ولأحمد من حديث بن مسعود رفعه لا تشتروا السمك في الماء فإنه غرر وشراء السمك في الماء نوع من أنواع الغرر ويلتحق به الطير في الهواء والمعدوم المجهول والابق ونحو ذلك قال النووي النهى عن بيع الغرر أصل من أصول البيع فيدخل تحته مسائل كثيرة جدا ويستثنى من بيع الغرر أمران أحدهما ما يدخل في المبيع تبعا فلو أفرد لم يصح بيعه والثاني ما يتسامح بمثله أما لحقارته أو للمشقة في تمييزه وتعيينه فمن الأول بيع أساس الدار والدابة التي في ضرعها اللبن والحامل ومن الثاني الجبة المحشوة والشرب من السقاء قال وما اختلف العلماء فيه مبنى على اختلافهم في كونه حقيرا تمييزه أو تعيينه فيكون الغرر فيه كالمعدوم فيصح البيع وبالعكس وقال ومن بيع الغرر ما اعتاده الناس من الاستجرار من الأسواق بالأوراق مثلا فإنه لا يصح لأن الثمن ليس حاضرا فيكون من المعاطاة ولم توجد صيغة يصح بها العقد وروى الطبري عن بن سيرين بإسناد صحيح قال لا أعلم ببيع الغرر بأسا قال بن بطال لعله لم يبلغه النهى وإلا فكل ما يمكن أن يوجد وأن لا يوجد لم يصح وكذلك إذا كان لا يصح غالبا فإن كان يصح غالبا كالثمرة في أول بدو صلاحها أو كان مستترا تبعا كالحمل مع الحامل جاز لقلة الغرر ولعل هذا هو الذي أراده بن سيرين لكن منع من ذلك ما رواه بن المنذر عنه أنه قال لا بأس ببيع العبد الآبق إذا كان علمهما فيه واحدا فهذا يدل على أنه يرى بيع الغرر أن سلم في المال والله أعلم الإقناع مع حاشية الجيرمى الجزء الثالث ص: 13 دار الفكر ويشترط أيضا عدم التعليق والتأقيت فلو قال إن مات أبى فقد بعتك هذا بكذا وبعتكه بكذا شهرا لم يصح . (قوله والتأقيت) ولو بما يبعد بقاء الدنيا اليه كألف سنة ح ل وعبارة وعدم تأقيت ولو بنحو حياتك أو ألف سنة على الأوجه ويفرق بينه وبين النكاح على ما فيه بأن البيع لا ينتهى بالموت لانتقاله للوارث بخلاف النكاح. إهـ الفتاوى الكبرى الجزء الثانى ص: 188 دار الفكر (سئل) هل المأخوذ بالبيع الفاسد مع رضا المتبايعين حلال أم لا . فأجاب بأنه لا يحل للآخذ له التصرف فيه لأنه يجب على كل منهما رد ما أخذه على مالكه .

BUNGA BANK

Antara Bunga Bank Konvensional dan Bank Syari'ah Diskripsi Masalah Iklim persaingan global dalam kancah perekonomian dunia telah lama mempraktekkan sistem perbankan konvensional dengan menarik imbalan bunga dari para debiturnya. Fenomena ini semakin menggejala seiring menjamurnya praktek koperasi simpan pinjam, sehingga baru-baru ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) merasa perlu menyuarakan dan memfatwakan kembali bahwa bunga Bank haram. Sedangkan di sisi lain MUI juga mensosialisasikan Bank Syariah sebagai alternatif yang menawarkan keuntungan bagi hasil yang disesuaikan akad mudlorobah, musyarokah. Pertanyaaan Tepatkah fatwa MUI yang mengharamkan bunga Bank konvensional sekaligus menganjurkan Bank Syariat sebagai alternatif ? Jawaban Meskipun fatwa MUI tidak mengikat, namun paket fatwa yang ditawarkan tetap tidak bisa dibenarkan . Hukum ini dilihat dari sudut pandang bahwa fatwa tersebut juga berisi solusi yang tidak dibenarkan, sedangkan hukum bunga Bank konvensional juga masih dalam tataran khilaf. Ibarat بغية المسترشدين ص: 7 دار الفكر يحرم على المفتى التساهل فى الفتيا وسؤال من عرف بذلك إما لعدم التثبت و المسارعة فى الجواب او لغرض فاسد كتتبع الحيل ولو مكروهة و التمسك بالشبه للترخيص على من يرجو نفعه و التعسي ر على ضده نعم إن طلب حيلة لا شبهة فيها ولا تجر الى مفسدة بل ليتخلص بها السائل عن نحو اليمين فى نحو الطلاق فلا بأس بل ربما يندب. أهـ بغية المسترشدين ص: 7 دار الفكر (مسئلة ي) لايحل لعالم ان يذكر مسئلة لمن يعلم انه يقع بمعرفتها في تساهل في الدين ووقوع في مفسدة اذ العلم إما نافع كالواجبات العينية يجب ذكره لكل أحد او ضار كالحيل المسقطة للزكاة وكل ما يوافق الهوى ويجلب حطم الدنيا لايجوز ذكره لمن يعلم انه يعمل به او يعلمه لمن يعمل به او فيه ضرر ونفع فإن ترجحت منافعه ذكره وإلا فلا . اهـ أداب العالم والمتعلم ص : 59-60 والثانى عشر أن يجتنب موضع التهم وإن بعدت فلا يفعل شيئا يتضمن نقص مرؤة ويستنكر ظاهرا وإن كان جائزا باطنا فإنه يعرض نفسه للتهمة وعرضه للوقيعة ويوقع الناس فى الظنون المكروهة وتأثيم الوقيعة فإن اتفق شىء من ذلك لحاجة أو نحوها أخبر من شاهده بحكمه وعذره ومقصوده كيلا يأثم بسببه أو ينفر عنه فلا ينتفع بعلمه وليس يفيد الجاهل به. إعانة الطالبين الجزء الثالث ص: 53 (قوله ولا يكره للمقرض أخذه) أي الزائد (قوله كقبول هديته ) أي كما أنه لا يكره له قبول هدية المقترض قال في النهاية نعم الأولى كما قاله الماوردي تنزهه عنها قبل رد البدل اه (قوله ولو في الربوي ) غاية لعدم الكراهةأي لا يكره أخذ الزائد ولو وقع القرض في الربوي كالنقد (قوله والأوجه أن المقرض يملك الزائد إلخ )أي ولو كان متميزا كأن اقترض دراهم فردها ومعها نحو سمن (قوله لفظ) أي إيجاب وقبول (قوله لأنه وقع تبعا) علة لكون الزائد يملك لفظ أي وإنما يملك كذلك لأنه تابع للشيء المقترض (قوله وأيضا فهو) أي الزائد (وقوله يشبه الهدية) أي وهي تملك لفظ (قوله وأن المقترض إلخ ) معطوف على أن المقرض أي والأوجه أن المفترض إذا دفع زائدا عما عليه ثم ادعى أنه دفعه ظانا أن هذا الزائد من جملة الدين فإنه يحلف ويرجع بالزائد الذي دفعه وعبارة ع ش ويصدق الآخذ في كون ذلك هدية لأن الظاهر معه إذ لو أراد الدافع أنه إنما أتى به ليأخذ بدله لذكره ومعلوم مما صورناه به أنه رد المقرض والزيادة معا ثم ادعى أن الزيادة ليست هدية فيصدق الآخذ أما لو دفع إلى المقرض سمنا أو نحوه مع كون الدين باقيا في ذمته وادعى أنه من الدين لا هدية فإنه يصدق الدافع في ذلك اهـ وهي تفيد أنه لا يصدق الدافع إلا في الصورة الثانية فقط (قوله حلف) جواب إذا (وقوله ورجع فيه) أي الزائد (قوله وأما القرض بشرط إل)خ محترز قوله بلا شرط في العقد (قوله جر نفع لمقرض) أي وحده أو مع مقترض كما في النهاية قوله ففاسد قال ع ش ومعلوم أن محل الفساد حيث وقع الشرط في صلب العقد أما لو توافقا على ذلك ولم يقع شرط في العقد فلا فساد اهـ والحكمة في الفساد أن موضوع القرض الإرفاق فإذا شرط فيه لنفسه حقا خرج عن موضوعه فمنع صحته (قوله جر منفعة) أي شرط فيه جر منفعة (قوله فهو ربا) أي ربا القرض وهو حرام (قوله وجبر ضعفه) أي أن هذا الخبر ضعيف ولكن جبر ضعفه أي قوى ضعفه مجيء معناه أي الخبر وهو أن شرط جر النفع للمقرض مفسد للقرض وعبارة النهاية وروي أي هذا الخبر مرفوعا بسند ضعيف لكن صحح الإمام والغزالي رفعه وروي البيهقي معناه عن جمع من الصحابة اهـ (قوله ومنه القرض إلخ ) أي ومن ربا القرض القرض لمن يستأجر ملكه (وقوله أي مثل)ا راجع للاستئجار يعني أن الاستئجار ليس قيدا بل مثالا ومثله القرض لمن يشتري ملكه بأكثر من قيمته (وقوله لأجل القرض) علة للاستئجار بأكثر من قيمته (قوله وجاز لمقترض نفع الخ ) قال في فتح الجواد : والأوجه ان الإقراض ممن تعود الزيادة بقصدها مكروه . اهـ إعانة الطالبين الجزء الثالث ص: 53 وأما القرض بشرط جر نفع لمقرض ففاسد لخبر كل قرض جر منفعة فهو ربا وجبر ضعفه مجيء معناه عن جمع من الصحابة ومنه القرض لمن يستأجر ملكه أي مثلا بأكثر من قيمته لأجل القرض إن وقع ذلك شرطا إذ هو حينئذ حرام إجماعا وإلا كره عندنا وحرام ثم كثير من العلماء قاله السبكي (قوله جر نفع لمقرض) أي وحده أو مع مقترض كما في النهاية (قوله ففاسد) قال ع ش ومعلوم أن محل الفساد حيث وقع الشرط في صلب العقد أما لو توافقا على ذلك ولم يقع شرط في العقد فلا فساد اهـ والحكمة في الفساد أن موضوع القرض الإرفاق فإذا شرط فيه لنفسه حقا خرج عن موضوعه فمنع صحته . اهـ بغية المسترشدين ص: 186 دار الفكر (مسئلة ب ) مذهب الشافعي ان مجرد الكتابة في سائر العقود والإخبارات والإنشائات ليس بحجة شرعية فقد ذكر الأئمة ان الكتابة كناية فتنعقد بها الوصية مع النية ولو من ناطق ولا بد من الإعتراف بها يعني النية منه أو من وارثه وحينئذ فمجرد خط الميت بنحو نذر وطلاق ووصية لا يترتب عليه حكم . اهـ